Berita Ragam

Kisah Haru Puasa Pertama Seorang Mualaf di Keluarga Nonmuslim. Begini Reaksi Sang Ayah!

2 menit

Seorang anak asal Malaysia ini membuat warganet merasa terharu. Pasalnya, ia berpindah keyakinan menjadi mualaf di usia muda dan menjalani puasa pertama di tengah keluarga nonmuslim. Bagaimana reaksi keluarganya?

Kisah keluarga Lim Hun Kheng (44 tahun) asal Malaysia ini cukup menginspirasi.

Lim memberikan dukungan penuh kepada anaknya, Mohammad Firdaus Hong Abdullah (12 tahun) yang telah menjadi mualaf.

“Saya tidak pernah menghalangi Firdaus memeluk Islam, saya beri dukungan dan semangat sebagai seorang ayah,” ujar Lim, dikutip dari Berita Harian.

Saat Ramadan seperti saat ini, Lim tak pernah lupa membangunkan anaknya untuk makan sahur.

Meski berbeda agama, dia ingin anaknya taat pada perintah Tuhan.

Lim juga ingin Firdaus tumbuh menjadi anak yang saleh.

Dia pun selalu mengingatkan anaknya agar menyempatkan diri menuntut ilmu agama Islam di sela aktivitas belajarnya yang padat.

Puasa Pertama Seorang Anak di Keluarga Nonmuslim

Diizinkan Orang Tua Menjadi Mualaf

puasa pertama

Sumber: hmetro.com.my

Lim sama sekali tidak merasa keberatan anaknya menjadi mualaf. Ia bahkan mendukung kegiatan keagamaan sang anak.

Hal itu karena ia melihat anaknya memiliki minat mendalam pada agama Islam.

“Saya memang tidak keberatan, justru mengizinkan dia masuk Islam, karena dia punya minat mendalam pada Islam,” lanjut Lim.

Lim mengatakan anaknya memang sudah tertarik menjadi Muslim sejak duduk di bangku kelas 1.

Menurut dia, Firdaus selalu meraih nilai cemerlang di mata pelajaran Agama Islam.

“Dia selalu dapat nilai A dalam ujian Pendidikan Islam. Saya dan bersama guru-gurunya mengantarkan Firdaus ke pejabat agama Islam Daerah Kubang Pasu untuk memenuhi keinginannya memeluk Islam,” ucap Lim.

Sang Ayah Mendukung & Mengingatkan untuk Beribadah

mualaf

Sumber: lepatpisang.com

Usai sahur, Lim selalu memastikan anaknya untuk salat Subuh.

Setelah itu, ia mengantarkan Firdaus ke sekolah umum pagi hari dan Kelas Agama dan Fardlu Ain, semacam madrasah diniyah, saat hari menjelang petang.

“Meskipun kegiatan hariannya padat, saya tetap ingin Firdaus bisa mendalami agama Islam dan dia memang berteman dan belajar agama dengan keluarga angkatnya,” ucap Lim.

Firdaus Menyambut Ramadan dengan Suka Cita

Firdaus sendiri mengaku sangat gembira menyambut datangnya bulan Ramadan.

Dia sangat ingin salat Tarawih di masjid atau musala bersama teman-temannya.

Setiap kali petang hari, sang ayah menjemputnya di KAFA dan mengajaknya ke bazar Ramadan.

Di sana, sang ayah membelikan makanan kegemarannya, yakni ayam bakar.

“Itu kegiatan yang saya tunggu di bulan Ramadan namun yang lebih penting sejak memeluk Islam, saya sudah mendapat jawaban atas pertanyaan yang selalu mengganggu pikiran saya sebelumnya, yaitu bagaimana manusia tercipta dan dari mana asalnya.” kata Firdaus.

***

Demikian kisah seorang anak mualaf dari Malaysia.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa baca artikel terkini lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Grand City Balikpapan?

Temukan hanya di situs properti 99.co/id.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts