Berita Berita Properti

Proyek Andalan Jokowi, Kereta Cepat dan MRT, Terancam Diberhentikan Karena Tersandung Beragam Masalah

2 menit

Dua proyek andalan Jokowi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan MRT sedang tersandung kendala besar dan memiliki kemungkinan besar diberhentikan.

Selama memimpin Indonesia, Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk membangun beragam infrastruktur untuk membuat Indonesia lebih maju.

Infrastruktur tersebut di antaranya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan MRT di Jakarta yang digadang menjadi proyek andalan presiden ketujuh Indonesia.

Sayangnya, setelah beberapa tahun pembangunan proyek ini terancam akan mangkrak karena munculnya beragam masalah.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, berikut adalah beragam masalah yang dihadapi proyek andalan Jokowi.

Proyek Andalan Jokowi yang Tersandung Masalah

1. Kereta Cepat Jakarta-Bandung

proyek andalan jokowi mangkrak

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang menghadapi masalah yakni pembengkakan biaya yang cukup besar.

Pembesaran biaya tersebut merupakan imbas dari keterlambatan pembebasan lahan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Wijaya Karya, Ade Wahyu, mengemukakan bahwa biaya yang bengkak tersebut masih dihitung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China.

“Jadi cost over-run masih digodok dari internal Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan sponsor saat ini sedang dalam tahap akhir, mungkin besaran nilai cost over-run selesai pada bulan Oktober,” ujar Ade.

Meski mengalami masalah, target diselesaikannya Kereta Cepat masih belum berubah, yakni pada akhir tahun 2022.




Konon, proyek andalan Jokowi ini awalnya membutuhkan biaya sebesar Rp85 triliun, tetapi di tengah jalan membengkak dan diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp114 triliun.

2. Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2

pembangunan mrt mangkrak

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Perhubungan, terdapat permasalahan pada MRT Fase 2 karena harga penawaran yang terlalu tinggi dari pihak Jepang.

Karena hal tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, harus terbang ke Jepang dan meminta penyesuaian harga pada pihak Jepang.

Penyesuaian harga yang adil dan wajar diperlukan untuk melanjutkan pembangunan fisik MRT.

Setelah pergi ke Jepang, Budi menegaskan pihak Jepang akan mengikuti permintaan dari Indonesia.

“MRT ini proyek penting, kita sampaikan bahwa harga harus sesuai dan kualifikasi harus diikuti. Ini saya sampaikan kepada pejabat dan akan memberikan nasihat agar mereka mengikuti sesuai dengan ketentuan Indonesia…

…Kegiatan yang akan mengharuskan mengikuti harga dan ketentuan itu akan diikuti kontraktor Jepang,” ujar Budi.

***

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Tangerang? Bisa jadi Jade Park Serpong adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Content Writer
Follow Me:

Related Posts