Berita Ragam

2 Penyakit Tanda Akhir Zaman menurut Rasulullah, Jauh Lebih Parah dari Pandemi!

2 menit

Al-Qur’an dan hadis telah banyak menyebutkan tentang tanda akhir zaman, di antaranya termasuk dua penyakit yang tak terelakkan.

Tanda-tanda kiamat tidak hanya seputar perubahan kondisi bumi, tapi juga perubahan dari sikap dan perilaku manusia.

Rasulullah bersabda “‘Umatku akan ditimpa penyakit yang pernah menimpa umat terdahulu.’ Sahabat bertanya, ‘apakah penyakit umat terdahulu itu.’ Beliau menjawab ‘Penyakit itu telah terlalu banyak seronok, terlalu mewah, menghimpun harta sebanyak mungkin, tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, saling memarah, hasut-menghasut sehingga jadi zalim menzalimi.’” (HR. Al-Hakim). 

Penyakit yang disebut Rasulullah akan menimpa umat Islam di akhir zaman adalah penyakit wahn, yakni ungkapan yang memiliki arti cinta dunia dan takut mati.

Sesungguhnya, penyakit ini sudah mulai banyak terlihat di kalangan muslim modern masa kini.

Kosongnya rohani menjadi pemicu utama munculnya penyakit wahn, terutama kecintaan terhadap dunia yang terlalu berlebihan.

Penyakit Tanda Akhir Zaman Menurut Rasulullah

cinta dunia

sumber: tribunnews.com

1. Cinta Dunia

Penyakit pertama tanda akhir zaman yang membuat umat Islam lemah dan tak berdaya adalah kecintaan terhadap dunia.

Sudah banyak pepatah yang mengingatkan bahwa manusia di dunia hanya sebatas singgah, bukanlah untuk menetap.




Ketika seorang muslim terlalu mencintai dunia, ia akan lupa terhadap tugasnya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Alhasil muncul penyakit yang ditandai dengan ambisi besar untuk mengejar kenikmatan dunia, tanpa sedikitpun memikirkan kehidupan akhirat.

Dalam mengejar nikmat dunia, tak jarang manusia menghalalkan segala cara seperti korupsi hingga mengedarkan narkoba.

Sejatinya Allah sudah memberi peringatan kepada manusia untuk tidak berlebihan dalam mengejar kesenangan dunia, sebab orang-orang seperti itu tempatnya di neraka.

2. Takut Mati

Penyakit yang kedua adalah takut mati, karena lemahnya iman dalam diri.

Orang-orang yang takut menghadapi kematian pada dasarnya sadar bahwa mereka memiliki amal yang sedikit, sehingga takut dengan siksa kubur dan hari penghakiman.

Terkait hal ini, Rasulullah pernah menyebutkan bahwa orang yang paling cerdas ialah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan bekal akhirat.

Namun beda halnya dengan mereka yang mengikuti hawa nafsu semata, perilaku buruk dan maksiat sudah pasti tak dapat dihindari.

Para ulama menggolongkan takut akan kematian menjadi dua golongan:

  1. Takut yang tidak tercela, yakni takut mati yang sifatnya tabiat dan dimiliki oleh setiap manusia
  2. Takut yang tercela, yakni takut mati karena lemahnya iman

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Tanah Abang?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts