Gaya Hidup Kesehatan

8 Penyebab Telat Haid selain Hamil, Bisa Disebabkan Stres hingga Penyakit Lainnya!

4 menit

Tak hanya kehamilan, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan siklus menstruasi mundur. Jika kamu sering mengalaminya, jangan keburu panik. Berikut beberapa penyebab telat haid dan solusinya!

Jangka waktu siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari.

Jika meleset 2-3 hari, hal ini masih terbilang wajar dan tak mengkhawatirkan.

Namun, apa jadinya jika kamu telat hadi hingga satu bulan?

Tentu rasanya was-was bukan, Sahabat 99.

Namun jangan langsung panik dan berpikiran buruk, ya.

Pasalnya, ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab telat haid.

Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Siklus Menstruasi?

Siklus menstruasi merupakan perubahan fisiologi yang terjadi pada tubuh wanita secara berkala.

Ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi estrogen dan progesteron yang ada di dalam tubuh.

Ketika berada dalam siklus menstruasi, lapisan dinding rahim akan luruh dan keluar dari tubuh.

Inilah yang dikenal sebagai darah menstruasi, banyaknya sekitar 30-40 ml pada setiap siklus.

Tak hanya darah keluar dari tubuh, nyeri di bagian perut bawah juga menjadi keluhan utama saat siklus menstruasi.

Rasa nyeri ini muncul akibat terjadinya kontraksi otot rahim karena peningkatan hormon prostaglandin di dalam tubuh.

Meski begitu, kontraksi yang terjadi sebenarnya diperlukan untuk membantu meluruhkan lapisan dinding rahim dengan baik.

Umumnya, menstruari terjadi setiap 21-35 hari sekali dan berlangsung selama 3-7 hari.

Namun pada beberapa kasus, siklus menstruasi bisa terlambat atau tertunda.

Kira-kira, apa saja yang menyebabkan hal ini terjadi, ya?

10 Penyebab Telat Haid selain Hamil

1. Perubahan Berat Badan bisa Jadi Penyebab Telat Haid

perubahan berat badan penyebab telat haid

Berat badan yang naik atau turun secara drastis bisa jadi salah satu penyebab terganggunya siklus menstruasi.

Hal ini karena hormon di dalam tubuh tidak stabil akibat perubahan berat badan yang esktrem.

Sehingga pada akhirnya mempengaruhi siklus menstruasi, baik menyebabkan haid terlambat atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Akan tetapi, kondisi ini biasanya hanya sementara, bisa jadi hanya satu siklus karena kadar hormon akan kembali normal dengan sendirinya.

Jadi, kamu tak perlu khawatir jika melewatkan satu siklus haid ketika tengah mengalami perubahan berat badan ekstrim,

Baca Juga:

11 Manfaat Durian untuk Kesehatan | Ampuh Atasi Kanker hingga Tingkatkan Kesuburan!

2. Olahraga Berlebihan sehingga Memicu Stres Fisik

Tak hanya perubahan drastis pada berat badan, olahraga berlebihan juga bisa menjadi penyebab telat haid.

Hal ini karena olahraga berat dapat memicu stres fisik atau tubuh.

Pada akhirnya, ini akan menyebabkan hormon tubuhmu juga terganggu serta tidak stabil.

Sehingga siklus menstruasi tidak berlangsung seperti biasanya.

Meski tentu saja, tidak ada salahnya menjaga kebugaran dengan berolahraga.

Namun, jika hanya untuk menyehatkan tubuh, sebaiknya pilih gerakan olahraga ringan.

3. Stres Menjadi Faktor Penyebab Telat Haid yang Umum Terjadi

stres penyebab telat haid

Tahukah kamu, hormon menstruasi dikendalikan oleh area hipotalamus di otak.

Menurut para ahli, area ini sangat sensitif atau mudah dipengaruhi oleh stres.

Hal inilah yang menyebabkan wanita dengan kadar stres tinggi sering mengalami telat haid.

Kondisi ini umumnya dikenal sebagai gejala hipotalamus amenore.

Dimana dinding rahim tidak mengalami peluruhan dalam satu bulan atau lebih.

Ketika siklus menstruasi akhirnya tiba, tak jarang kamu akan menderita rasa nyeri yang hebat.

Kompres air hangat hingga asupan vitamin D yang cukup bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasi nyeri haid.

4. Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS

Berikutnya, siklus haid mungkin terganggu akibat sindrom ovarium polikistik.

