Berita, Berita Properti

Yuk, Kenali Perbedaan Rusun, Rusunawa, dan Rusunami!

16 Juni 2019
7 menit

Sahabat 99 tentu sudah tidak asing ‘kan dengan istilah rumah susun (rusun)? Lalu pernahkah mendengar istilah rusunawa dan rusunami? Apakah sebenarnya rusun, rusunawa, dan rusunami itu berbeda?

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai ketiganya.

Setelah membaca artikel ini, Anda akan:

  • Lebih paham mengenai rusun.
  • Tahu apa untung rugi tinggal di rusun.
  • Tahu semua aturan yang ada di rusun.
  • Tahu mengenai perkumpulan pemilik dan penghuni rusun.

Penasaran ‘kan? Yuk, pahami bersama dan baca artikel ini sampai selesai!

Apa Itu Rusun?

Rusun merupakan kategori rumah resmi pemerintah Indonesia untuk tipe hunian bertingkat seperti apartemen, kondominium, flat, dan lain-lain.

Konsep pembangunannya yaitu bertingkat dan dapat dihuni bersama oleh banyak anggota keluarga.

Tapi….

Satuan unit dari bangunan dibuat terpisah, setiap keluarga dapat hidup masing-masing.

Lalu apa tujuan dibangunnya rusun?

Salah satu poin utamanya adalah untuk memecahkan masalah kebutuhan hunian di lokasi padat penduduk, terutama di wilayah perkotaan.

Adanya rusun dapat mengurangi kawasan kumuh di perkotaan, membuat tampilan kota menjadi rapi, dan tidak menutup kemungkinan bahwa bertambahnya ruang terbuka hijau.

Tujuan dibangunnya rusun pun tercantum dalam Pasal 2 dan 3 UURS, No 16 Tahun 1985.

Berikut isi dari pasal tersebut:

Pasal 2

Pembangunan rumah susun berlandaskan pada asas kesejahteraan umum keadilan dan pemerataan, serta keserasian dan keseimbangan dalam perikehidupan.

Pasal 3

Pembangunan rumah susun bertujuan untuk:

  1. Memenuhi kebutuhan perumahaan yang layak bagi masyarakat, terutama golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah, yang menjamin kepastian hukum dalam pemanfaatannya
  2. Meningkatkan daya guna dan hasil guna tanah di daerah perkotaan dengan memerhatikan kelestarian sumber daya alam dan menciptakan lingkungan permukiman yang lengkap, serasi dan seimbang.
  3. Memenuhi kebutuhan untuk kepentingan lainnya yang berguna bagi kehidupan masyarakat dengan tetap mengutamakan ketentuan.

Layaknya sebuah rusun harus memenuhi syarat seperti rumah biasa, seperti:

  • Menjadi tempat berlindung.
  • Memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penghuninya.
  • Menjadi wadah untuk bersosialisasi.

Sadarkah Anda?

Seiring perkembangan zaman, istilah rusun identik dengan hunian yang diperuntukan bagi kelas bawah.

Apakah Anda juga berpikir demikian?

Sebaiknya hilangkan pemikiran tersebut setelah Anda mengetahui jenis-jenis rusun yang ada di Indonesia.

Berikut jenis beserta penjelasannya…

Jenis-Jenis Rusun:

  • Rumah susun umum

Dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dan yang berpenghasilan rendah.

  • Rumah susun khusus

Biasanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus atau kebutuhan sosial.

  • Rumah susun negara

Milik negara yang khusus dibuat untuk dijadikan tempat tinggal bagi para pegawai negeri.

  • Rumah susun komersial

Biasanya sengaja dibangun untuk mendapatkan sebuah keuntungan dan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

Pembangunan rumah susun umum, rumah susun khusus, rumah susun negara, dan rumah susun dinas adalah tanggung jawab pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Rusun umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)
  2. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)

Lalu, apa bedanya?

Ikuti penjelasan lengkapnya terus di bawah ini.

Rusunawa Adalah..

Rusunawa memiliki tampilan yang sama dengan rusunami, namun Anda harus menyewa langsung dari pengembangnya.

Sedangkan…

Rusunami merupakan program pemerintah untuk rumah susun yang tingginya lebih dari 8 lantai. Wujudnya yang mirip dengan apartemen membuat pengembang menyebutnya sebagai:

Apartemen bersubsidi

Istilah ini memang sengaja digunakan oleh para pengembang untuk menghilangkan konotasi negatif yang melekat pada kata rusun.

