Berita Properti

Buruh Indonesia Banyak yang Belum Punya Rumah, Ini Penyebabnya!

24 April 2017
2 menit

Kepemilikan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) selalu menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Berhubung sebentar lagi kita memperingati Hari Buruh, bagaimana nasib kepemilikan rumah para buruh di Indonesia hingga tahun 2017?

Ini Penyebabnya!

Di samping harga rumah yang terus naik, ternyata halangan terbesar para buruh untuk memiliki rumah adalah uang muka atau down payment (DP) yang tergolong besar. Seperti yang kita tahu bahwa besaran DP rumah hingga saat ini mencapai 20% dari total harga rumah. Angka tersebut tentunya sangat memberatkan untuk para buruh.

Permasalahan ini nampaknya mulai menemukan jawaban. Pada awal tahun 2017, Sekretasi Jenderal KSPSI Rudy Prayitno telah menandatangani nota kesepahaman pembangunan satu juta rumah buruh. Nantinya para buruh dapat memiliki rumah hanya dengan membayar uang muka sebesar 1 persen dengan cicilan Rp800 ribu selama 20 tahun.

Program satu juta rumah untuk buruh ini merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia. Tipe rumah yang dibangun pun merupakan tipe 36 yang luas tanahnya 60 m² di kawasan Jabodetabek dan 150 m² di luar Jabodetabek.

You Might Also Like