Berita Ragam

Mengungkap Ular Siluman Penunggu Jembatan Gladak Perak di Zaman PKI. Hanya Muncul untuk Alasan Ini…

2 menit

Letusan Gunung Semeru di akhir tahun 2021 sangat dahsyat sampai menyapu jembatan Gladak Perak. Konon, terdapat penunggu jembatan di zaman PKI yang bersemayam di sana dan hanya muncul untuk memberikan pertanda. Simak kisahnya!

Letusan gunung Semeru pada Sabtu 4 Desember 2021, merupakan letusan dan erupsi yang sangat dahsyat.

Saking dahsyatnya, abunya sampai menyapu jembatan Gladak Perak.

Jembatan yang menghubungkan Lumajang dengan Malang tersebut kini putus total.

Dulunya, jembatan Gladak Perak sendiri sangat terkenal.

Bangunannya menjadi salah satu akses menuju Malang ke Kabupaten Lumajang.

Di balik manfaatnya, terdapat sejarah misterius yang tersimpan di jembatan tersebut.

Daripada penasaran, langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

Sejarah dan Misteri Penunggu Jembatan Gladak Perak di Zaman PKI

Jembatan yang Dibangun di Masa Belanda

Melansir portalsulut.pikiran-rakyat.com yang mengutip YouTube ULI Channel, ternyata jembatan Gladak Perak memiliki sejarah dan misteri.

Jembatan baret merah ini menjadi urban legend yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Jembatan yang memiliki panjang 100 meter dan lebar sekitar 4 meter ini mulai dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda di tahun 1925-1940.

Gladak Perak membentang di atas Sungai Besuk Sat Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Tempat Pembuangan Mayat

pki

sumber: pikiran-rakyat.com

Menurut Amir Faisal, selaku pemandu wisata Familiarization Trip Lumajang, di zaman Partai Komunis Indonesia (PKI) jembatan ini disebut sebagai tempat pembuangan mayat korban genosida atau pembantaian PKI.

Caranya adalah dengan dilempar di bawah jembatan karena dianggap berseberangan dengan penguasa.




Hal itu terjadi sekitar tahun 1965 dan pada zaman Petrus atau penembakan misterius tahun 1981 korban banyak yang dibuang di bawah jembatan Gladak Perak.

Dari sisi spiritual sendiri, banyak orang yang mengaku suka mendengarkan suara-suara aneh.

Suara yang terdengar biasanya rintihan, serta teriakan minta tolong dari arah bawah jembatan Gladak Perak.

Selain itu banyak terjadi kecelakaan terjadi di jembatan tersebut tiap tahunnya karena tikungan yang melengkung.

Banyaknya korban kecelakaan membuat bangunan Belanda itu ditutup dan digantikan dengan jembatan Gladak Perak yang baru.

Jembatan Gladak Perak baru dibangun pada tahun 1998 pada saat pemerintahan presiden Indonesia kedua Soeharto.

Di jembatan baru itu berdirilah warung-warung yang buka sampai tengah malam.

Warung-warung tersebut menjadi tempat orang-orang istirahat dan santai-santai sambil melihat pemandangan yang indah.

Penunggu Jembatan Gladak Perak

Selain dikenal angker, jembatan tersebut juga menyimpan misteri.

Kabarnya, terdapat sosok ular raksasa misterius yang dipercayai sebagai penunggu jembatan baru.

Bahkan konon, sebelum erupsi Semeru yang terjadi 4 Desember 2021, sejumlah warga berksaksi melihat ular misterius itu.

Tubuh besarnya merambat sendiri dan hilir-mudik, menaiki dan menuruni jembatan Gladak Perak.

Tokoh masyarakat setempat menyatakan, kemunculan ular itu mungkin sebagai pertanda akan hancur dan putusnya jembatan.

Terkait kemunculan sosok ular misterius yang menyeberangi jembatan, masyarakat setempat percaya bahwa ular tersebut merupakan pertanda.

Ular tersebut muncul untuk memberikan tanda kepada masyarakat bahwa erupsi Semeru akan terjadi.

***

Itulah kisah penunggu jembatan di Gladak Perak.

Baca artikel menarik dan terbaru lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Ingin miliki rumah masa depan seperti di Casa De Ramos?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id dan Rumah123.com.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts