Berita Berita Properti

Pemerintah Siapkan Insentif Perhotelan, Kafe, dan Restoran. Ini Bocorannya!

2 menit

Pemerintah kembali menyiapkan insentif lain menyusul insentif properti berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Insentif selanjutnya akan menyasar sektor perhotelan, kafe, dan restoran. Ini bocoran dan permintaan pelaku usaha.

Wacana pemberian insentif pada sektor hotel, kafe, dan restoran itu dibocorkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Seperti dikutip Kompas, pemerintah juga akan memberikan insentif untuk sektor perhotelan, kafe, dan restoran setelah insentif sektor properti dan otomotif.

Menurutnya, insentif untuk sektor perhotelan, kafe dan restoran ini telah dibahas langsung bersama dengan Kementerian Pariwisata.

“Kalau insentif terkait dengan hotel, restoran dan kafe ini kami sedang mendalami kembali kemarin kami bicarakan dengan menteri pariwisata,” kata Airlangga.

Airlangga mengaku pihaknya sedang menyusun formulasi kebijakan insentif yang akan diberikan.

“Kami sedang formulasikan dan tentu kami akan bahas dengan ibu menteri keuangan [Sri Mulyani]. Hanya, saat sekarang belum bisa kami publish,” ujarnya.

Perlu dicatat, sektor perhotelan merupakan salah satu bidang usaha yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Imbasnya, tingkat okupansi turun dratis dan sejumlah hotel ditutup sementara.

Permintaan Pelaku Usaha

Menanggapi hal tersebut, pelaku usaha di bidang perhotelan, kafe, dan restoran mengusulkan beberapa insentif.

Dikutip CNBC Indonesia dan Kontan, pelaku usaha menyatakan ada beberapa hal yang dibutuhkan.

Insentif itu adalah subsidi modal kerja, subsidi okupansi, dan insentif fiskal berupa relaksasi kembali pajak penghasilan (PPh) 25.

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan subsidi modal kerja dapat berbentuk bantuan langsung berdasarkan kriteria khusus.

Insentif subsidi modal kerja diminta bukan bersifat pinjaman.

Sementara subsidi okupansi untuk meningkatkan permintaan atau keterisian yang sempat anjlok.

Bantuan langsung seperti dana hibah tahun pun lalu diperlukan.

Pada 2020 lalu anggaran dana hibah ini juga hanya terserap 70% atau senilai Rp2,26 triliun untuk 6.818 hotel dan 7.625 restoran.

Menurutnya, untuk bertahan dan melakukan program recovery pandemi Covid-19 juga membutuhkan modal kerja yang besar.

“Makanya butuh juga subsidi modal kerja untuk biaya recovery di masa pandemi dan pembayaran utang tunggakan listrik. Kita berharap tahun ini juga dipertimbangkan tidak hanya sekadar dana hibahnya saja,” kata dia.

Sementara insetif pajak, dia menyatakan bahwa diskon angsuran PPh 25 sebesar 30% setiap bulan dinilai belum efektif.

Hal ini lantaran mayoritas pelaku usaha pariwisata termasuk hotel dan restoran mencatatkan kerugian.

Bocoran Insentif Perhotelan, Kafe, dan Restoran

Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara soal kajian insentif perhotelan, Kafe, dan Restoran.

Meskipun tidak secara gamblang, namun insentif perhotelan akan diberi seperti tahun lalu.

Hal ini dalam upaya pemberian demand dari belanja pemerintah.

Beberapa hotel di beberapa kota jadi penginapan tenaga kesehatan.

“Paling tidak mengisi hotel-hotel karena adanya penurunan wisatawan domestik dan luar yang tidak datang,” ujarnya dikutip CNBC.

Sri Mulyani memastikan dana alokasi khusus ini sudah berdasarkan survei.

Ini terutama bantuan untuk restoran dan hotel akan dikalibrasi dan diformulasikan dengan ide Menparekraf Sandiaga Uno.

***

Bagaimana pendapatmu, Sahabat 99?

Semoga informasi tersebut bermanfaat.

Cek artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang cari rumah dijual di Jagakarsa?

Cek hanya di www.99.co/id dan temukan rumah favoritmu di sana!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts