Berita

REI Targetkan Bangun 250.000 Rumah MBR di 2018

3 menit
REI Targetkan Bangun 250.000 Rumah MBR di 2018

REI Targetkan Bangun 250.000 Rumah MBR di 2018

Persatuan Perusahaan Real Estat lndonesia (REI) menambah target pembangunan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi 236.000 hingga 250.000 unit di tahun 2018. Sebelumnya sepanjang 2017, REI telah membangun sebanyak 206.290 unit rumah bersubsidi di seluruh indonesia. Realisasi tersebut melampaui target yang ditetapkan asosiasi tersebut sebanyak 200.000 unit.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengaku puas dengan capaian pembangunan rumah bersubsidi untuk rakyat yang dibangun anggota REI di seluruh wilayah. Meski diakui sebenarnya realisasi pembangunan tersebut bisa lebih banyak lagi bila mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder terutama pemerintah daerah, perbankan, PLN dan PDAM.

“Perlu dijelaskan bahwa 206.290 unit itu adalah rumah subsidi yang sudah terbangun, jadi yang sudah siap dihuni. Sebagai pengembang peran dan tugas kami adalah membangun, sehingga targetnya pembangunan. Kalau berdasarkan akad kredit mungkin datanya ada di bank atau PPDPP Kementerian PUPR,” ungkap Eman, demikian dia akrab dipanggil kepada wartawan dalam Konferensi Pers Awal Tahun DPP REI di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sekretariat DPP REl, lima besar daerah penyumbang pembangunan rumah MBR di 2017 adalah Jawa Barat sebanyak 24.380 unit, Jawa Timur 19.265 unit, DKI Jakarta 17.921 unit, Sumatera Utara 13.273 unit, dan Sulawesi Selatan 12.059 unit.

Sedangkan lima daerah dengan pembangunan terendah adalah Maluku hanya 241 unit, Khusus Batam 335 unit, Di Yogyakarta 362 unit, Maluku Utara 474 unit dan Bangka Belitung 672 unit.

Eman memproyeksikan realisasi pembangunan rumah subsidi akan meningkat sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, target ditingkatkan menjadi 236.261 unit berdasarkan masukan dari daerah.

“Kalau menurut kesanggupan daerah tahun ini targetnya 236.261 unit. Tapi saya maunya digenjot lebih kencang, kalau bisa sampai 250 ribu unit,“ kata Eman.

Dia optimistis realisasi pembangunan rumah subsidi oleh REI di 2018 bisa meningkat didasari berbagai pertimbangan antara lain kebutuhan masyarakat yang masih tinggi terhadap rumah murah terjangkau, adanya komitmen pemerintah untuk mendorong penyediaan rumah rakyat melalui Program Sejuta Rumah (PSR) serta kuatnya semangat pengembang anggota REI untuk membangun rumah subsidi.

Inisiatif Kementerian PUPR yang melaksanakan percepatan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan 40 bank mitra pada 21 Desember 2017 juga turut menjadi pemacu suplai rumah subsidi karena proses akad kredit sudah bisa dilakukan pada Januari 2018.

Titik fokus pembangunan rumah rakyat oleh REI masih akan diprioritaskan pada empat target pasar yakni PNS, TNI/Polri, pekerja di sekitar kawasan industri, dan kelompok masyarakat sektor informal.

REI Targetkan Bangun 250.000 Rumah MBR di 2018

REI Targetkan Bangun 250.000 Rumah MBR di 2018

“Saya kira program PSR ini baik sekali, sehingga kami harus dukung. Ini menunjukkan pengembang masih punya idealisme dan kesempatan yang sama mulia untuk membantu negara sesuai kompetensi kami yakni membangun rumah. REI harus berbuat banyak melalui program ini,” tegas Eman yang setiap ke daerah menyempatkan diri melihat langsung pembangunan perumahan subsidi milik anggota REI.

permata mutiara maja

REI berharap dengan mendukung PSR sekaligus dapat menjadi trigger (pemicu) bagi bisnis anggota-anggotanya di daerah. Karena mayoritas anggota REI adalah pengembang rumah subsidi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semakin banyak pengembang di daerah yang bergerak, menurut Eman, maka lapangan kerja di daerah yang terbuka. Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden lokowi untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Tanah Air.

Ke depan, ungkap Eman, REI terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh anggotanya sesuai arahan pemerintah.

Salah satu rumah subisi yang sedang dilucurkan pengembang adalah Permata Mutiara Maja. Sang Developer, PT Bukit Nusa Indah Perkasa akan membangun Permata Mutiara Maja di kawasan strategis karena berjarak kurang lebih 800 meter dari Stasiun KRL Maja. Banten merupakan kawasan yang sedang berkembang pesat, khususnya karena Kota Maja merupakan salah satu bagian program dari pemerintah dan perkembangan Kota Maja dengan konsep TOD yang menempatkan Stasiun Maja sebagai pusat transportasi utama.

99.co Indonesia

Blog 99.co Indonesia | Ulasan & Berita Seputar Properti Menyuguhkan berita terkini dan artikel seputar properti. Pengemasan eksklusif dengan konten menarik.

Related Posts