Atau yang dikenal pula sebagai sindrom PCOS di khalayak umum.

Ketika kamu menderita PCOS, hormon dan sistem metabolisme tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Sehingga fungsi indung telur dan siklus menstruasi pun terganggu.

Umumnya siklus haid terjadi setiap dua minggu atau tiga bulan atau bahkan hanya terjadi sekali pada penderita PCOS.

Tak hanya itu, penderita juga bisa mengalami pertumbuhan rambut yang tak normal di beberapa area, kista pada ovarium, hingga infertilitas.

Oleh sebab itu, jika siklus haidmu tidak beranjak normal setelah 2-3 bulan, sebaiknya periksana diri ke dokter kandungan secepatnya.

5. Efek Samping dari Obat atau Alat Pengontrol Kehamilan

efek samping obat pengontrol kehamilan

Jika kamu mengkonsumsi pil KB atau menggunakan alat pengontrol kehamilan seperti implan, ini juga akan mempengaruhi siklus haid.

Telat haid merupakan salah satu efek samping dari penggunaan pengontrol kehamilan.

Hal ini karena hormon esterogen cenderung menjadi rendah di dalam tubuh.

Jika konsumsi pengontrol kehamilan menyebabkan kondisi ini padamu, sebaiknya segera hentikan.

Hormon dalam tubuh akan kembali normal setelah 1-3 bulan berhenti menggunakannya.

Atau jika memang kamu memerlukannya, konsultasikan dengan dokter bagaimana cara menstabilkan hormon ketika menggunakan jenis kb pengontrol kehamilan.

6. Disfungsi Tiroid sebagai Penyebab Telat Haid

Tahukah kamu, gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi, lo.

Kelenjar ini terletak di area leher dan berfungsi untuk mengatur kinerja metabolisme tubuhmu.

Jika area ini tidak aktif atau bahkan terlalu aktif, maka produksi hormonnya akan menyebabkanmu telat haid.

Tak hanya itu, gangguan ini bisa menyebabkan kamu berisiko terkena diabetes, sel telur gagal matang, hingga kinerja organ reproduksi yang menurun.

Salah satu gejala kelenjar tiroid bermasalah adalah berat badan yang berubah secara drastis.

Namun, untuk diganosa lebih akuratnya kamu perlu melakukan tes darah di klinik terdekat.

7. Efek Samping Konsumsi Obat-obatan

Konsumsi obat antinyeri, pembeku darah, hingga ibuprofen juga bisa jadi penyebab telat haid.

Terlebih jika kamu mengkonsumsinya menjelang prediksi hari pertama menstruasi.

Namun kondisi ini bisa diatasi dengan menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut.

Jadi, kamu tak perlu khawatir dan berpikiran buruk jika ini terjadi.

Baca Juga:

7 Cara Mempercepat Haid dengan Aman dan Alami | Praktis dan Ampuh!

8. Penyebab Haid Telat Menopause Dini

Jika kamu memasuki usia kepala empat dan siklus haid terganggu, mungkin saja ini merupakan gejala menopause dini.

Menopause umumnya terjadi pada rentang usia 45-55 tahun

Namun pada beberapa kasus, gejalanya bisa dimulai sejak 2-8 tahun sebelum kamu mencapai usia menopause.

Efeknya, haid menjadi lebih jarang terjadi, rentang siklusnya pendek, sering berkeringat, sulit tidur, vagina kering, hingga perubahan mood yang signifikan.

Hal ini terjadi akibat pelepasan sel telur mulai berhenti di dalam rahim.

Cara Melancarkan Haid yang Disarankan

cara melancarkan haid yang benar

Jika haid telat bukan akibat penyakit kronis atau gangguan lainnya pada tubuh, kamu bisa mengatasinya secara mandiri.

Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalak merubah gaya hidup.

Langkah-langkah yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Mengatur aktivitas fisik yang dilakukan
  • Mengkonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang tinggi
  • Mengembalikan kestabilan hormon dengan rutin melakukan gerakan relaksasi seperti yoga di rumah
  • Berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol

Tak hanya merubah gaya hidup, kamu juga bisa coba mengkonsumsi beberapa ramuan alami.

Misalnya, kamu dapat secara rutin membuat dan meminum jamu pelancar haid alami.

Atau, berkonsultasilah dengan ahlinya agar solusi yang diberikan lebih terpercaya.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Jakarta, Surabaya, Bali, atau kota lainnya?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu sekarang!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts