KPR

Penjelasan Lengkap KPR. Yakin Anda Sudah Tahu?

2 menit

Hai, Urbanites! Anda pasti sudah tidak asing ‘kan dengan bahasan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di UrbanIndo? Nah, dalam artikel ini UrbanIndo akan merangkum beberapa poin penting KPR. Yuk, langsung kita simak dan pahami bersama!

Jenis-Jenis KPR

Sebelum membahas lebih jauh, perlu Anda ketahui bahwa ada tiga jenis KPR yang ada di Indonesia. Berikut penjelasan dari ketiganya:

  • KPR Konvensional

KPR konvensional pasti akan Anda temukan di setiap bank yang memberikan layanan KPR. Layanan ini juga banyak digunakan, namun Anda harus cermat membandingkan bunga antar bank. Perlu diketahui bahwa KPR konvensional menerapkan suku bunga mengambang (floating).

  • KPR Syariah

Khusus layanan yang satu ini hanya akan Anda temukan di bank syariah. KPR Syariah terdiri dari beberapa jenis, salah satunya menggunakan suku bunga tetap (fixed), sehingga cicilan setiap bulan akan selalu sama sepanjang masa kredit.

  • KPR Bersubsidi

Seperti yang kita tahu, KPR bersubsidi merupakan program kerja sama antara bank dengan pemerintah. KPR ini memiliki beberapa keringanan, seperti uang muka, bunga kredit, dan waktu pelunasan yang lebih panjang.

Syarat Pengajuan KPR

Anda berencana mengajukan KPR? Pastikan dulu Anda sudah memenuhi syarat umum pengajuan KPR berikut ini:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Usia tidak melebihi 65 tahun saat akhir masa kredit.
  • Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap, baik sebagai pegawai tetap, wiraswasta, atau profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun.
  • Memiliki NPWP pribadi.

Berkas Pengajuan KPR

Merasa sudah memenuhi syaratnya? Jangan lupa siapkan berkas penunjang untuk mengajukan KPR ke bank.

Nah, berikut ini penjelasan berkas yang harus disiapkan berdasarkan masing-masing profesi:

Karyawan

  • Formulir pengajuan KPR disertai tanda tangan pemohon
  • Fotokopi KTP
  • Surat keterangan nikah (bagi yang sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • Slip gaji terakhir (asli)
  • Fotokopi NPWP

Freelancer

Syaratnya tak jauh berbeda, hanya perlu tambahkan:

  • Surat kontrak kerja dari pihak klien
  • Bukti pembayaran pajak
  • Fotokopi buku tabungan setidaknya 6 bulan terakhir.

Wiraswasta

Berkas yang perlu ditambahkan:

  • Fotokopi neraca laba rugi
  • Surat akta pendirian usaha dan bukti izin usaha yang sudah didirikan.

Keuntungan KPR

Setelah mengetahui jenis dan syarat KPR, tentu akan lebih baik jika kita ketahui juga mengenai keuntungannya. Ini dia keuntungan yang akan Anda dapatkan:

1. Sudah Siap Huni

Ketika membeli rumah KPR, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sekitar 20 persen dari harga rumah yang dibeli. Meskipun belum dibayar lunas, Anda sudah bisa langsung menempati rumah impian bersama keluarga.

2. Legalitas Terjamin

Anda tidak perlu khawatir mengenai legalitas rumah yang dibeli. Kenapa? Keabsahan semua berkas rumah tentunya sudah dicek oleh pihak bank melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

3. Mendapatkan Perlindungan Asuransi

Selain kedua hal tadi, Anda juga akan mendapatkan perlindungan asuransi properti dari pihak bank. Preminya sendiri sudah tercantum dalam cicilan bulanan KPR yang dibayarkan. Biasanya perlindungan ini berupa asuransi kebakaran.

Kerugian KPR

Meskipun menguntungkan karena dapat membantu dalam membeli rumah, tentunya KPR pun memiliki beberapa kerugian. Ini dia kerugian KPR yang perlu Anda ketahui:

1. DP Tergolong Mahal

Seperti yang kita ketahui bahwa pada umumnya uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayarkan sekitar 20 persen dari harga rumah. Jumlah ini tentunya tergolong besar dan cukup memberatkan bagi Anda yang berpenghasilan pas-pasan.

2. Bunga Cukup Besar

Bukan hanya DP yang tergolong mahal, bunga cicilan per bulan yang harus Anda bayarkan pun cukup besar, tergantung dari masing-masing bank. Apabila dihitung ulang, membeli rumah dengan sistem KPR tentu akan sangat jauh lebih mahal jika membeli secara tunai.

3. Proses Pengajuan Rumit

Tidak bisa dipungkiri bahwa pengajuan KPR memang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebenarnya sudah ada solusi dari kekurangan yang satu ini, yaitu dengan mengajukan KPR melalui UrbanIndo secara online hanya dengan satu kali klik.

Nah, itu dia penjelasan mengenai KPR secara umum.

Semoga bermanfaat ya!

Bobby Agung Prasetyo

Penyunting konten dan jurnalis paruh waktu. Senang bermusik, berpikir, merenung dan belajar banyak soal penulisan bisnis & properti. Verba volant, scripta manent. Selamat membaca!
Follow Me:

Related Posts