Hukum

Punya Masalah dengan Penjaga Kost? Wajib Baca Ini!

4 Januari 2017
2 menit

Anda sedang menyewa rumah atau kamar kost? Pernah punya masalah dengan penjaga kost? Ternyata ada aturan terkait hal tersebut yang bisa melindungi Anda. Penasaran seperti apa? Yuk, temukan jawabannya dalam artikel ini!

Tidak jarang sebuah rumah atau kamar kost dijaga oleh orang lain yang bukan merupakan pemilik langsung. Bukan tidak mungkin akan ada masalah yang muncul, terutama mengenai kesalahpahaman antara Anda, penjaga kost, dan pemilik kost.

Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Misalnya, Anda sudah membayar uang dengan jumlah tertentu kepada penjaga kost, namun ternyata uang tersebut tidak diberikan kepada pemilik kost. Ujungnya, pemilik kost tidak mengetahui Anda menyewa kamar atau rumahnya, sehingga ia menyewakan kepada orang lain.

Termasuk Penggelapan

Sangat disarankan bahwa setiap transaksi dilengkapi dengan kwitansi sebagai tanda bukti transaksi yang sah. Selanjutnya, simpan tanda bukti tersebut untuk berjaga-jaga apabila ada kejadianseperti yang sudah dijelaskan di atas.

Jika hal di atas terjadi pada Anda, penjaga kost dapat dijerat dengan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur mengenai penggelapan. Perbuatan penggelapan adalah mengambil barang milik orang lain secara sah. Tujuannya sendiri adalah untuk menjadikannya sebagai milik sendiri.

Berikut rumusan Pasal 372 KUHP:

“Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”

You Might Also Like