Berita

Waspadai “Bank Emok” Pinjaman Rentenir Bunga Tinggi yang Mencekik. Marak di Jawa Barat!

20 November 2019
pinjaman rentenir bank emok
2 menit

Pinjaman mikro yang dipakai sebagai praktik para rentenir ternyata masih ada. Pinjaman rentenir ini sedang marak di wilayah Jawa Barat yang disebut dengan praktik bank emok.

Bank Emok Adalah…

Apa itu bank emok?

Bank emok sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya duduk lesehan dengan bersimpuh menyilangkan kaki ke belakang.

Pinjaman rentenir ini diberi nama bank emok lantaran saat terjadinya transaksi dilakukan secara lesehan dan targetnya adalah emak-emak.

Seperti Pinjaman Rentenir dengan Bunga Mencekik

Tak tanggung-tanggung bunga yang dipatok dalam bank emok ini sangat mencekik penggunanya yaitu, sebesar 20 persen.

Fenomena ini kembali dipaparkan oleh salah satu anggota komisi XI, Puteri Komarudin, saat melakukan rapat kerja dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank emok belakangan ini sedang heboh karena menjadi cara baru rentenir beroperasi.

pinjaman rentenir bank emok

Sayangnya lagi ternyata ada peran BPR yang sudah berizin OJK juga melakukan praktik yang sama.

“Banyak aduan di wilayah pemilihan saya di Karawang Bekasi ada bank emok. Itu bank keliling. Awalnya saya menganggap bank emok rentenir berkedok koperasi dengan bunga yang tinggi hingga 20%,” kata Anggota Komisi XI Puteri Komarudin saat rapat dengan OJK di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/11/2019) dilansir dari laman detikfinance.

Baca Juga:

7 Mata Uang Terunik di Dunia. Mustahil untuk Dipalsukan!

Syarat Mengikuti yang Sangat Mudah Jadi Daya Tarik Bank Emok

Pinjaman rentenir ini memberikan persyaratan yang sangat mudah.

Karena sasarannya ibu rumah tangga, jadi hanya membutuhkan KTP, KK, dan tanda tangan suami yang sering dipalsukan sebagai persyaratan awal.

Hasil ini berasal dari penyelidikan Puteri di dapilnya selama 8 bulan terkait praktik bank emok.

Puteri menambahkan, dalam praktiknya bank emok juga sedikit memaksa dalam menyalurkan kredit.

pinjaman rentenir bank emok

Salah satu skemanya dengan memberikan kredit per kelompok usaha.

“Setiap kelompok harus punya 10 anggota. Semuanya harus punya usaha. Tapi ternyata hanya ada 5 orang yang memiliki usaha dan 5 orang lainnya dipaksa,” terangnya.

Alhasil sisa emak-emak yang tidak memiliki usaha meminjam utang itu hanya untuk kebutuhan konsumtif.

Sementara pembayarannya harus tanggung renteng.

Menurutnya praktik ini sudah sangat menyebar di berbagai wilayah dengan julukan nama yang berbeda-beda.

Seperti bank jongkok bahkan ‘bank kelek‘ karena catatannya yang diselipkan di ketiak.

Baca Juga:

Biar Tak Menumpuk, Cara Melunasi Utang yang Satu Ini Patut Ditiru!

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya!

Pastikan kamu mengunjungi Blog 99.co Indonesia untuk mendapatkan informasi ter-update seputar properti.

Sedang mencari properti untuk berinvestasi?

Temukan lewat situs 99.co/id.

You Might Also Like