Apalagi terdapat penambahan kata “sederhana” setelah rusun. Ini dapat berdampak negatif karena dapat membuat pola pikir masyarakat awam menganggap rusun yang disediakan sangatlah sederhana.

Apabila menggunakan kata apartemen, maka hunian tersebut akan terkesan lebih mewah bukan?

Ingin memiliki rusunami? Tenang saja!

Pemerintah menyiapkan subsidi yang dapat membantu masyarakat untuk memiliki rusunami.

Beberapa jenis subsidinya adalah:

  • Subsidi Selisih Bunga hingga maksimum 5% (sesuai golongan)
  • Bantuan Uang Muka hingga maksimum 7 juta (sesuai golongan)
  • Bebas PPN.

Singkatnya….

Rusunawa dibangun oleh pemerintah. Biasanya pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat.

Rusunami Adalah…

Rusunami dibangun oleh perusahaan pengembang (developer).

Dalam Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 7/PERMEN/M/2007, kelompok sasaran penerima subsisidi adalah:

  1. Keluarga/rumah tangga yang baru pertama kali memiliki rumah dan baru pertama kali menerima subsidi perumahan (dibuktikan oleh surat pengantar dari kelurahan)
  2. Pemohon yang memiliki gaji pokok maksimal Rp4,5 juta per bulan
  3. Pemohon yang memiliki NPWP
  4. Harga yang diajukan di bawah Rp144 juta dan rumah di bawah Rp55 juta.

Satuan rumah susun itu sebesar apa sih? Lalu apa yang ada di dalam unitnya?

Ini penjelasannya:

  • Ukuran standar minimal 18 m2 dengan lebar minimal 3 meter.
  • Terdiri dari satu ruang utama (kamar tidur) dan ruang penunjang lain di dalam dan/atau diluar ruang utama.
  • Dilengkapi dengan sistem ventilasi dan pencahayaan buatan yang cukup, daya listrik yang cukup, serta sistem pemompaan air.
  • Batas pemilikan satuan rumah susun dapat berupa ruang tertutup dan/atau sebagian terbuka dan/atau ruang terbuka.

Wajib Anda ketahui!

Tipe rusun itu beragam

Ukuran rusun minimal 18m2 dan paling besar adalah 50 m2.

Berikut ukuran rusun yang lebih detail:

Itu dia fasilitas dan ukuran dari masing-masing unit. Lalu, adakah fasilitas bersama?

Tentu jawabannya ada.

Sebuah rusun harus memiliki tempat parkir, saluran air limbah, pembuangan sampah, pemadam kebakaran, aliran listrik, gas, telepon, dan alat komunikasi lainnya.

Lingkungan rumah susun pun seharusnya dilengkapi fasilitas perbelanjaan, lapangan tebuka, kesehatan, pendidikan, peribadatan, pelayanan umum, serta lahan untuk bercocok tanam.

Hal penting tentang rusun untuk diketahui oleh pengembang!

Terdapat peraturan mengenai persyaratan teknis pembangunan rusun yang wajib dipenuhi ketika akan membangun rusun.

Apa saja? Jawabannya adalah kelengkapan serta sarana dan prasana rusun.

Hal ini diatur dalam PP tahun 1988 nomor 4.

Kelengkapan yang Harus Dimiliki Rusun

Kelengkapan rusun tercantum dalam pasal 14 yang isinya perlu ada:

  • Jaringan air bersih yang memenuhi persyaratan mengenai perpipaan dan perlengkapannya.
  • Jaringan air listrik yang memenuhi persyaratan mengenai kabel dan perlengkapannya.
  • Jaringan air gas yang memenuhi persyaratan beserta kelengkapannya.
  • Saluran pembuangan air hujan yang memenuhi persyaratan kualitas, kuantitas dan pemasangan
  • Saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan kualitas, kuantitas dan pemasangan
  • Saluran dan atau tempat pembuangan sampah yang memenuhi persyaratan terahada kebersihan, kesehatan dan kemudahan
  • Tempat kemungkinan pemasangan jaringan telepon dan alat komunikasi lainnya.
  • Alat transportasi berupa tangga, lift, atau eskalator.
  • Pintu dan tangga darurat kebakaran
  • Tempat jemuran.
  • Alat pemadam kebakaran
  • Penangkal petir
  • Alat/sistem alarm.
  • Pintu kedap asap pada jarak- jarak tertentu
  • Generator listrik digunakan untuk rumah susun yang mengunakan lift.

