Berita Berita Properti

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional Berdasarkan Sudut Pandang Milenial. Mana yang Terbaik?

2 menit

Berikut ini akan dipaparkan sudut padang dari milenial terkait perbedaan KPR Syariah dan Konvensional. Mana paling baik menurutmu?

Ketika hendak membeli rumah, program Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah skema bayar yang banyak dipilih.

Pasalnya, program tersebut memungkinkan kita mendapat pinjaman dari bank untuk membeli rumah.

Sebuah solusi jika ingin mendapatkan rumah, tapi biaya yang dimiliki terbatas.

Ada dua sistem KPR yang banyak dipakai oleh khayalak…

Pertama jenis KPR konvensional dan kedua KPR Syariah.

Kedua skema KPR tersebut mempunyai perbedaan masing-masing.

Paling mencolok adalah ihwal sistem cicilan, KPR konvensional membebankan bunga di setiap pembayaran per bulannya.

Sementara KPR syariah menggunakan sistem margin yang disepakati di awal ketika proses pembelian rumah dengan bank…

Sehingga pembayaran per bulannya akan sama sejak awal mencicil sampai rumah berhasil dilunasi.

Demi mengetahui untung rugi serta perbedaan KPR Syariah dan Konvensional, 99.co Indonesia berkesempatan mewawancarai Dirgantara Gumawang dan Nita Hidayati.

Dirgantara dan Nita adalah dua orang yang membeli rumah dan menggunakan sistem KPR dalam proses pembayarannya.

Dirgantara memakai KPR konvensional, sementara Nita KPR Syariah.

Supaya lebih jelas, mari kita simak paparan dari kedua milenial tersebut!

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional Berdasarkan Sudut Pandang Milenial

1. Keuntungan

rumah kpr syariah

Rumah milik Nita Hidayati | Foto: Dok. Pribadi

Langsung saja kita menilik keuntungan dari masing-masing sistem KPR.

Bagi Dirgantara yang menggunakan sistem konvensional, KPR rumah jenis ini cukup menguntungkan.

Terlebih jika berbicara beban cicilan per bulan, sistem ini sesuai dengan kemampuannya.

“Tenor bisa lebih lama jadi bisa menyesuaikan dengan kemampuan bayar,” ungkap Dirgantara yang merupakan seorang pedagang di Kota Bandung.

Sementara untuk Nita, keuntungan memakai jenis KPR Syariah adalah soal ketenangan.

Sebabnya, besaran cicilan bulanan rumah lewat KPR Syariah sudah ditentukan di awal dan tak khawaitr jika ada kenaikan suku bunga di kemudian hari.

“Lebih tenang karena tidak dipusingkan jika ada kenaikan bunga perbankan,” tutur perempuan yang berprofesi sebagai content writer ini.

2. Kekurangan

Dirgantara dan Nita lalu ditanya terkait kekurangan serta hambatan dari KPR rumah yang sedang mereka jalani.

Menurut Nita, meski sampai saat ini belum mengalami hambatan berarti, ketika melakukan cicilan per bulan, nominal yang ia bayarkan tak akan berubah walau suku bunga sedang turun.

“KPR  Syariah ini sudah ditetapkan sama nominalnya setiap bulan, jadi kalau BI rate sedang turun, nominal cicilannya tidak akan berubah,” tuturnya.

Lalu, bagaimana menurut Dirgantara yang notabene memakai sistem KPR Konvensional?

Dikatakan olehnya, jika biaya pengurusan notaris, dan komitmen bayar menjadi salah satu tantangan terbesarnya.

“Biaya pengurusan KPR dan notaris yang nilainya cukup besar, komitmen untuk bayar tepat waktu, karena kalau sampai telat, dendanya wadidaw (besar),” ujar Dirgantara.

3. KPR Konvensional Vs. KPR Syariah, Mana yang Terbaik?

kpr rumah konvensional

Rumah milik Dirgantara Gumawang | Foto: Dok. Pribadi

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional ini berasal dari testimoni narasumber yang kami wawancara, sehingga sifatnya subjektif.

Namun demikian, paparan dari keduanya bisa dijadikan gambaran besar, bila kamu ingin mengetahui perbedaan KPR Syariah dan Konvensional dalam praktiknya.

Bagi Dirgantara, ia menilai jika pilihan tenor yang panjang dari KPR Konvensional cukup menguntungkan, sebab jumlah cicilan bisa lebih murah.

Hal itu tidak didapat dari KPR Syariah.

“Cicilan per bulannya (KPR Konvensional) lebih kecil dibanding cicilan per bulan (KPR) Syariah.”

Nah, sedangkan bagi Nita justru sebaliknya.

Dikatakan Nita, tenor pendek dari KPR syariah adalah faktor yang menurutnya menguntungkan.

Selain itu, pembiayaan uang muka dari sistem KPR Syariah relatif lebih murah dibandingkan KPR Konvensional.

“Tenor yang lebih pendek, daripada bank konvensional. Bank syariah hanya sekitar 10-20 tahun, bank konvensional bisa sampai 30 tahun.”

“Pembayaran uang muka lebih ringan yakni 10 persen, sedangkan bank konvesional biasanya minimal uang mukanya 15 persen,” tambahnya.

***

Itulah testimoni dan perbedaan perbedaan KPR Syariah dan Konvensional dari sudut pandang milenial.

Menurutmu, KPR rumah mana yang lebih baik?

Semoga bermanfaat, Sahabt 99.

Sedang mencari rumah di daerah Cikampek?

Langsung saja lihat di www.99.co/id.

Cek sekarang juga!

Insan Fazrul

Junior Content Writer di 99.co Indonesia.
Follow Me:

Related Posts