Berita

Renovasi Malah Bikin Rugi dan Rumah Jadi Sulit Terjual, Benarkah?

8 Desember 2017

Kebanyakan orang merenovasi rumah untuk membuat tampilannya jadi lebih menarik. Anda juga melakukan hal yang sama?

Disadari atau tidak, banyak orang yang melakukan renovasi tanpa berpikir panjang. Padahal…

Tahukah Anda?

Ternyata jika tidak berpikir panjang mengenai renovasi yang dilakukan akan membawa kerugian di kemudian hari.

Faktanya…

Merenovasi rumah akan membuat rumah tersebut sulit terjual. Tentu tidak mau hal ini terjadi bukan?

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai:

  • Kesalahan dalam merenovasi rumah;
  • Kerugian merenovasi rumah; hingga
  • Kapan waktu yang tepat untuk merenovasi rumah.

Lebih jelasnya, mari kita bahas bersama!

#1 BAGIAN RUMAH INI KALAU DIRENOVASI MALAH BIKIN RUGI

Pasti Anda akan bertanya-tanya apakah hal ini benar?

Pasalnya, setiap orang tentu ingin membuat rumahnya menjadi lebih fungsional, Anda juga demikian?

Lalu apa yang membuat kita menjadi rugi saat merenovasi rumah?

Begini, kerugian baru akan dirasakan ketika rumah yang sudah direnovasi akan dijual. Alasannya begini…

Rumah yang direnovasi terkadang malah menambah atau mengurangi fungsi ruangan dan ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan si pemilik rumah.

Jika sudah begini, tentu rumah jadi kurang menarik untuk para pembeli.

Tenang saja karena tidak semua renovasi salah, kok!

Hanya ada beberapa bagian yang perlu Anda perhatikan, seperti:

Mengurangi Kamar

Mengurangi jumlah kamar cukup banyak dilakukan oleh banyak orang di Indonesia.

Alasannya beragam dan salah satunya adalah agar rumah terlihat lebih luas, namun nyatanya strategi yang satu ini bisa dibilang salah.

Kenapa?

Misalnya rumah Anda tadinya ada 4 kamar, lalu dikurangi menjadi 3 kamar.

Ini akan menurunkan daya jual rumah. Semakin banyak jumlah kamar, maka daya jualnya akan semakin tinggi.

Pembeli yang membutuhkan kamar banyak pun akan berpikir ulang karena harus merogoh uang lagi untuk merenovasi rumah tersebut.

Membuat Kolam

Tak jarang juga seseorang menambah bagian rumahnya dengan kolam, baik itu kolam renang maupun kolam ikan.

Bukan sekadar menjadi fasilitas, biasanya kolam di rumah pun dipercaya akan memberikan kesejukan. Bahkan ada juga yang sengaja membuat kolam untuk menaikkan harga jual rumah.

Baca Juga :  Mengatur Suhu Kamar dan 5 Hal Ini Bisa Bantu Kamu Tidur Lebih Lelap

Kenyataannya…

Jarang pencari rumah yang membutuhkan kolam renang, apalagi pembeli rumah pertama.

Inilah yang dipikirkan oleh mereka:

Adanya kolam di rumah tentu akan membutuhkan waktu dan biaya tambahan untuk perawatannya.

Menghilangkan Garasi

Ukuran luas tanah yang sempit tak ayal membuat beberapa orang yang memiliki garasi malah menghilangkan fungsinya.

Ada yang menghilangkan garasi untuk menambah jumlah kamar, membuat ruang tamu, atau ruang keluarga.

Sayangnya, hal ini merupakan langkah yang salah.

Di zaman modern seperti sekarang ini, sudah banyak orang yang memiliki kendaraan sebelum memiliki rumah, baik motor maupun mobil.

Oleh karena itu, ketika mereka mencari rumah, maka garasi adalah salah satu kriteria ketika mencari rumah.

Bahkan tak jarang juga yang mempermasalahkan luas garasi.

Jika Anda ingin memperluas rumah, jangan pernah mengambil area garasi, ya!

#2 KESALAHAN RENOVASI RUMAH YANG SERING TERJADI

Banyak orang yang memutuskan untuk merenovasi rumah, namun tidak diiringi dengan perhitungan yang matang. Terkadang, modal yang disediakan pun cukup terbatas.

Nyatanya, banyak juga kesalahan renovasi yang tidak disadari, seperti:

Perhitungan Tidak Tepat

Memiliki perhitungan tepat tentu sangat dibutuhkan saat merenovasi rumah.

Perhitungan ini bukan hanya menentukan jumlah uang yang harus disiapkan, namun perlu dihitung juga mengenai ukuran yang dibutuhkan.

Perhitungan ini menjadi sangat penting karena jika berbeda beberapa inci saja akan menimbulkan perbedaan yang cukup signifikan.

Jika perhitungan bentuk saja belum pasti, maka jangan heran jika selanjutnya Anda malah harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk melakukan renovasi ulang.

Oleh karena itu, jika ragu untuk bertanya pada konsultan properti ketika akan merenovasi rumah.

Pakai Material Murah

Siapa yang tak ingin merenovasi rumah dengan harga murah?

Kebanyakan orang biasanya menggunakan bahan baku murah untuk menekan biaya renovasi, padahal hal ini malah akan merugikan Anda.