Aturan Mengenai Lokasi dan Sarana Pra Sarana Rusun

Lokasi rusun pun diatur dalam pasal 22.

Tentunya lokasi harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Harus sesuai dengan peruntukan dan keserasian lingkungan dengan memperhatikan rencana tata ruang dan tata guna tanah.
  • Harus memungkinkan berfungsinya saluran-saluran pembungan dalam lingkungan ke sistem jaringan pembuangan air hujan dan jaringan air limbah.
  • Harus mudah dicapai angkutan umum baik langsung maupun tidak langsung.
  • Harus dijangkau oleh pelayanan air bersih dan listrik.

Tidak hanya itu!

Sarana yang seharusnya ada pada lingkungan perumahan perkotaan adalah:

  1. Fasilitas Niaga (warung)
  2. Fasilitas Pendidikan(tingkat pra belajar)
  3. Fasilitas Kesehatan.
  4. Fasilitas Peribadatan.
  5. Fasilitas Pemerintahan dan Pelayanan Umum.
  6. Fasilitas Ruang Terbuka.

Pada kenyataannya…

Tidak semua rusun memenuhi persyaratan yang telah disebutkan dalam peraturan di atas.

Masih ada saja rusun yang tergolong belum layak.

Misalnya:

  • Belum memiliki akses jalan yang optimal.
  • Penerangan jalan belum memadai.
  • Kurangnya ketersediaan air bersih.
  • Lingkungan rusun belum terawat.

Hal-hal tersebut seringkali membuat para penghuni rusun melontarkan keluhannya. Mereka pun menuntut fasilitas yang sesuai dengan biaya yang juga sesuai.

Meskipun demikian…

Sudah ada rusun yang fasilitasnya semakin bagus. Bahkan ketika melihatnya, Anda seperti bukan berada di dalam rusun.

Beberapa rusun kini ada yang telah dilengkapi dengan:

  • Pelayanan petugas cleaning service.
  • Penjagaan dari petugas keamanan.
  • Pantauan kamera pengawas di berbagai sudut (CCTV).
  • Posko kesehatan.
  • Kantin atau foodcourt.

Untung Rugi Tinggal di Rusun

Wah, ternyata cukup lengkap ya?

Ketika Anda memilih untuk tinggal di sebuah tempat, tentu ada untung rugi yang akan dirasakan.

Lalu apa untung rugi tinggal di rumah susun? Lebih menguntungkan atau merugikan?

Sebenarnya hal ini relatif, tergantung dari masing-masing orang.

Namun, kali ini kita bahas untung rugi tinggal di rusun.

Keuntungannya:

  • Biaya sewa murah.
  • Perawatan lebih mudah.
  • Bisa berinteraksi dengan orang banyak setiap hari.

Kerugiannya:

  • Minimnya dan biasanya jauh dari fasilitas umum.
  • Tidak memiliki privasi yang cukup.
  • Hak kepemilikan terbatas.

Anda juga perlu tahu bagaimana tips tinggal di rumah susun.

Ini sangat penting agar Anda dapat tinggal dengan nyaman dan aman.

Tips tinggal di Rumah Susun:

  • Pilih rusun yang dekat dengan fasilitas umum, seperti sekolah, sarana ibadah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.
  • Bersihkan rusun secara berkala dan bukalah jendela pada siang hari agar tidak lembap.
  • Berinteraksi dengan baik kepada semua penghuni rusun.
  • Bayar iuran tepat waktu.

Tipsnya cukup mudah untuk dilakukan bukan?

Tertarik tinggal di rusun?

Kalau ya, tentu Anda harus tahu terlebih dahulu syarat apa saja yang perlu dipenuhi untuk bisa tinggal di rusun.

Berikut syarat umum yang harus disiapkan:

  1. Fotokopi KTP.
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah jika telah berumah tangga.
  3. Pas foto berwarna berukuran 3×4 (tiga lembar).
  4. Pas foto berwarna berukuran 4×6 (satu lembar).
  5. Surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan (PM1).
  6. Surat keterangan penghasilan atau slip gaji.
  7. Materai Rp6.000 (empat lembar).

