Investasi

6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

28 February 2017
6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

Ut sementes feceris ita metes. Apa yang kau tabur adalah yang kau tuai. Adagium sohor ini mengajarkan kita betapa pentingnya menimbang sesuatu sebelum mengambil keputusan. Terlebih jika keputusan itu akan berdampak pada masa depan. Apapun halnya jika itu berefek pada masa depan, pertimbangan yang matang sangatlah diperlukan. Hal ini berlaku juga untuk investasi.

Namanya juga investasi maka harus memiliki benefit yang proporsional bagi diri. Jika tidak, itu namanya bunuh diri. Karenanya, memilah investasi yang pas sangatlah penting.

Properti mungkin boleh menjadi opsi. Kenapa? Karena investasi di lini ini tidak rumit dan profit. Nilainya akan terus tumbuh seiring berjalannya waktu. Bahkan dikatakan properti merupakan locomotive money. Atau secara bahasa diartikan sebagai pendulang uang bertenaga tinggi.

6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

Mengapa demikian? Berikut alasannya.

1. Peningkatan Industri

Ini soal siklus supply dan demand. Terus meningkatnya industri atau bisnis maka akan semakin banyak pula pembangunan ruang kantor, di mana hal itu tentu memerlukan tenaga kerja. Artinya, ketika industri terus bertumbuh sudah barang tentu lapangan pekerjaan pun bakal terbuka lebar. Lalu setelah itu apalagi? Ya, para pekerja itu butuh tempat tinggal. Dengan begitu secara otomotis tingkat permintaan akan properti juga terus meningkat.

Baca Juga :  Meikarta Raih Kategori “Best Marketing” di BTN Golden Property Award 2017

Sementara di sisi lain, persediaan properti tidak bisa mengikuti peningkatan permintaannya, atau dalam kata lain supply dan demand-nya tidak sebanding. Itu yang terjadi sekarang. Makanya, siklus kenaikan harga properti pun akan selalu berjalan kencang. Persis sebuah lokomotif.

2. Pertumbuhan Kelas Menengah

Indonesia atau negara berkembang lainnya hampir pasti memiliki pertumbuhan kelas menengah yang bagus. Hal itu kerap dibarengi dengan permintaan propertinya yang juga terus meningkat. Mengapa? Karena kebanyakan orang-orang kelas menengah ini masih dalam usia produktif. Dan kemungkinan besar, mereka pun belum memiliki tempat tinggal sendiri atau masih mengontrak.

Untuk itu, mereka perlu membeli rumah sendiri, baik sebagai tempat tinggal ataupun investasi. Jelas, ihwal itu membuat permintaan properti pun semakin kencang. Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika permintaanya banyak, harganya pun akan semakin melesat seperti lokomotif. Maka dari itu pertumbuhan rumah kelas menengah seperti BizHome Citra Raya Tangerang yang harga mulai dari 310 jutaan juga banyak menarik minat masyarakat kelas menengah.

Baca Juga :  LIMA ‘DOSA’ YANG HARUS DIHINDARI JIKA KAMU MENJADI INVESTOR PROPERTI

3. Inflasi

Setiap tahun terjadi inflasi, mungkin dengan persentasi besar atau kecil. Keadaan ini membuat nilai mata uang yang ada semakin melemah sehingga daya beli masyarakat pun ikut menurun. Dalam kondisi itu jelas tidak ada alasan harga properti akan amblas. Terlebih properti sendiri mengkomandoi lebih dari seribu industri, khususnya bahan bangunan. Daya beli yang semakin menurun harus memiliki solusi dengan adanya hunian yang memiliki harga terjangkau, seperti kawasan Citra Maja Raya yang memiliki harga murah namun memiliki nilai investasi yang menguntungkan karena termasuk kawasan yang dekat dengan transportasi Stasiun KRL Maja.

6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

6 ALASAN KENAPA PROPERTI DISEBUT SEBAGAI LOCOMOTIVE MONEY

4. Peningkatan Populasi

Dengan semakin padatnya populasi dan tingkat pertumbuhannya yang cepat, kebutuhan tempat tinggal bakal terus bertumbuh. Namun, jumlah properti yang tersedia akan sulit mengimbanginya. Jika ini terus terjadi, harga properti dipastikan akan terus melejit.

5. Tanah Tidak Bertambah

Tuhan tak pernah menciptakan tanah baru. Ungkapan itu adalah kata-kata pamungkas untuk menjawab pertanyaan mengapa harga properti tak pernah turun dan disebut locomotive money. Semakin banyak pembangunan, maka semakin sempit pula lahan yang tersisa. Dan itu berarti bahwa persediaan properti pun akan semakin mengecil, sementara kebutuhannya terus membengkak. Lalu bagaimana dengan harganya? Pasti meningkat.

Baca Juga :  INGAT 5 LANGKAH KECIL INI SEBELUM INVESTASI

Cukup, sekarang sudah tahu mengapa properti disebut locomotive money?

(dari berbagai sumber)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like