Berita Ragam

Potret Makam Anggota dan Panglima Teroris Poso yang Memprihatinkan. Tak Dipedulikan Pengikutnya?

2 menit

Usai tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya, panglima teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dikenal dengan nama Ali Kalora seolah tak dihargai lagi. Makam panglima teroris itu hanya berpatok ranting pohon tanpa nama identitas.

Melansir palu.tribunnews.com, potret makam panglima teroris Ali Kalora berdampingan dengan anggota MIT lainnya, yakni Jaka Ramadhan alias Ikrima.

Kedua makam tersebut berjarak tak lebih dari 3-4 meter.

Kondisinya pun sangat memprihatinkan.

Selain hanya berpatok ranting pohon, sekeliling makam hanya dibatasi oleh bebatuan dengan rumput-rumput liar di sekitarnya.

Ali Kalora dan Ikrima tewas dalam baku tembak di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Ali Kalora mewarisi estafet kepemimpinan dari Santoso yang tewas terlebih dahulu.

Sejauh ini Satgas masih memburu empat orang DPO yaitu Askar alias Jadi, Nae alias Galuh, Rukli, da Suhardin alias Hasan Pranata.

Dimakamkan di Pemakaman Massal Poboyo

makam panglima teroris ali kalora

Ali Kalora dan pengawalnya tersebut dimakamkan di Pemakaman Massal Poboyo, Sulawesi Tengah.

Untuk diketahui, area kuburan massal ini merupakan tempat dikuburkannya korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi beberapa tahun silam.

Mengutip tirto.id, ketika MIT masih dipimpin oleh Santoso, Ali Kalora merupakan penunjuk jalan.




Pasalnya, ia dikenal sebagai sosok yang paham area atau wilayah yang dikuasai MIT.

Setidaknya, pria yang memiliki nama lahir Ali Ahmad itu telah menebar teror sejak tahun 2011.

Kala itu ia terlibat aksi penembakan di Jalan Eni Saenal yang menyebabkan polisi meninggal dan satu polisi lainnya mengalami luka berat.

ali kalora

sumber: publica-news.com

TNI Apresiasi Pemburu Teroris Poso

Sementara itu, panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi keberhasilan Satgas Mandago Raya dalam keberhasilannya menembak mati pimpinan kelompok teroris Poso MIT.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi tertinggi atas pelaksanaan tugas dan kerja keras yang telah dilaksanakan,” ucapnya.

“Semua adalah berkat kerja sama, komunikasi dan kolabirasi yang baik dari semua pihak sehingga Operasi Gabungan yang dilaksanakan menghasilkan progres yang cukup baik,” tambahnya.

Selain itu, panglim TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta kepada seluruh prajurit yang bertugas supaya melakukan pendekatan yang baik dengan masyarakat melalui operasi teritorial.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Apabila tengah mencari rumah nyaman di sekitar Lembang, bisa jadi Nuansa Alam Setiabudi Clove adalah tempat yang cocok.

Cek saja selengkapnya di www.99.co/id.




Hendi Abdurahman

Bergabung dengan 99.co Indonesia sejak 2021. Banyak menulis tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts