Berita

Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Akan Tetap Dilanjutkan

4 April 2016
1 menit

Urbanites masih ingat kan dengan bahasan kita sebelumnya mengenai pro kontra proyek reklamasi? Di dalamnya juga sudah dibahas mengenai proyek reklamasi di Bali. Nah, kali ini kita bahas mengenai rencana proyek reklamasi Jakarta. Wah, ada apa ya? Yuk, simak penjelasan berikut!

Tak jauh berbeda dengan rencana proyek reklamasi Teluk Benoa, pro kontra pun terjadi pada proyek reklamasi Teluk Jakarta. Contohnya saja, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menolak proyek ini. KNTI bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah melayangkan gugatan terkait pemberian izin reklamasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Pihak KNTI menilai bahwa proyek reklamasi Teluk Jakarta hanya akan menguntungkan para pebisnis properti. Izin reklamasi pun dianggap telah menabrak beberapa aturan terkait lingkungan hidup, tata ruang, dan lainnya.

Bahkan hal yang mengejutkan pun terjadi pada proyek ini karena adanya skandal dugaan suap. Setelah diketahui, tersangkanya adalah Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja. Ia diduga telah menyuap ketua Komisi D DPRD DKI M Sanusi.

Hal-hal yang terjadi tak menggentarkan langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk tetap mereklamasi Teluk Jakarta. Gubernur yang akrab disapa dengan Ahok ini pun berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) dan Keputusan Presiden (Kepres) No. 52 Tahun 1995.

Rancangan Perda mengenai proyek reklamasi memang masih dibahas oleh DPRD DKI, namun bahasannya memanglah mengenai revisi dari isi Kepres. Pada Kepres Tahun 1995 dijelaskan bahwa kewajiban pengembang proyek reklamasi hanya 5%, namun Ahok menginginkan bahwa kewajiban ditambah menjadi 15%.

Ahok pun sudah menjelaskan bahwa reklamasi tidak akan menyebabkan Jakarta menjadi banjir. Proyek ini pun dinilai akan tetap bisa mengalirkan air dari daratan ke Teluk Jakarta. Tentunya ada perhitungan sendiri, yaitu jarak antara pulau reklamasi dengan daratan harus memiliki jarak 200-300 meter.

Nah, apa tanggapan Urbanites yang ada di Jakarta? Ayo berikan komentar dan jangan lupa untuk share artikel ini agar Urbanites lainnya pun bisa mengemukakan pendapat!

You Might Also Like