Hukum

Perbedaan Buku Tanah dengan Sertifikat Tanah, Sudah Tahu?

24 Mei 2017
2 menit

Anda tentu tidak asing dengan sertifikat tanah, namun bagaimana dengan buku tanah? Perlu diketahui bahwa kedua dokumen ini sangat penting untuk pendaftaran tanah. Apa perbedaan dari keduanya? Temukan dalam artikel ini!

Pendaftaran Tanah

Buku tanah dan sertifikat tanah merupakan dua dokumen penting terkait pendaftaran tanah. Apa itu pendaftaran tanah? Penjelasan terkait hal ini pun ada dalam Pasal 1 ayat 1 PP No. 24 Tahun 1997 tertulis bahwa:

“Pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis, dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termasuk pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya.”

Pendaftaran tanah ini dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menjamin kepastian hukum. Terkait prosesnya, pendaftaran tanah pun diatur dalam Pasal 19 ayat 2 Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Pendaftaran tanah meliputi:

a. pengukuran perpetaan dan pembukuan tanah;

b. pendaftaran hak-hak atas tanah dan peralihan hak-hak tersebut;

c. pemberian surat-surat tanda bukti hak, yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat.

Proses yang satu ini tentu membutuhkan biaya, lalu bagaimana dengan rakyat yang tidak mampu? Dalam hal ini, pemerintah memberikan aturan bahwa rakyat tidak mampu akan dibebaskan dari biaya pendaftaran tanah.

You Might Also Like