Berita, Berita Properti

Harga Rumah 300 Juta – Rp1 Miliar Bakal Paling Laku pada Tahun 2020

16 Januari 2020
rumah 300 juta
2 menit

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2020 ini investasi properti akan diwarnai dengan penjualan rumah kelas menengah. Disebutkan, harga rumah 300 juta – Rp1 miliar bakal jadi primado dan paling banyak peminatnya.

Melansir dari laman Kompas.com, dituliskan bahwa sektor properti diprediksi akan kembali bergairah pada tahun 2020.

Hal ini didorong masifnya pembangunan infrastruktur serta sejumlah faktor stimulus lainnya.

Bank Dunia sendiri memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,1 persen.

Pihak Bank Dunia juga memperkirakan akan terjadi stabilitas lalu inflasi di kisaran 3 persen serta suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) 5 persen.

Harga Rumah Mulai Dari 300 Juta Paling Laku

rumah 300 juta

Pada tahun 2009-2012 industri properti sedang berada dalam masa puncak.

Kini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 akan diwarnai dominasi penjualan rumah kelas menengah dengan kisaran harga Rp300 juta.

Hingga Rp1 miliar dengan total penjualan berkisar 54,97 persen.

Jika dijelaskan secara rinci menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, sebanyak 24,27 persen dikuasai rumah harga 300 juta hingga Rp500 juta.

Kemudian, sebesar 30,27 persen untuk harga rumah Rp500 juta-Rp1 miliar.

Terakhir, tren penjualan rumah di kisaran harga lebih dari Rp1 miliar mencapa 10,09 persen.

Sedangkan tren penjualan hunian murah dengan harga di bawah Rp300 juta sekitar 35,37 persen.

Baca Juga:

5 Rumah Presiden Indonesia Termewah | Ada yang Sampai Rp300 Milyar?

Pasar Kelas Menengah Atas Sudah Jenuh

rumah 300 juta

Menurut Ali, penyebab menaiknya penjualan rumah 300 juta karena pasar hunian kelas menengah atas sudah jenuh.

Ini diketahui sejak tahun 2009.

Mayoritas pengembang menyasar pada segmen kelas menengah atas dengan profil konsumen adalah kebanyakan investor.

Berbeda dengan profil konsumen kelas menengah yang sebagain besar merupakan pengguna akhir atau pemilik rumah sendiri.

“Semua pengembang masuk kelas Rp2 miliar-Rp3 miliar, tapi yang beli investor. Sekarang dengan harga properti yang terlalu tinggi pasarnya bergerak ke end user,” ucap Ali saat diwawancarai tim Kompas.com.

Sedangkan untuk pasar apartemen, menurutnya harga jual yang mendominasi adalah kelas bawah.

Sama dengan rumah yaitu rentang harganya Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Walaupun pasar kelas bawah memiliki potensi yang besar tetapi, Ali mengingatkan mempunyai plan lain sebab segmen ini masih rentan terhadap perubahan kebijakan.

Baca Juga:

Anak Orang Terkaya Ini Terpaksa Setop Gaya Hidup Mewah. Ternyata Utangnya Capai Rp303 M!

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Temukan informasi-informasi menarik lainnya seputar properti di Blog 99 Indonesia.

Atau kamu lagi mencari properti terbaru? Temukan yang cari di situs 99.co/id.

You Might Also Like