Pertama, rumah yang direnovasi tidak akan awet atau tahan lama.

Kedua, harga jualnya menjadi akan turun jika pondasi rumah tidak kuat.

Mengabaikan Pencahayaan

Baca Juga :  recycle old cds part 1

Terkadang seseorang merenovasi rumah hanya mementingkan jumlah dan fungsi ruangannya, namun ada beberapa elemen yang dilupakan seperti pencahayaan.

Padahal, ini pun harus turut dipertimbangkan mengingat sebuah ruangan akan menjadi tidak nyaman jika pencahayaannya tidak tepat.

Jangan sampai ketika renovasi selesai, ruangan tersebut kekurangan cahaya alami. Ini malah akan membuat ruangan menjadi pengap dan juga lembap.

Oleh karena itu…

Pastikan dengan jelas letak arah jendela.

Sebisa mungkin arahkan jendela ke arah matahari terbit agar ruangan mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Selain membuat ruangan menjadi tidak lembap, ini juga akan berfungsi bagi kesehatan pemiliknya dan juga bisa menghemat energi.

Salah Memilih Tukang Bangunan

Setelah memiliki perencahaan yang matang, bahan bangunan berkualitas, dan dana sudah terkumpul, jangan sampai Anda memilih tukang bangunan.

Kenapa?

Proses pengerjaan juga tentunya sangatlah penting, jangan sampai apa yang sudah dikonsep malah tidak sesuai dan hasilnya mengecewakan.

Pastikan Anda memilih jasa kontraktor dan tukang bangunan yang berkualitas. Tak harus mahal, setidaknya Anda harus sudah tahu bagaimana kinerja dari mereka.

Tak ada salahnya untuk meminta referensi dari kerabat maupun sahabat dan jangan lupa untuk melihat hasil kerjanya.

Apabila salah memilih tukang, bisa saja Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih besar karena bisa saja proses pembangunan memakan waktu yang lebih lama. Apalagi jika bentuk bangunan tidak sesuai.

#3 ADA WAKTU YANG TEPAT UNTUK RENOVASI! KIRA-KIRA KAPAN, YA?

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk merenovasi rumah.

Jangan sampai salah, renovasi akan tepat jika dilakukan pada:

Ada Tanda Kerusakan

Kebanyakan orang baru merenovasi rumah saat bangunannya sudah benar-benar rusak. Bukannya untung, malah jadi rugi!

Kenapa?

Ketika bangunan sudah benar-benar rusak, maka biaya yang harus dikeluarkan pun tentunya akan jauh lebih besar.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan renovasi ketika tanda-tanda kerusakannya baru muncul. Misalnya begini…

Ketika ada kebocoran kecil, sebaiknya segera diperbaiki karena biayanya tentu tidak terlalu besar.

Saat kerusakan mulai membesar, maka renovasi yang dilakukan pun akan memakan waktu lebih lama dan lebih mahal.

Baca Juga :  Lebih Baik Beli Rumah atau Mobil Dulu?

Perlu Anda ingat bahwa rumah dan bangunan lain pun memerlukan perawatan rutin.

Saat Butuh Ruang Lebih

Merenovasi rumah bukan hanya ketika rumah tersebut mengalami kerusakan. Anda juga bisa merenovasi bagian rumah ketika membutuhkan ruang tambahan.

Tak menutup kemungkinan juga bahwa renovasi dilakukan ketika ingin merasakan suasana baru. Meskipun demikian, Anda juga perlu mempertimbangkan hal-hal yang sudah dijelaskan sejak awal.

Saat Perubahan Musim

Apa hubungan antara perubahan musim dengan renovasi rumah?

Ternyata begini…

Rumah yang dibangun atau direnovasi saat pertengahan musim akan menghasilkan pondasi yang berkualitas.

Ya, cuaca yang tidak selalu panas dan tidak selalu dingin memang sangat berpengaruh.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ternyata bagian rumah yang direnovasi saat musim hujan akan rentan mengalami keretakan dinding atau bahkan atap yang mudah bocor.

Selain itu, bangunan yang dibuat saat musim dingin atau musim hujan malah akan lebih berair, sehingga jadi lembap.

Saat akan Jual Rumah

Kok sebelum jual rumah? Bukankah sudah dijelaskan bahwa ini malah akan rugi karena lebih sulit terjual?

Tunggu dulu…

Anda tetap bisa melakukan renovasi untuk membuat tampilan rumah jadi tampak lebih menarik.

Sangat disarankan untuk merenovasi rumah sesuai dengan kebutuhan dan juga selera pasar. Langkah lain yang bisa dilakukan juga adalah menggunakan warna-warna netral.

Renovasi ini menjadi perlu agar tampilan rumah tetap seperti baru meski sudah ditempati selama bertahun-tahun. Ini tentunya akan turut menaikkan harga jual rumah Anda, lho!

Ini yang perlu Anda ingat:

Lakukanlah renovasi ketika perencanaan pengeluaran sudah matang dan budget pun sudah benar-benar disiapkan.

Sangat disarankan juga untuk menyediakan dana tambahan sekitar 15% – 20% dari perhitungan. Ini berguna jika ada pengeluaran yang tak terduga.

Kini sudah tahu ‘kan apa penyebab kerugian dari renovasi rumah?

Temukan juga bahasan menarik lainnya di Blog UrbanIndo!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like