Berita Berita Properti

Mengenal 7 Prinsip Desain Arsitektur dalam Merancang Bangunan. Kamu Sudah Tahu?

3 menit

Prinsip desain arsitektur penting untuk diketahui agar kita dapat merancang bangunan dan desain yang sesuai dengan kaidah dan ilmu arsitektur. Untuk lebih memahaminya, kenali prinsip-prinsipnya di artikel ini, yuk!

Saat ini memang tidak sulit untuk merancang rumah impian.

Pasalnya, sudah banyak tenaga profesional seperti desainer interior dan arsitek yang dapat membantu kamu merancang desain rumah yang diinginkan.

Namun, ada baiknya kamu mengenal dan memahami apa saja prinsip dasar arsitektur untuk mendapatkan rumah yang kamu kehendaki.

Dengan mengetahuinya, hal ini akan membantu kamu mengkomunikasikan keinginanmu dengan tenaga ahli dalam proses mendesain.

Kepada tim 99.co Indonesia, seorang arsitek di konsultan konstruksi, Rahmawati, S.T., IAI memaparkan apa saja kaidah yang perlu dipahami tersebut.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak ulasannya berikut ini!

7 Prinsip Desain Arsitektur

1. Unity

unity nanyang university

sumber: pinterest.com/LinhLeah

Sesuai namanya, unity yang dimaksud adalah kesatuan atau kekompakan.

Prinsip ini menyatukan elemen-elemen arsitektural dengan cara mengomposisikan dan mengombinasikan elemen-elemen tersebut menjadi satu kesatuan.

Contoh prinsip unity ini dapat ditemukan pada gedung Kampus B Nanyang University.

“(Gedung ini) menyatukan elemen lengkung yang berulang, dengan ukuran yang berbeda-beda, menjadi satu kesatuan bangunan,” papar Rahmawati kepada 99.co melalui sambungan telepon, Senin (14/6/2021).

2. Skala

prinsip desain arsitektur

sumber: history.com

Skala adalah elemen pengukuran untuk melihat proporsi bangunan.

“Biasanya, diukur dari ketinggian bangunan terhadap manusia,” jelas Rahmawati.

Skala sendiri dibagi menjadi tiga bagian, yakni sebagai berikut:

Skala Natural

Contohnya adalah Villa Savoy yang memiliki skala natural, ukuran bangunan terhadap manusia normal.

Skala Intim

Selain itu, ada juga skala intim yang biasanya diterapkan pada rumah-rumah tinggal.

“(Rumah) dibuat kecil untuk memberikan kesan melindungi dan nyaman,” ujar Direktur II PT Vidya Imaji Phihasta ini.

Skala Shok

Skala shok atau dikenal juga dengan sebutan shock scale merupakan rancangan arsitektur yang tidak biasa dari segi ukuran.

Umumnya skala ini diterapkan pada rancangan yang ingin memberikan impresi mengejutkan untuk para pengguna.

Fungsi-fungsi bangunannya pun biasanya bukan merupakan hunian.




3. Rhythm

prinsip desain arsitektur

sumber: arsimedia.com

Rhytm atau irama adalah elemen berirama, pengulangan garis yang acak atau secara irama mengecil atau membesar ukurannya.

“Seorang arsitek ditantang untuk mengisi bidang kosong dalam setiap bangunan dengan elemen pengisi yang berirama,” jelas Rahmawati.

4. Originality

Prinsip selanjutnya adalah originality atau keaslian.

Memang tidak ada suatu hal yang sangat baru di dalam dunia arsitektur.

Namun kombinasi dari kualitas dan kuantitas bangunan lama akan menciptakan bangunan baru yang original.

5. Proportion

proporsi bangunan

sumber: metaphoraanalogia.wordpress.com

Proporstion atau proporsi yang dimaksud dalam prinsip desain arsitektur adalah membandingkan antar bagian-bagian.

“Dalam arsitektur perbandingan bagian-bagian tersebut melibatkan faktor kegunaan, seperti proporsi atap terhadap tinggi bangunan, proporsi pintu masuk dengan dinding bangunan, dan lainnya,” ungkap anggota aktif di Ikatan Arsitek Indonesia wilayah Jawa Barat ini.

6. Sequence

Di dalam arsitektur, sequence atau sekwens adalah cara pandangan pengamat atau pengguna ketika berada dekat dengan bangunan dan saat berada jauh dengan bangunan.

Hal tersebut dapat memberikan kesan tertentu saat bangunan tersebut bila dilihat dari dekat, dan bagaimana kesan bangunan tersebut bila dilihat dari jauh.

7. Balance

prinsip desain arsitektur

sumber: homeworlddesign.com

Menurut Rahmawati, balance atau keseimbangan dalam prinsip arsitektur dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yakni keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.

Keseimbangan statis untuk bangunan yang bentuknya simetris.

“Sementara keseimbangan dinamis untuk bangunan yang tidak simetris, bisa dari pemilihan material yang harus menjadi seimbang, bukaan kaca yang seimbang di dalam bangunan, hingga pemilihan material yang seimbang,” paparnya.

***

Itulah sejumlah prinsip desain arsitektur.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan impian di Bintaro?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di The Accent Bintaro.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts