Finansial Keuangan

11 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional | Menurutmu Mana yang Lebih Menguntungkan?

3 menit

Asuransi syariah adalah salah satu produk keuangan yang didasarkan pada hukum agama Islam. Lalu apakah perbedaan asuransi syariah dan konvensional? Yuk cari tahu!

Banyak orang ragu mengikuti program asuransi syariah karena masih awam.

Secara umum, nasabah asuransi syariah juga memiliki perlindungan yang tidak jauh berbeda dengan nasabah asuransi konvensional.

Namun, ada perbedaan mendasar dalam sistem manajemen keuangan asuransi syariah.

Dalam asuransi syariah, investasi nasabah dalam bentuk aset dan tabarru.

Sebagai timbal balik, nasabah akan mendapat perlindungan dalam menghadapi berbagai risiko sesuai dengan perjanjian berdasarkan hukum Syariah.

Kamu tertarik menjadi nasabah asuransi syariah?

Sebelum memutuskan, kamu harus mempelajari terlebih dulu mengenai perbedaan kedua jenis asuransi tersebut.

Nah, kali ini 99.co Indonesia akan merangkum sejumlah perbedaan asuransi syariah dan konvensionak. Yuk langsung kita cek!

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

1. Tidak Ada Dana Hangus pada Asuransi Syariah

tidak ada dana hangus asuransi syariah

Pada asuransi konvensional, ada istilah ‘dana hangus’ jika asuransi tidak diklaim.

Sebagai contoh, saat seseorang tidak meninggal selama masa penanggungan asuransi, maka dia tidak dapat mengklaim dana kematian.

Sementara, pada asuransi syariah, nasabah bisa tetap mengambil dana setelah masa penanggungan asuransi berakhir.

Namun, sebagian kecil dana diambil pihak perusahaan asuransi syariah sebagai dana tabarru.

Jika tidak sanggup membayar premi, kamu bisa menutup akun asuransi syariah dan mendapat kembali dana yang telah kamu investasikan.

2. Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional dalam Pengelolaan Uang

Perbedaan juga terlihat dari pengelolaan kedua jenis asuransi ini.

Dalam asuransi syariah, dana yang diinvestasikan nasabah adalah milik nasabah sepenuhnya.

Pihak perusahaan asuransi syariah hanya bertindak sebagai pengelola dana.

Sementara pada asuransi konvensional, perusahaan asuransi memiliki wewenang penuh pada pengalokasian dana dan alokasi investasi nasabah.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Asuransi Kesehatan Terbaik Tahun 2020. Jangan Tunggu Sakit!

3. Perbedaan Akad Asuransi Syariah dan Konvensional

Perbedaan Akad Asuransi Syariah dan Konvensional

Dalam asuransi konvensional, nasabah dan perusahaan asuransi menggunakan akad jual beli.

Sementara dalam asuransi syariah, nasabah dan perusahaan asuransi menggunakan akad takaful atau saling menolong.

Akad ini mengikat kedua belah pihak untuk saling tolong menolong saat salah satu pihak terkena musibah.

Bentuk bantuan yang diberikan nasabah berupa dana tabarru.

4. Prinsip

Prinsip asuransi syariah adalah saling menolong antara nasabah dan pihak perusahaan asuransi.

Dengan begitu risiko dibebankan kepada perusahaan dan nasabah.

Sementara, pada asuransi konvensional, prinsipnya adalah penyerahan risiko sepenuhnya dari nasabah kepada perusahaan asuransi.

5. Wakaf

Salah satu poin yang tidak ada dalam asuransi konvensional adalah wakaf

Pada asuransi syariah, nasabah dapat mewakafkan manfaat asuransi dalam wujud tunai atau dalam bentuk santunan meninggal dunia.

6. Perbedaan Investasi

Dalam asuransi syariah, dana yang belum terpakai nasabah dapat diinvestasikan ke lembaga keuangan berbasis syariah dengan sistem bagi hasil.

Sementara, pada asuransi konvensional, pengelolaan investasi menggunakan bunga yang dipercaya mengandung unsur Maghrib (Maisir, Gharar, Haram, dan Riba).

Jasa pengelolaan investasi bebas riba ini juga banyak ditawarkan beragam perusahaan asuransi syariah di Indonesia.

7. Keuntungan dari Investasi Asuransi

keuntungan dari investasi

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional juga bisa dilihat dari keuntungan investasi nasabah.

Dalam asuransi syariah, jika ada keuntungan yang didapat perusahaan dari dana asuransi, akan dibagi kepada nasabah.

Sementara pada asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya milih perusahaan asuransi.

Selain itu, jika ada kelebihan rekening tabarru, dananya akan diberikan kepada nasabah.

8. Zakat

Zakat juga merupakan salah satu poin penting perbedaan asuransi syariah dan konvensional.

Pada asuransi syariah, nasabah diwajibkan membayarkan sejumlah uang sebagai zakat.

Hal ini tidak berlaku pada asuransi konvensional.

9. Perbedaan Pengawas Asuransi Syariah dan Konvensional

pengawasan asuransi syariah dan konvensional

Pengelolaan asuransi syariah diawasi oleh pihak ketiga yang disebut Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Sementara, pengawas asuransi konvensional adalah hukum yang berlaku di sebuah negara.

Asuransi konvensional yang resmi juga harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

10. Pengelolaan Dana

Asuransi syariah hanya akan memilih jenis investasi syariah.

Salah satu syarat investasi syariah adalah investasi pada objek yang jelas dan halal.

Hal ini berbeda dengan asuransi konvensional yang bebas memilih instrumen investasi selama menguntungkan.

11. Pembayaran Klaim Asuransi

Perbedaan mendasar juga terdapat pada pembayaran klaim kedua jenis asuransi ini.

Pada asuransi syariah, dana nasabah akan dialirkan pada tabungan bersama yang digunakan untuk saling menolong antarnabasah.

Pada asuransi konvensional, setiap nasabah memiliki rekening masing-masing.

Selain itu, satu polis asuransi syariah bisa digunakan untuk semua anggota keluar inti.

Sementara, pada asuransi konvensional, satu polis hanya dapat dipegang oleh satu orang.

Maka dari itu pembayaran premi pun lebih tinggi karena setiap anggota keluarga dibebankan biaya premi tersendiri.

Baca Juga:

3 Jenis Asuransi Rumah Terpenting untuk Lindungi Hunian dari Berbagai Risiko!

Itulah 11 perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang dapat kamu pelajari.

Semoga artikel ini membantu kamu memutuskan jenis asuransi apa yang akan kamu pilih nanti.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bogor dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts