Berita, Berita Properti

Mengenal Jenis Jenis Pinjaman Uang untuk Beli Rumah | Pilih Mana?

27 Juli 2019
pinjaman uang untuk beli rumah
6 menit

Pinjaman uang dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Buat Anda yang hendak beli rumah, caranya mudah kok! Mari kita sama-sama mengenal jenisnya.

Sahabat 99, buat kamu yang sedang mencari rumah namun belum memiliki dana mumpuni untuk bayar tunai, tentu melakukan pinjaman uang adalah cara paling realistis.

Cara tersebut bukan sembarang cara…

Pasalnya, ada sejumlah jaminan yang bakal mengikat Anda sepanjang proses pinjaman berlangsung.

Status pekerjaan, pemasukan per bulan, jumlah tanggungan, dan berbagai data lainnya akan menjadi pertimbangan pihak pemberi pinjaman uang pada Anda.

Sudah jelas ‘kan? Nah, dari sekian banyaknya cara, Anda bisa mendapatkan dana segar dari sejumlah sumber.

Hal itu tergantung dari mana Anda hendak mengambil pinjaman.

Bicara soal pinjaman uang untuk beli rumah, tentu hal pertama yang terlintas adalah KPR…

Jadi, mari kita bahas metode yang satu ini terlebih dahulu.

Macam Macam Jenis Pinjaman Uang untuk Beli Rumah

1. KPR

pinjaman uang untuk beli rumah

Sumber: kompas.com

Berdasarkan pengertian resmi, Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah kredit yang digunakan untuk membeli rumah.

Agunan yang diperlukan untuk KPR adalah rumah yang akan dibeli itu sendiri.

Sedangkan untuk KPR Multiguna atau KPR Refinancing, agunan berasal dari rumah yang sudah dimiliki dari sebelumnya.

Metode KPR bisa mempermudah Anda dalam mencicil rumah.

Hal itu sama dengan Anda melakukan pinjaman uang, namun dibayar lewat jangka waktu tertentu.

Pada tahap awal, Anda akan diminta membayar DP dalam jumlah tertentu.

Setelah mengurus banyak hal, saatnya Anda membayar cicilan yang telah disepakati selama beberapa tahun…

Kesepakatan ini balik lagi pada besaran DP rumah Anda sebelumnya.

Semakin besar DP, semakin kecil dan singkat pula pembayaran cicilan KPR per bulan.

Untung Rugi Beli Rumah Pakai Cicilan KPR

Pinjaman uang untuk beli rumah menggunakan metode KPR punya keuntungannya tersendiri, antara lain:

  • Cukup Siapkan Sedikit Dana

Ketika membeli rumah menggunakan sistem KPR, tentu Anda tidak perlu membutuhkan uang dalam jumlah banyak.

Cukup siapkan dana untuk uang muka, maka Anda sudah bisa tinggal di rumah impian.

  • Cicilan Bisa Disiasati

Banyak yang merasa terbebani dengan cicilan KPR, meski hal tersebut pada dasarnya dapat disiasati.

Anda bisa membayar cicilan KPR dengan jumlah kecil apabila membayar uang muka dalam jumlah yang cukup besar.

Anda juga bisa memilih tenor yang panjang agar cicilan rumah per bulannya terasa ringan.

Meski untuk, namun cicilan KPR juga memiliki kerugian tersendiri bila Anda tak cermat.

Catat kerugiannya sebagai berikut:

  • Harga Lebih Mahal

Bukan rahasia lagi jika membeli rumah secara KPR tentu lebih mahal.

Hal ini disebabkan adanya bunga yang harus dibayarkan saat cicilan berlangsung…

Apalagi jika Anda menggunakan KPR konvensional yang bunganya terus naik dari waktu ke waktu.

Perlu Anda ketahui juga bahwa semakin lama tenor yang dipilih, maka biaya yang harus dibayar pun akan semakin besar.

Oleh karena itu, Anda harus siap dengan risiko kenaikan suku bunga tersebut.

  • Berisiko Disita

Selain harus siap dengan cicilan yang cukup tinggi, Anda juga harus siap dengan risiko penyitaan rumah.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Jika Anda tidak mampu membayar cicilan KPR, maka bukan tak mungkin rumah tersebut pun akan disita oleh pihak bank.

Bagaimana pun, Anda mesti mengambil segala pilihan dengan bijak ya!

Ingat, jangan sampai stuck di tengah jalan…

Siasati segala macam risiko sejak awal berniat melakukan pinjaman uang untuk beli rumah menggunakan KPR.

Suku Bunga KPR di Setiap Bank yang Berbeda

Setelah memahami penjelasan, untung-rugi, dan prosesnya, kini Anda disarankan untuk memiliki bank sesuai dengan suku bunga KPR yang berbeda.

Sebagai perbandingan, simak suku bunga dari 5 bank berbeda di bawah berikut:

  • Bank Mandiri

Bank Mandiri menetapkan bunga KPR di angka 13.25 persen p.a eff (floating).

Ya, sedikit lebih rendah dari Bank BNI.

Bank Mandiri juga menawarkan tenor yang lebih panjang yaitu maksimal 20 tahun cicilan.

Dilansir dari tribunnews.com, hingga 13 Mei 2018 mendatang Bank Mandiri…

Memberikan diskon bunga KPR 2018 sebesar 5,55 persen p.a. efektif dua tahun pertama dan 6,55 persen p.a. untuk tiga tahun setelahnya.

  • Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank Tabungan Negara (BTN) dikenal sebagai bank yang menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan KPR bersubsidi.

Di samping itu, Bank BTN pun memiliki pilihan KPR non subsidi bernama KPR BTN Platinum.

Bank ini memiliki dua pilihan bunga KPR (fixed) yaitu 8% untuk tiga tahun pertama dan 9% untuk lima tahun pertama.

Masa cicilan maksimal untuk KPR BTN Platinum adalah 25 tahun.

KPR ini dapat dimanfaatkan untuk membeli rumah garapan developer maupun non developer, baik itu baru atau bekas.

Selain itu, Anda pun dapat membeli indent serta melakukan take over dari bank lain.

  • Bank DBS

Bank DBS yang berpusat di Singapura, menawarkan promosi bunga KPR sebesar 8,85% fixed selama 2 tahun.

Maksimal pembiayaan yang dapat diberikan maksimal Rp20 miliar.

Sementara itu, Bank DBS juga memberikan penawaran bunga KPR fixed KPR hingga 3 tahun sebesar 8,99%.

Bank ini sendiri tengah bekerja sama dengan UrbanIndo untuk mempermudah pencari properti mencari fasilitas pembiayaan.

Tidak perlu repot, calon pembeli rumah cukup melakukan pengajuan lewat UrbanIndo. Informasi lengkapnya dapat Anda ketahui di sini.

Masih banyak bank yang menawarkan bunga KPR serta fitur menarik lainnya yang berbeda sesuai selera Anda.

2. BPJS Ketenagakerjaan

pinjaman uang untuk beli rumah

Sumber: tirto.id

Setelah panjang lebar menjelaskan KPR, kini saatnya beralih ke BPJS Ketenagakerjaan.

Lho, memangnya bisa bayar rumah pakai BPJS Ketenagakerjaan?

Tentu saja, Sahabat 99!

Terdapat fasilitas bernama Pemberian Uang Muka Perumahan (PUMP).

Anda dapat mengajukan pinjaman berdasarkan penghasilan yang didapat.

Besaran tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni:

  • Pekerja dengan gaji ≤ Rp5 juta akan mendapatkan Rp20 juta.
  • Pekerja dengan gaji Rp5 – 10 juta akan mendapatkan 35 juta.
  • Pemilik gaji ≥ Rp10 juta akan mendapatkan Rp50 juta.

Baca juga:

Mau Beli Rumah murah Pakai BPJS Ketenagakerjaan? Begini Caranya!

Besaran gaji dan kaitannya dengan jumlah pinjaman, memiliki maksud untuk menyesuaikan harga rumah yang akan dibeli beserta DP maksimal.

Patut diingat bahwa PUMP dapat diajukan tanpa melihat jenis KPR yang akan dipilih.

Dengan begitu, Anda harus cermat dalam memilih ketentuan yang berlaku.

Sementara PUMP ditujukan sebagai sarana pinjaman uang, ada pula program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan Anda keleluasaan untuk mengambil kredit rumah.

Ya, program itu terbagi dua menjadi KPR Subsidi nan KPR non subsidi.

Suku bunga yang dipatok untuk cicilan akan disesuaikan lewat ketentuan pemerintah.

Sesuai yang telah disebut, Anda bisa memperoleh rumah non-subsidi.

Kendati demikian, suka buka bakal ditentukan oleh bank penyalur, yakni Bank BTN ditambah dengan margin BI rate sebesar 3 persen.

Prosedur Memperoleh Pinjaman Uang dari BPJS Ketenagakerjaan

Berikut tahapan pengajuan PUMP yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan pinjaman uang dari BPJS Ketenagakerjaan:

  • Minta surat rekomendasi dari tempat bekerja.
  • Bawa surat tersebut ke bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Pihak bank akan memberikan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) sebagi bukti.
  • Datangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk mengajukan PUMP.
  • Saat mengajukan, jangan lupa lampirkan persyaratan seperti fotokopi KTP, fotokopi KK, dan fotokopi kartu peserta BPJS TK.
  • Pengajuan pinjaman BPJS Ketenagakerjaan untuk beli rumah tersebut, dapat Anda lakukan sesuai kebutuhan.

Perlu dicatat bahwa tidak semua orang bisa melakukan hal ini…

Ya, kamu perlu memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu.

Bagaimana caranya?

Syarat Memiliki BPJS Ketenagakerjaan untuk Pinjaman Uang

Sahabat 99, terdapat dua kategori persyaratan BPJS Ketenagakerjaan yang mesti Anda pahami.

Pertama adalah didaftarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, lalu…

Kedua adalah untuk pekerja mandiri.

Bagi perusahaan yang hendak mendaftarkan pekerja, syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • NPWP Perusahaan
  • Akta Perdagangan Perusahaan
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masing-masing karyawan
  • Salinan Kartu Keluarga (KK) masing-masing karyawan
  • Pas foto warna karyawan ukuran 2 x 3 sebanyak 1 lembar

Sementara untuk pekerja mandiri, begini syarat yang harus ditunaikan:

  • Surat izin usaha dari kelurahan setempat.
  • Salinan KTP masing-masing pekerja.
  • Salinan KK masing-masing pekerja.
  • Pas foto warna masing-masing pekerja ukuran 2 x 3 sebanyak 1 lembar.

Pinjaman Uang untuk Renovasi Rumah dari BPJS Ketenagakerjaan

Tak hanya DP dan cicilan, BPJS Ketenagakerjaan juga dapat Anda manfaatkan untuk melakukan pinjaman uang merenovasi rumah.

Program tersebut bernama Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP).

Pinjaman yang diberikan BPJS TK telah disesuaikan sesuai nominal dan tenor yang berlaku.

Besaran maksimal pinjaman yakni Rp50 juta dengan tenor atau jangka waktu 10 tahun.

Selebihnya, Anda dapat mengatur sendiri nominal pinjaman yang sudah dipatok seperti angka di atas.

Selain itu, bunga yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan juga kompetitif yakni sebesar suku bunga acuan Bank Indonesia (BI)…

Atau 7 day reverse repo rate (7DRR) plus 3 persen.

Jika 7DRR saat ini 4,75 persen, maka bunga yang diterima sekitar 7,75 persen.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

pinjaman uang untuk beli rumah

Sumber: jawapos.com

Setelah membahas KPR dan BPJS Ketenagakerjaan, kini ada yang namanya Kredit Tanpa Agunan alias KTA.

Sahabat 99, adakah dari kalian yang hendak mengambil metode ini?

Ya, KTA bisa menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih ketika Anda berniat untuk punya rumah.

Dengan menggunakan KTA, mewujudkan resolusi untuk punya rumah akan semakin mudah.

Hal ini didukung oleh layanan KTA yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah bahkan tanpa jaminan.

Berdasarkan penjelasan resmi, KTA merupakan pinjaman tanpa adanya suatu aset yang dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut.

Oleh karena tidak adanya jaminan yang menjamin pinjaman tersebut, maka keputusan pemberian kredit semata adalah berdasarkan pada riwayat kredit dari pemohon kredit secara pribadi.

Hal di atas menegaskan bahwa kemampuan melaksanakan kewajiban pembayaran kembali pinjaman adalah pengganti jaminan.

Permohonan KTA biasanya didasarkan pada rating atau riwayat kredit pribadi, status keuangan dan jumlah yang dipinjam.

Setelah itu, Anda tidak diharuskan untuk menawarkan sejumlah aset sebagai jaminan.

Tapi Sahabat 99, hal ini bukan berarti kamu memiliki kekuasaan secara penuh…

Anda tetap terikat secara hukum untuk membayar kembali pinjaman yang telah disepakati.

Bahkan, ada bunga yang relatif tinggi.

