Berita Properti

Pro Kontra Beli Properti Pre-Launching (Plus Tips Menghindari Tipuan)

6 November 2015
beli properti pre-launching
2 menit

Saat ini konsumen dihadapkan dengan banyak pilihan di pasar properti. Mulai dari pilihan menyewa atau membeli, baik itu apartemen, rumah, atau mungkin tanah sekalipun. Selain beragam pilihan itu, konsumen kini juga memiliki pilihan untuk membeli properti bahkan sebelum properti tersebut benar-benar jadi alias beli properti pre-launching

Ya, kini banyak pengembang properti yang memasarkan produknya sejak masa pembangunan (rumah belum jadi), atau dikenal dengan istilah pre-launching.

Umumnya, pada masa sebelum launching, developer akan menawarkan properti kepada khalayak terbatas, melalui agen yang ditunjuk.

Tujuannya agar ketika properti tersebut ditawarkan kepada masyarakat umum, sebagian unit sudah terjual.

Hal ini tentu dapat mendongkrak citra properti yang ditawarkan, bahwa properti tersebut memang layak diminati sebagai tempat tinggal maupun investasi.

Bahkan, tidak jarang semua unit yang ditawarkan sudah terjual habis ketika masih masa pre-launch. Alhasil, publik belum sempat ikut serta melirik tawaran tersebut.

Di sisi lain, penjualan properti yang belum launching merupakan kesempatan bagi developer untuk menguji respon pasar.

Sementara itu, di tengah ketatnya persaingan antara perusahaan properti, menjual properti sebelum launching dapat memberikan gambaran bagi developer mengenai potensi properti tersebut.

Mengapa banyak konsumen yang berminat membeli properti sebelum benar-benar launching? Simak penjelasan mengenai pro kontra beli properti pre-launching.

Keuntungan Beli Properti Pre-Launchin

Alasan sebagian masyarakat melirik properti pre-launch ini tentunya adalah harga.

Sudah menjadi rahasia umum kalau properti pre-launch memiliki harga lebih murah dibandingkan properti yang sudah jadi dan telah dipasarkan.

Biasanya, pengembang menawarkan berbagai promo menarik agar konsumen mau membeli properti tersebut, misalnya potongan harga, bunga angsuran rendah dan keuntungan lainnya.

Bagi pembeli yang menjadikan properti pre-launch sebagai investasi, mereka bisa kembali menjual unit properti kepada pemilik yang baru.

Developer umumnya mengizinkan penjualan tersebut karena pembeli sebelumnya telah membantu mereka menyuntikkan dana segar ketika properti masih dalam proses pembangunan.

Kerugian Beli Properti Pre-Launching

Meskipun terlihat menguntungkan bagi konsumen, membeli properti sebelum launching juga memiliki kekurangan dan risiko.

Setelah membeli unit properti, jelas Anda belum bisa langsung menempatinya. Anda harus menunggu hingga pembangunan selesai dilaksanakan.

Namun, proses pembangunan selalu menghadapi risiko penundaan, entah karena disengaja oleh developer yang nakal atau karena terhambat masalah legalitas dan sebagainya.

Bahkan, developer bisa saja membatalkan proyek tersebut dan menggunakan uang yang telah didapat dari pembeli untuk memulai proyek lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Mengingat risiko yang cukup besar membayangi pembelian properti pre-launch, ada baiknya Anda memperhatikan tips berikut agar terhindar dari tipu daya developer nakal:

Cari tahu track record pengembang yang membangun properti incaran Anda. Cek proyek-proyek mereka sebelumnya, adakah proyek yang terhenti di tengah jalan dan sebagainya.

Jika Anda tidak yakin dengan catatan si pengembang, sebaiknya lupakan niat membeli properti pre-launch tersebut, meskipun harga yang ditawarkan sangat menggiurkan.

Pastikan prospek lokasi properti yang enjadi incaran Anda. Hal ini bisa Anda ketahui dari berapa banyak rencana pembangunan di kawasan tersebut.

Meskipun saat ini lingkungan sekitar properti masih belum terbentuk, namun jika Anda mengetahui adanya rencana pembangunan fasilitas umum seperti rumah sakit atau pusat perbelanjaan, maka properti tersebut cukup layak untuk dibeli.

Pastikan lokasi dibangunnya properti jauh dari banjir ataupun daerah ‘hitam’ alias kawasan yang dikenal berbahaya karena tingginya tingkat kriminalitas.

Mintalah pengembang untuk membuat kontrak tertulis sehubungan dengan properti tersebut.

Ini termasuk mengenai harga jual, biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan saat membeli properti, tanggal serah terima properti serta denda keterlambatan jika pengembang terlambat dalam menyelesaikan pembangunan.

Pastikan semua dokumen perjanjian jual beli lengkap.

Simpan dengan baik dokumen-dokumen tersebut, termasuk pernyataan tentang fasilitas-fasilitas yang dijanjikan akan dibangun oleh developer. Jadi, jika terjadi perbedaan antara yang dijanjikan dengan kondisi ketika properti sudah jadi, Anda bisa melakukan klaim.

Jangan membeli properti pre-launch dengan cara tunai keras atau hard cash.

Negosiasikan dengan pengembang bahwa Anda akan melakukan pembayaran bertahap sesuai perkembangan kondisi bangunan.

Semoga tips di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

You Might Also Like