Hukum

Tampilannya Hampir Mirip, Ini Perbedaan Buku Tanah dan Sertifikat Tanah yang Perlu Kamu Tahu

3 menit

Masalah legalitas yang paling sering dipermasalahkan masyarakat diantaranya menyoal tanah. Tapi, apakah kamu sudah tahu perbedaan dari buku tanah dan sertifikat tanah itu sendiri? Temukan jawabannya di sini.

Kamu tentu tidak asing dengan sertifikat tanah, namun bagaimana dengan buku tanah?

Perlu diketahui bahwa kedua dokumen ini sangat penting untuk pendaftaran tanah.

Terutama bagi mereka yang awam.

Di samping minimnya informasi, akses ke pelayanan publik pun dinilai masih cukup menyulitkan.

Perbedaan Buku Tanah dan Sertifikat Tanah

Sebelum kita bahas mengenai perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah, lebih baik jika kita bahas terlebih dahulu pengertian mengenai buku tanah dan sertifikat tanah.

Pengertian keduanya pun tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Pada pasal 1 ayat 19 tercantum bahwa:

“Buku tanah adalah dokumen dalam bentuk daftar yang memuat data yuridis dan data fisik suatu obyek pendaftaran yang sudah ada haknya.”

Bukan hanya itu, di dalam PP tersebut pun dijelaskan mengenai sertifikat tanah.

Pada ayat 20 dalam pasal yang sama, tertulis bahwa:

“Sertifikat adalah surat tanda bukti hak sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun dan hak tanggungan yang masing-masing sudah dibukukan dalam buku tanah yang bersangkutan.”

perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah

Jika dilihat dari kedua pengertian tersebut, perbedaan akta tanah dan sertifikat dapat dilihat bahwa sebuah buku tanah akan memuat data terkait tanah yang sudah ada haknya.

Selanjutnya, sertifikat tanah merupakan sebuah surat tanda bukti hak atas tanah yang telah dibukukan.

Perbedaan lain dari buku tanah dan sertifikat tanah terlihat dari tujuan penerbitannya.

Sertifikat tanah diterbitkan untuk kpentingan pemegang hak yang bersangkutan sesuai dengan data fisik dan yuridis yang terdaftar dalam buku tanah.

Sedangkan buku tanah, tak bisa digunakan untuk kepentingan jual-beli tanah sebab, di dalamnya hanya berisi data-data saja.

Baca Juga:

Cara Membuat Sertifikat Tanah Mudah Sesuai Syarat Tahun 2020

Pendaftaran Tanah

Buku tanah dan sertifikat tanah merupakan dua dokumen penting terkait pendaftaran tanah.

Apa itu pendaftaran tanah?

Penjelasan terkait hal ini pun ada dalam Pasal 1 ayat 1 PP No. 24 Tahun 1997 tertulis bahwa:

“Pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis, dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termasuk pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya.”

Pendaftaran tanah ini dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menjamin kepastian hukum.

perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah

Terkait prosesnya, pendaftaran tanah pun diatur dalam Pasal 19 ayat 2 Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Pendaftaran tanah meliputi:

  1. Pengukuran perpetaan dan pembukuan tanah,
  2. Pendaftaran hak-hak atas tanah dan peralihan hak-hak tersebut,
  3. Pemberian surat-surat tanda bukti hak, yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat.

Proses yang satu ini tentu membutuhkan biaya, lalu bagaimana dengan rakyat yang tidak mampu?

Dalam hal ini, pemerintah memberikan aturan bahwa rakyat tidak mampu akan dibebaskan dari biaya pendaftaran tanah.

Pembukuan Hak dan Penerbitan Sertifikat

perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah

Sumber: www.pedulirakyat.co.id

Nah, jika sudah tahu mengenai pengertian, ketentuan serta perbedaan hak dan sertifikat tanah, lalu bagaimana ketentuan pembukuan dan penerbitan sertifikat?

Penjelasan mengenai pembukuan hak dan penerbitan sertifikat tanah ini tercantum dalam PP No. 24 Tahun 1997 pada Pasal 29 dan 31.

Khusus pembahasan mengenai pembukuan tanah, tercantum dalam Pasal 29.

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa buku sertifikat tanah ini memuat data yuridis dan fisik terkait hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, dan hak milik atas satuan….

….Rumah susun yang dicatat juga dalam surat ukur.

Pembukuannya ini dilakukan berdasarkan alat bukti.

Baca Juga:

Cara Beli Tanah Kosong Bikin Bingung? Perhatikan Dulu Prosedur & Panduannya

Bagaimana dengan penerbitan sertifikat?

Masih dalam PP yang sama, penjelasan mengenai penerbitan sertifikat tanah tercantum dengan jelas dalam Pasal 31.

Dijelaskan bahwa sertifikat tanah ini diterbitkan untuk kepentingan pemegang hak yang sesuai dengan data fisik dan yuridis dalam buku tanah.

Dijelaskan juga bahwa apabila dalam buku tanah terdapat catatan terkait data yuridis dan data fisik, maka penerbitan sertifikat ini akan ditangguhkan sampai catatan tersebut dihapuskan.

Penyerahan sertifikat tanah ini nantinya hanya boleh diberikan kepada pihak pemegang hak yang tercantum dalam buku tanah atau yang telah dikuasakan.

Berikut ini contoh buku tanah:

perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah

Sedangkan, ini contoh gambar sertifikat tanah:

perbedaan buku tanah dan sertifikat tanah

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya!

Selalu kunjungi 99 Indonesia untuk baca kumpulan berita properti ter-update.

Dapatkan pula properti yang sedang kamu cari di situs 99.co/id.

Cynthia Novianti

Content Writer for 99.co. Love cats eyes and ice cube. *krok-krok*
Follow Me:

Related Posts