Berita

Diisukan Bangkrut, PT Pos Indonesia: Sama Sekali Tidak Benar

24 Juli 2019
pt pos indonesia
2 menit

PT Pos Indonesia diisukan mengalami kebangkrutan di berbagai media sosial.

Lantas, bagaimana salah satu perusahaan BUMN ini menanggapi hal tersebut?

Seperti dilansir money.kompas.com, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklarifikasi bahwa perusahaan yang sehat ini sedang melakukan transformasi.

Transformasi itu sendiri meliputi berbagai aspek, mulai dari bisnis, anak usaha, hingga keuangan.

Selain itu, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, menjelaskan hal yang serupa.

Fajar menyebutkan bahwa PT Pos Indonesia sedang berusaha untuk mengikuti perubahan lingkungan usaha yang cepat.

“Kami memastikan bahwa Pos Indonesia masih terus berkarya, hak-hak karyawan dipenuhi. Pos Indonesia adalah perusahaan yang sehat dan melakukan transformasi untuk menjadi BUMN yang lebih kuat dan terus melayani masyarakat hingga ke seluruh pelosok Tanah Air,” ungkap Harry.

Bantahan dari Berbagai Pihak

Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setjono, pun turut membantah kabar yang membuat citra perusahaan menjadi buruk ini.

Gilarsi merespon pernyataan DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka, yang menyebutkan bahwa pemerintah harus lebih prihatin terhadap kondisi Pos Indonesia.

Baca Juga:

Inikah Rancangan Ibu Kota Baru Indonesia di Masa Depan?

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Ibu Rieke Dyah Pitaloka, sebagai wujud pembelaannya kepada Pos Indonesia. Karena memang diperlukan keterlibatan perintah untuk melakukan proses penyehatan Pos Indonesia yang sudah lama tertunda,” ujar Gilarsi.

Membantah PT Pos Indonesia Melakukan Pinjaman Bank untuk Membayar Gaji Karyawan

Selain itu, Gilarsi juga membantah poin-poin lain, seperti pinjaman bank untuk membayar upah karyawan.

“Benar perusahaan perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan. Modal kerja dipinjam dari bank, namun tidak untuk tujuan membayar gaji karyawan,” ungkapnya.

Gilarsi kemudian menjelaskan mengenai perputaran uang Pos Indonesia yang perbulannya mencapai Rp20 triliun (karena Pos memiliki jasa keuangan).

Selain itu, menurut lembaga pemeringkat nasional terkemuka, Perfindo, Pos juga mendapatkan rating A .

Dia berpendapat bahwa perusahaan yang sedang berupaya menghadapi disrupsi merupakan hal yang biasa saja

Baca Juga:

Inilah Lokasi Perumahan Elit Jakarta yang Mewahnya Tiada Tara. Sanggup Beli?

Untuk itu, Pos Indonesia menjawab disrupsi ini dengan cara melakukan transformasi bisnis yang meliputi

  • SDM,
  • penguatan anak usaha, dan
  • pengembangan produk baru.

Dengan penjelasan yang disebutkan di atas, Gilarsi berpendapat bahwa semua isu yang dilontarkan pada Pos Indonesia merupakan pendiskreditan tanpa data.

***

Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak informasi dan artikel menarik lainnya hanya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cari segala kebutuhan propertimu di 99.co/id.

You Might Also Like