Berita

Tak Hanya Jakarta, 3 Kota Besar Ini Alami Penurunan Tanah & Terancam Tenggelam

16 Oktober 2019
penurunan tanah di kota besar
2 menit

Penurunan tanah yang terus-menerus pada sebuah daerah dapat berdampak buruk pada sebuah kota.

Jika tidak segera diantisipasi, kota tersebut bisa amblas ataupun tenggelam di kemudian hari.

Di Jakarta sendiri, penurunan tanahnya ternyata sudah terbilang parah.

Pada tahun 2018 saja, khususnya di Ancol, permukaan tanahnya sudah turun 12 cm.

Masalah ini disebabkan oleh penyedotan air tanah yang berlebihan sehingga muka air tanah yang ikut turun menjadi penyebab penurunan tanah dan intrusi laut.

Ternyata, masalah ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja.

Terdapat 3 kota besar yang mengalami nasib serupa, yakni Semarang, Surabaya dan Denpasar.

Penurunan Tanah Semarang, Surabaya, dan Denpasar

Hal ini disebutkan sendiri oleh Rudy Suhendar selaku Kepala Geologi Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di Semarang sendiri, banjir rob sudah terjadi ketika musim hujan tiba.

penurunan tanah di kota besar

Stasiun Semarang Gudang yang telah terendam air | sumber: relkeretaapi

Terdapat perumahan yang sudah berada di bawah permukaan laut khususnya di daerah utara dekat pesisir pantai.

Bahkan, situasi ini bisa dilihat ketika melewati Stasiun Tawang.

“Kota-kota besar yang eksteaksi Surabaya, Semarang sudah terjadi. Kalo ke Stasiun Tawang sering tuh. Jalan sedikit utara jalannya masih di situ perumahannya sudah di bawah,” ungkapnya seperti dikutip dari kumparan.com.

penurunan tanah di kota besar

Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama/17

Sementara itu, Denpasar mengalami penurunan tanah akibat penggunaan air kegiatan pariwisata yang terlalu berlebihan.

Baca Juga:

Ingin Jauh dari Keramaian? Datangi Saja 7 Kota Tersepi di Indonesia Ini!

3 Wilayah Lain dengan Potensi Tanah Turun yang Parah

Rudy pun menambahkan bahwa selain wilayah-wilayah di atas, terdapat beberapa daerah lain yang tanahnya berpotensi turun parah.

Beberapa di antaranya adalah Madiun dan Ponorogo.

penurunan tanah di kota besar

Penurunan tersebut diakibatkan oleh para petani yang terlalu banyak mengambil air dari sumur, bukan sungai.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, terlalu banyak daerah yang dijadikan sebagai kawasan industri berdampak pada turunnya permukaan tanah.

Jika pengambilan tanah terus dilakukan, Rudi berpendapat bahwa daerah yang disebutkan di atas juga terancam tenggelam.

penurunan tanah di kota besar

Banjir Surabaya 1 Februari 2019 | foto: news.okezone.com/avirista midaada

Oleh karena itu, diperlukan beberapa alternatif penggunaan air bersih selain yang didapat dari air tanah, seperti air sungai hingga waduk.

“Penurunan tanah karena adanya pembenahan yang membebani suatu wilayah, sehingga lapisan di bawahnya mengalami penurunan otomatis yang di atasnya ikut turun,” ujarnya.

Baca Juga:

5 Kota Terkecil di Indonesia. Nomor 1 Enggak Sampai 17 KM Persegi!

***

Nantikan informasi dan tulisan terbaru lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cari semua kebutuhan propertimu hanya di 99.co/id!

You Might Also Like