Berita Ragam

Padahal Seru, Ini 7 Permainan Tradisional yang Sudah Jarang Dimainkan

3 menit

Sayang sekali, seiring berkembangnya zaman dan teknologi, banyak kebiasaan hingga permainan tradisional yang semakin ditinggalkan. Padahal permainan anak-anak zaman dahulu selalu seru dan menunjang kemampuan serta kecerdasan mereka. Apa saja? Ini dia.

Pengertian permainan tradisional adalah kegiatan bermain yang dimainkan anak-anak zaman dahulu.

Biasanya dilakukan dengan cara berkelompok untuk menunjang kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi.

Namun, sejak teknologi dan paham modern semakin berkembang, banyak anak-anak yang semakin meninggalkan permainan jadul ini.

Manfaat permainan tradisional, antara lain:

(1) Dapat mengembangkan kemampuan motorik

(2) Bisa mengembangkan kecerdasan intelektual

(3) Mengembangkan daya kreativitas anak

(4) Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.

7 Permainan Tradisional untuk Anak-Anak

1. Lompat Tali Karet

permainan lompat tali

sumber: diversity.id

Sudah jarang sekali melihat anak kecil memainkan permainan lompat tali karet.

Biasanya permainan tradisional ini menggunakan karet yang disambung satu persatu hingga panjang.

Permainan ini membutuhkan dua orang lebih untuk memegang tali dan memainkannya.

Cara bermainnya, yaitu tali ditaruh dari paling bawah lalu, lompat dan seterusnya hingga tali sampai di atas kepala.

Manfaat dari permainan lompat tali karet ini bisa membantu menguatkan organ-organ tubuh anak, seperti tangan dan kaki.

Selain itu, membantu untuk mencerdaskan anak karena permainan ini membutuhkan strategi.

2. Permainan Egrang

egrang

sumber: indonesia.go.id

Contoh permanan tradisional yang mendidik lainnya adalah bermain egrang.

Permainan tradisional dari bambu ini memerlukan keahlian khusus untuk menaikinya.

Sebab, menaiki egrang tidak semudah yang dilihat.

Cara bermain egrang, yaitu melakukan lomba lari sambil menaiki egrang.

3. Gatrik atau Patel Lele

gatrik atau patil lele

sumebr: permainantradisionalanak.blogspot.com

Ada du acara memainkan permainan tradisional patel lele.

Pertama, menjungkit bambu kecil dan memukulkannya.

Kedua, kamu harus menangkap bambu yang dipukul oleh lawan.

Gatrik adalah permainan tradisional yang menggunakan dua batang bambu sepanjang 30 cm dan 15 cm.

Permainan ini sangat mengedukasi anak karena membutuhkan konsentrasi tinggi, strategi, dan ketangkasan.

Baca Juga:

7 Olahraga Tradisional Teraneh di Dunia. Ada Menyetrika di Atas Mobil Hingga Gulat Jempol Kaki!

4. Permainan Tradisional Petak Umpet

petak umpet

sumber: indozone.com

Permainan tradisional dan cara bermainnya berikut ini untuk permainan petak umpet.

Cara mainnya cukup mudah.

Kamu harus menemukan satu orang sebagai penjaga lalu, yang lainnya bersembunyi setelah penjaga menghitung hingga 10.

Jika kamu yang bersembunyi ketahuan oleh penjaga, maka kamu bisa jadi calon penjaga selanjutnya.

Nah, agar bermain jadi lebih adil kita bisa menentukan siapa yang menjadi penjaga dengan cara hompimpa.

Manfaat permainan tradisional petak umpet ini bisa membantu anak konsentrasi dan membantu tumbuh kembang alat indera.

Misalnya seperti, telinga dan mata.

5. Permainan Engklek

engklek

sumber: kisspary.com

Permainan tradisional yang satu ini cukup digemari oleh anak-anak.

Ada beberapa jenis petak yang biasa digunakan untuk bermain engklek, seperti bentuk huruf L, kincir angin hingga berbentuk gunung.

Aturan permainan engklek yaitu terlebih dahulu pemain melempar koin ke kotak yang paling dekat.

Lalu, kemudian pemain harus melewati petak tersebut dan tidak boleh menginjak koin yang telah dilemparnya.

Setelah itu pemain kembali ke garis awal dan mengambil koin tersebut, lalu melanjutkan melempar ke kotak berikutnya.

Permainan ini membantu anak untuk berkonsetrasi, membantu kekuatan anggota tubuh seperti tangan dan kaki.

6. Permainan Bentengan

main bentengan

sumber: tgrcampaign.com

Bentengan adalah salah satu permainan tradisional yang ada sejak zaman pasca kemerdekaan.

Layaknya berada dalam peperangan sungguhan, permainan ini memiliki dua kelompok yang saling berlawanan.

Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang, dan tugas pemain adalah menyentuh atau merebut benda yang ada di benteng (markas) kelompok lain.

Permainan ini sangat seru apabila musuh telah mendekati benteng.

Teriakan-teriakan histeris pun akan pecah dan mewarnai permainan ini.

Baca Juga:

Cara Membuat Layang Layang Dengan Mudah | Yuk, Simak Setiap Langkahnya!

7. Permainan Gobak Sodor

gobak sodor

sumber: inibaru.com

Permainan tradisional ketujuh yaitu Benteng Sodor.

Di setiap kelompok akan ada yang menjaga benteng mereka masing-masing.

Oleh karena itu, setiap kelompok harus terdiri dari minimal 2 orang.

Dengan cara hompimpa lalu lihat siapa yang menang.

Setelah hompimpa selesai, maka pemenang bisa memulai permainan duluan, untuk berlari dan mengejar ke arah benteng lawan.

Bermain permainan ini kamu harus bergerak cepat ya.

Jika tidak, lawan akan mengenaimu.

***

Itu dia beberapa permainan zaman dahulu, kamu pernah memainkan apa saja?

Kunjungi Berita Properti 99.co Indonesia untuk membaca informasi seputar properti lainnya.

Kalau kamu sedang mencari rumah dengan harga murah langsung saja kunjungi situs www.99.co/id.

Follow Me:

Related Posts