Finansial Keuangan

6 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah | Kamu Pilih yang Mana?

3 menit

Bingung memilih jenis bank apa yang hendak digunakan? Sebagai pertimbangan, simak apa saja perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah di artikel ini, ya!

Dalam dunia perbankan di Indonesia, terdapat dua jenis bank, yakni bank syariah dan konvensional.

Meski kedua jenis bank tersebut sudah tidak asing lagi, masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai perbedaan dari dua bank itu.

Sebenarnya, keduanya memiliki banyak perbedaan yang signifikan.

Dengan mengetahui perbedaannya, kamu dapat menjadikannya sebagai bahan pertimbangan untuk memilih salah satu bank yang paling cocok untuk digunakan.

Untuk membantu kamu, berikut ini beberapa perbedaan bank konvesional dan syariah.

 6 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

1. Cara Mendapatkan Keuntungan

bank

Dalam kegiatan opersionalnya, baik bank konvesional maupun syariah sama-sama membutuhkan keuntungan atas usaha yang dijalankan.

Meski demikian, kedua bank ini menerapkan perhitungan  yang berbeda dalam hal keuntungan bisnis usaha.

Bank konvesional menjalankan usahanya dengan memberikan keuntungan dalam jumlah tertentu dalam bentuk suku bunga bagi nasabahnya.

Suku bunga ini akan diatur berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah melalui lembaga keuangan dan perbankan di mana besaran suku bunga harus menguntungkan pihak bank.

Sementara itu, bank syariah tidak menerapkan sistem bunga pada layanan mereka.

Bank ini dijalankan berdasarkan syariat Islam, sehingga bunga dilarang karena dianggap tidak sesuai syariat.

Bank syariah menggunakan sistem bagi hasil dan mendapatkan sejumlah keuntungan dari sistem tersebut.

Baca Juga:

Anti Ribet! Ini 8 Keuntungan Menabung di Bank. Prosesnya Mudah, Aman & Praktis!

2. Sistem Operasional

Bank konvensional dijalankan berdasarkan standar opersional perbankan yang telah ditetapkan pemerintah dan tunduk pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Hal ini diatur pemerintah melalui lembaga keuangan dan pihak lainnya yang dianggap berkepentingan dengan masalah tersebut.

Sementara bank syariah tentunya mengikuti aturan syariat Islam.

Semua kegiatan operasional yang dijalankan akan dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah dikeluarkan melalui fatwa MUI yang diambil berdasarkan ketentuan syariat Islam.

3. Cara Mengelola Dana

Pengelolaan dana di bank konvesional bisa dilakukan pada berbagai lini bisnis yang dianggap aman dan menguntungkan.

Selama pengelolaan dana ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku maka pihak bank memiiki kebebasan untuk menjalankan dan mengelola dana tersebut.

Bank juga memiliki sejumlah kewajiban kepada nasabahnya terkait dengan dana simpanan dan investasi yang disetorkan ke bank yang bersangkutan.

Dalam bank syariah, dana nasabah yang diterima dalam bentuk titipan atau investasi tidak bisa dikelola pada semua lini bisnis secara sembarangan.

Pengelolaan dan investasi yang dilakukan bank syariah harus berdasarkan syariat Islam, di mana lini bisnis yang dipilih harus yang memenuhi aturan syariat Islam.

4. Metode Transaksi

syariah

Seluruh aturan serta kebijakan transaksi yang ditemui dalam bank konvesional telah diatur dan dijalankan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Sementara pada bank syariah, secara khusus beberapa transaksi telah diatur berdasarkan fatwa MUI, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Akad al-Mudharabah (bagi hasil)
  • Al-Musyarakah (perkongsian)
  • Al-Musaqat (kerja sama tani)
  • Al-Ba’i (bagi hasil)
  • Al-Ijarah (sewa-menyewa)
  • Al-Wakalah (keagenan)

5. Denda Keterlambatan

Nasabah pada bank konvesional dibebankan uang tambahan atau bunga apabila terlambat melakukan pembayaran.

Besaran bunga ini akan makin bertambah, jika nasabah tidak mampu membayar pada periode berikutnya.

Berbeda dengan bank konvesional, bank syariah tidak memiliki ketetuan beban uang tambahan yang harus dibayarkan bagi nasabah yang melakukan keterlambatan pembayaran.

Namun, terdapat sanksi yang dikenakan bagi nasabah yang mampu membayar tetapi sengaja menunda pembayaran.

Sanksi dapat berupa uang dengan jumlah sesuai dengan akad yang sudah disetujui dan ditandatangani.

Baca Juga:

Begini Syarat & Cara Pinjam Uang di Bank Agar Cepat Disetujui | Selamat Mencoba, ya!

6. Proses Perjanjian

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Pada proses perjanjian atau akad bank konvesional, nasabah cukup melakukan perjanjian dengan hukum.

Sementara pada bank syariah, akad harus sesuai dengan hukum Islam.

Dalam bank syariah, akad harus menyertai rukun, seperti adanya:

  • penjual,
  • pembeli,
  • barang,
  • harga, serta
  • ijab dan kabul.

Selain itu, syarat yang termasuk dalam kategori barang dan jasa harus halal, harga barang dan jasa pun harus jelas, begitu juga dengan tempat penyerahannya.

Barang yang ditransaksikan juga harus dalam kepemilikan penjual.

***

Demiakian  sejumlah perbedaan bank konvensional dan bank syariah.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa baca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Jakarta Selatan, Bandung, Bali dan lokasi lainnya?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id ya!

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts