Berita Ragam

Warga Karanganyar Derita Penyakit Kulit Langka, Kumat 3 Bulan Sekali

Advertisement
2 menit

Seorang warga Kampung Grobog, Kelurahan Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar bernama Andhik Herawana menderita penyakit kulit langka. Bagaimana kisahnya?

Andhik Herawana memiliki penyakit kulit yang cukup langka lantaran selalu kambuh tiap 3 bulan sekali.

Sebagaimana dikutip kumparan.com, ketika kambuh, kulit Andhik menjadi berwarna kemerahan dan mengelupas.

Tak hanya itu, muncul pula bintik kecil dan bernanah di beberapa bagian kulitnya.

Hal ini menyebabkan kulit Andhik selalu basah tatkala penyakit tersebut kembali menyerang.

Penyakit yang diderita oleh Andhik ini telah berlangsung lama.

Menurut pengakuannya, sudah lebih dari lima tahun penyakit kulit tersebut menghinggapi tubuhnya.

Andhik pertama kali merasakan gejala penyakit tersebut ketika duduk di kelas 2 SMA.

Kala itu, tangannya terasa gatal disertai munculnya bintik bernanah.

“Sampai tidak bisa masuk sekolah selama dua setengah bulan,” ucapnya.

Namun, usai kejadian tersebut, nanah pada kulitnya berangsur mengering sehingga ia pun memutuskan untuk kembali bersekolah.

Tak dinyana, sejak itu, justru penyakit kulit dengan nanah dan rasa gatal kembali datang setiap 3 bulan.

Mencoba ke Dokter, Hasilnya Nihil

kulit gatal

Atas apa yang dideritanya, Andhik pun tak tinggal diam.

Ia telah berusaha berkonsultasi dan menyambangi dokter meski hingga kini hasilnya masih tetap nihil.

“Tiap kali ganti dokter diagnosanya juga selalu berubah,” kata Andhik.

Alih-alih mendapat perawatan intens, dokter hanya memberi salep untuk mengobati kulitnya yang bernanah.

Penanganan yang kurang maksimal itu pun membuat penyakit yang dideritanya kembali datang.

Anehnya, penyakit tersebut selalu datang tiap 3 bulan sekali meski sempat mengering ketika diberikan salep.

Dalam kehidupan sehari-hari, Andhik bekerja sebagai penjahit.

Penyakit yang dideritanya membuat ia tidak bisa bekerja di tempat lain.

Pasalnya, penyakit tersebut selalu mengganggu ketika kambuh.

“Celana dan baju selalu basah oleh nanah,” tambahnya.

Penyakit kulit langka juga sempat terjadi di Karanganyar pada 2018 silam.

Kala itu, seorang balita bernama Alfaruk Muhammad Zaki mengalami penyakit kulit yang melepuh.

Bahkan, kulit Zaki juga kerap mengeluarkan bintik-bintik berair.

Berbeda dengan Andhik, kala itu Zaki didiagnosa menderita epidermolisis bulosa.

Epidermolisis bulosa yakni penyakit kulit yang sangat sensitif terutama karena gesekan dan perubahan suhu udara.

***

Semoga artikel ini bisa membuat kita semakin memperhatikan kesehatan, Sahabat 99.

Jangan lupa untuk terus ikuti informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu tengah mencari perumahan yang aman di kawasan Cimanggis, Depok, seperti Arkatama Townhouse?

Temukan di www.99.co/id.

Hendi Abdurahman

Selain menulis, juga menikmati jalan-jalan dari satu gang sempit ke gang sempit lainnya.

Related Posts