Biasanya, seseorang mengambil KTA dengan tujuan untuk:

  • Meminjam uang secara mendadak karena ada kebutuhan mendesak.
  • Berencana untuk membayarnya lebih cepat.
  • Sedang melaksanakan proyek-proyek bisnis tertentu.
  • Hendak melakukan kredit konsumsi atau membeli barang kebutuhan pribadi.

4. Pegadaian

pinjaman uang untuk beli rumah

Sumber: bisnis.com

Dari sekian cara, sebetulnya pegadaian juga bisa jadi solusi Anda untuk mendapatkan pinjaman uang…

Tapi tetap, sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum mengambil cara ini.

Pegadaian adalah badan yang meminjamkan uang dengan cara menjaminkan suatu barang.

Tentu ada beberapa keuntungan jika meminjam uang melalui pegadaian, seperti:

  • Proses Cepat

Anda bisa langsung mendapatkan uang pinjaman di hari yang sama tanpa perlu menunggu hitungan hari, minggu, bahkan bulan.

  • Tidak Ada BI Checking

Berbeda dengan meminjam uang ke bank, tidak ada proses BI checking saat meminjam uang ke pegadaian.

Pihak pegadaian biasanya tidak peduli dengan latar belakang keuangan dari sang peminjam.

Asalkan ada barang yang bisa digadaikan, maka Anda bisa langsung meminjam uang dalam jumlah tertentu.

  • Pinjaman Mencapai 95 Persen

Besaran pinjaman tentu disesuaikan dengan nilai barang yang dijaminkan.

Memang tidak 100 persen dari harga asli jaminan, namun Anda bisa mendapatkan sampai 95 persen.

Ada keuntungan, ada pula kerugian…

Sahabat 99, berikut hal tak diinginkan yang bisa terjadi saat pinjaman uang untuk beli atau cicil rumah lewat pegadaian:

  • Ada Batas Pinjaman

Meski proses peminjamannya cepat, uang yang bisa dipinjam tidak terlalu besar.

Anda hanya bisa meminjam uang dengan besaran maksimal senilai ratusan juta.

Itu berarti, Anda hanya bisa melakukan pinjaman uang untuk biaya DP hingga renovasi rumah dan tidak untuk membeli.

  • Tenor Lebih Pendek

Tenor atau jangka waktu pinjaman di pegadaian pun sebenarnya beragam, namun maksimal pinjaman selama 5 tahun.

Jangka waktu yang singkat seperti ini, tentu membuat para peminjam harus membayarkan uang dalam jumlah cukup besar setiap bulannya.

  • Jaminan Harus Langsung Disimpan

Aset yang dijaminkan harus langsung disimpan di kantor pegadaian dan tidak dapat dimanfaatkan selama cicilan pinjaman belum lunas.

Sudah paham ‘kan, untung dan rugi meminjam uang dari pegadaian?

Kiat Menyiapkan Dana untuk Beli Rumah

Empat cara di atas, setidaknya menjadi hal yang paling sering diterapkan seseorang untuk melakukan pinjaman uang dalam membayar rumah, baik itu DP hingga sebagian tunai.

Kendati begitu, masih banyak upaya menekan dana agar pengeluaran tidak ‘menggila’ saat hendak beli rumah…

Atau mungkin, bisa jadi sebagai solusi menghindari pinjaman uang.

Ikuti cara singkatnya sebagai berikut:

  • Disiplin Menabung

Menabung adalah salah satu cara mudah yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai impian memiliki rumah.

Anda harus memiliki komitmen menabung dengan jumlah minimal uang yang pasti ditabung setiap bulannya.

Misalnya Anda berkomitmen dalam waktu sebulan menyisihkan 30 persen uang gaji, maka hal tersebut harus rutin dilakukan setiap bulan.

  • Cari Pekerjaan Sampingan

Kemajuan teknologi membuat banyaknya lowongan yang tersedia di dunia maya.

Carilah lowongan yang sesuai dengan bidang dan kemampuanmu…

Dijamin, cara ini efektif untuk  menambah penghasilan serta nominal tabungan Anda.

  • Mencoba Investasi

Beberapa jenis investasi yang bisa Anda lakukan bisa dengan menanam modal di bisnis yang akan atau sedang dijalani oleh teman.

Bahkan Anda juga bisa berinvestasi barang-barang kesukaan seperti komik, action figure, dan lain-lain.

Baca Juga:

Ingin Punya Rumah Sebelum Usia 30 Tahun? Lakukan 11 Cara  Ini!

Semoga bermanfaat, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Sudah siap mencicil rumah? Nah, sekarang tinggal cari di 99.co/id saja yuk!

You Might Also Like