Berita

Pesawat Ukraina Boeing 737 Dicurigai Jatuh Ditembak Iran, 170 Tewas

9 Januari 2020
pesawat ukraina
2 menit

Dicurigai ditembak Iran, pesawat Ukraina Boeing 737 jatuh dan menewaskan 170 orang. Simak berita selengkapnya di bawah ini!

Kabar duka datang dari Teheran, Rabu 8 Januari 2020 kemarin…

Sebuah pesawat Ukraina jatuh dan menewaskan 170 penumpang di dalamnya.

Kecelakaan Boeing 737 tersebut terjadi dini hari waktu setempat, tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.

Menurut berita setempat, pesawat komersil jatuh dicurigai ditembak militer Iran.

Pesawat Ukraina Boeing 737 Jatuh di Teheran, Pilot Tidak Pasang Sinyal Darurat

Pesawat Boeing 737 dengan nomor penerbangan PS 752 jatuh terbakar Rabu kemarin.

Berdasarkan keterangan AFP, tidak ada satu pun korban yang selamat dari kecelakaan mengenaskan tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Flightradar24, pesawat jatuh pukul 05.15 waktu Iran.

Jatuhnya pesawat Ukraina ini bahkan sempat terekam oleh warga lokal.

Pada video tersebut, terlihat cahaya yang perlahan-lahan jatuh dari langit sampai akhirnya terjadi ledakan dahsyat di ujung bukit dekat bandara.

Dikutip dari Gulf News, kecelakaan pesawat disebabkan oleh kesalahan teknis dan kelalaian staf penerbangan yang tidak memeriksa mesin sebelum lepas landas.

Baca Juga:

7 Negara Teraman di Dunia Jika Perang Dunia 3 Pecah. Ada Indonesia?

Akan tetapi kecurigaan warga dunia mulai bermunculan ketika pilot burung besi naas tersebut tidak memberikan sinyal darurat sama sekali.

Menurut layanan pelacakan udara FlightRadar24, pesawat Ukraina Boeing 737-NG itu baru berusia 3 tahun, termasuk umur muda untukk sebuah pesawat.

Mendengar keterangan ini, banyak yang beranggapan pesawat jatuh karena tidak sengaja ditembak misil militer Iran…

…mengingat adanya tembakan rudal balistik di dua pangkalan militer Amerika Serikat, Ain al-Assad (Iran) dan Erbil (Irak).

Pemerintah Iran Bantah Tembak Jatuh Pesawat, Namun Menolak Berikan Black Box

pesawat ukraina

Diwawancarai oleh surat kabar Inggris, The Guardian, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh, menyebut bahwa pemerintah sudah masuk dalam tahap investigasi ketat di Teheran.

Ia juga mewartakan bahwa pemerintah Iran tidak akan memberikan black box Boeing 737 pada siapapun sebelum investigasi rampung.

“Kami tidak akan memberikan kotak hitam ini kepada pabrikan dan Amerika. Belum jelas ke negara mana kotak hitam akan pergi untuk penyelidikan,” ujarnya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (9/1/2020).

“Kecelakaan ini akan diselidiki oleh organisasi penerbangan Iran, tetapi Ukraina juga dapat hadir selama penyelidikan insiden ini,” tambahnya.

Korban pesawat Ukraina terdiri dari 83 warga Iran dan 63 warga Kanada.

Pemerintah Kanada, Justin Trudeau mendesak investigasi dibuka secara transparan untuk publik demi keadilan bagi seluruh korban.

“Pemerintah kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan bahwa kecelakaan pesawat Boieng 737 diselidiki secara menyeluruh, dan bahwa pertanyaan orang Kanada dijawab,” tegas Trudeau.

Baca Juga:

Donald Trump Ancam Hancurkan 4 Situs Penting Iran yang Penuh Sejarah Ini

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

You Might Also Like