Khusus untuk warga Jakarta

Apabila syarat tersebut lolos verifikasi, maka wajib membuka rekening tabungan Bank DKI yang telah ditentukan.

Catatan untuk Penghuni Rusunawa

Tidak ada syarat dari hasil penghasilan.

Jika Anda berminat memiliki rusunami, ada syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan…..

Kredit Pemilikan Satuan Rumah Susun Bersubsidi (KPR Sarusun)

Syarat ini tentunya tercantum dalam Permenpera Nomor 7 Tahun 2007, yaitu penghasilan perbulan tidak boleh lebih dari Rp4,5 juta.

Bagaimana? Sudah paham mengenai rusun, rusunami, dan rusunawa?

Nah, kini kita akan bahas mengenai hak dan kewajiban pemilik atau penghuni rusun.

Apa saja ya?

Ternyata hak dan kewajiban penghuni rusun telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 1988 Tentang Rumah Susun.

Ini dia beberapa pasalnya:

Pasal 61 PP No.4 Tahun 1988

Ayat 1, setiap penghuni berhak:

  1. Memanfaatkan rumah susun dan lingkungannya termasuk bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama secara aman dan tertib;
  2. Mendapatkan perlindungan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga;
  3. Memilih dan dipilih menjadi Anggota Pengurus Perhimpunan Penghuni.

Ayat 2, setiap penghuni wajib:

  1. Mematuhi dan melaksanakan peraturan tata tertib dalam suatu rumah susun dan lingkungannya sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga;
  2. Membayar iuran pengelolaan dan premi asuransi kebakaran;
  3. Memelihara rumah susun dan lingkungannya termasuk bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.

Ayat 3, setiap penghuni dilarang:

  1. Melakukan perbuatan yang membahayakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan terhadap penghuni lain, bangunan dan lingkungannya;
  2. Mengubah bentuk dan/atau menambah bangunan di luar satuan rumah susun yang dimiliki tanpa mendapat persetujuan perhimpunan penghuni.

Kehadiran PPRS dalam Lingkungan Rusun

Nah….

Pemilik rumah susun wajib membentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).

Hal tersebut tercantum dalam Pasal 74 dan 75 Undang-Undang No. 20 tahun 2011.

Namun….

Biasanya ada tiga permasalahan yang timbul, yaitu:

  1. Tahap persiapan pembentukan.
  2. Permasalahan pada saat pembentukan.
  3. Permasalahan pasca pembentukan.

Lalu apa tugas PPPSRS?

Tugasnya adalah mengurus kepentingan pemilik dan penghuni terkait dengan pengelolaan kepemilikan benda bersama, bagian bersama, tanah bersama, dan penghunian rumah susun.

PPPSRS tergolong ke dalam sebuah badan hukum dan dapat membentuk atau menunjuk pengelola.

Tata cara kepengurusan PPPSRS pun diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Terdapat dua jenis suara dalam rapat PPPSRS, yaitu:

  1. Hak suara untuk memutuskan semua hal yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan rumah susun.
  2. Hak suara untuk memutuskan semua hal yang berkaitan dengan kepentingan penghunian rumah susun.

Perlu diketahui!

Ada sanksi apabila kewajiban penghuni rusun tidak dipenuhi.

Ya, hal tersebut diatur dalam Pasal 77 PP No. 4 Tahun 1988 Ayat 1.

Bunyinya:

“Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, Pasal 31, Pasal 34, Pasal 35 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 38 ayat (2), Pasal 39 ayat (1), Pasal 61 ayat (2) dan ayat (3), dan Pasal 67, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).”

Semoga rusun di Indonesia dapat semakin berkembang ya, Sahabat 99.

Jika rusun semakin bagus, tentu akan banyak peminatnya. Kawasan kumuh pun tentunya perlahan-lahan akan menghilang.

Sahabat 99

Jangan lupa untuk memberi tahu informasi ini kepada orang terdekat.

Cara efektifnya? Share artikel ini di semua media sosial Anda!

Berikan juga komentar terbaik mengenai artikel ini.

Nantikan informasi dunia properti lainnya dari blog 99.co Indonesia, ya!

***TSS

You Might Also Like