Berita

Tewaskan 6 Orang, Virus Korona dari China Menyebar ke Berbagai Negara. Sampai Indonesia?

22 Januari 2020
virus korona
2 menit

Otoritas di China menyampaikan pada hari senin (20/1/2020) bahwa virus korona jenis baru telah menyebar ke banyak kota.

Melansir dari cnnidonesia.com yang mengutip dari AFP, sampai sekarang sudah ada 218 orang yang terindikasi terkena virus ini.

Apa Itu Virus Korona?

Virus ini menyebabkan ratusan orang terjangkit penyakit Severe Acute Respirotary Syndrome (SARS).

SARS sendiri pernah menewaskan hampir 800 orang secara global selama wabah 2002-2003 yang dimulai di China.

Gejala yang dirasakan penderitanya meliputi demam dan kesulitan bernapas, mirip dengan penyakit pernapasan lain yang menimbulkan komplikasi.

Korona sendiri termasuk ke dalam salah satu penyebab penyakit pneumonia yang ditemukan pertama kali di China pada November 2002.

Biasanya, virus ini menginfeksi orang dengan rentang usia 30-79 tahun.

virus korona

Virus ini menjangkit kalangan turis dan masyarakat China yang bepergian ke luar negeri, sehingga tersebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Menurut AFP, jumlah orang yang didiagnosis menderita virus ini sudah mencapai 218 orang.

Dikabarkan pula sudah 6 orang meninggal dunia akibat terjangkit virus korona.

Sampai sejauh ini, telah dilaporkan bahwa Thailand dan Jepang memiliki temuan kasus yang dicurigai berkaitan dengan virus ini.

WHO Menggelar Rapat Darurat

Perkembangan yang pesat dari virus ini membuat World Health Organization (WHO) menggelar rapat darurat yang akan dilaksanakan pekan ini.

Rapat tersebut akan membahas apakah wabah virus ini masuk ke dalam status “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional”.

Beijing dan Shanghai sudah mengonfirmasi kasus pertama mereka pada hari Senin (20/1/2020).

Baca Juga:

Jadi Provinsi Termiskin, Spanduk Ucapan “Selamat” Bertebaran di Aceh

Sementara itu, kasus lain muncul di Provinsi Guangdon Selatan dan 136 kasus lainnya ditemukan di Whuna pada pekan lalu.

Komisi kesehatan Wuhan mengonfirmasi bahwa sudah ada korban ketiga yang meninggal di Wuhan akibat virus ini.

Seorang ilmuwan bernama Zhog Nanshan di Komisi Kesehatan Nasional mengungkapkan bahwa pasien bisa tertular tanpa harus pergi ke Wuhan.

“Saat ini bisa dikatakan secara afirmatif bahwa ada fenomena penularan dari manusia ke manusia,” ucapnya dalam wawancara dengan CCTV.

Peningkatan Kasus Pneumonia

virus korona

Zhong memprediksi bahwa peningkatan kasus radang paru-paru atau pneumonia terjadi saat libur Tahun Baru Imlek.

Pada periode tersebut, disebutkan bahwa terdapat jutaan orang yang datang ke China.

Namun, kabar penyebaran virus ini ternyata tidak terlalu digubris oleh para pendatang.

“Melihat berita (tentang virus korona), saya merasa sedikit khawatir. Tapi saya belum mengambil tindakan pencegahan selain memakai masker,” ujar Li Yang, salah satu individu yang pulang kampung untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

***

Baca Juga:

Setelah Banjir Jakarta, Banjir Bandang Parah Menerjang & Merusak Sejumlah Daerah

Nantikan informasi dan berita terbaru lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Sedang mencari properti idaman? Kunjungi saja 99.co/id!

You Might Also Like