Testimoni

Rijki Mutakin: Banyaknya Agen Bikin Persaingan Jadi Lebih Menantang

15 Januari 2018
2 menit

Baru terjun menjadi seorang agen membuat Rijki Mutakin masih sangat bersemangat.

Bukan hanya itu, agen asal Bandung ini juga menganggap banyaknya agen malah bisa membuatnya semakin semangat bekerja.

Inilah salah satu faktor yang membuat propertinya cepat closing.

Seperti apa kisah karier Rijki Mutakin?

Berawal Jadi Pengawas Rumah

Ada yang menarik dari seorang Rijki.

Sebelum menjadi seorang agen properti, ternyata ia sudah lebih dulu mengenal dunia properti melalui profesinya yang menjadi seorang pengawas rumah minimalis.

“Kebetulan sejak tahun 2012 saya jadi pengawas rumah minimalis, lalu sambil belajar pemasaran dan penjualan sekitar akhir 2017 mulai jadi agen properti,” kenangnya.

Kenapa Rijki memutuskan terjun jadi agen properti?

Bukan hanya karena komisi, ternyata keputusan ini diambil karena Rijki merasa waktunya lebih fleksibel dan ia memang memiliki proyeksi untuk memperluas bisnisnya di bidang properti.

Masuk ke sebuah perusahaan, dirasa menjadi salah satu cara yang tepat karena Rijki jadi bisa mempelajari berbagai hal baru.

Belum adanya pengalaman membuat Rijki memutuskan untuk bergabung dulu dengan salah satu perusahaan properti.

“Tadinya mikir mau independen, tapi kan harus punya pengalaman dulu makanya sekarang gabung dulu dengan salah satu kantor agen properti,” tuturnya.

Jika ditanya mengenai kesulitan, Rijki pun tidak mengelak. Ia mengatakan bahwa hal tersebut tergolong relatif dan dirinya selalu menikmati prosesnya.

Disarankan Kantor Pakai UrbanIndo

Meski sudah pernah menjadi seorang pengawas rumah minimalis, agen asal Kota Kembang ini merasa masih bingung untuk mempromosikan propertinya.

Pada akhirnya, ia pun menggunakan media offline dan online.

Khusus media offline, Rijki mengaku masih menggunakan banner dan untuk media online, ia menggunakan beberapa situs dan salah satunya adalah UrbanIndo.

“Diarahkan (pakai UrbanIndo) sih dari kantor dan akhirnya coba-coba dulu. Rekan-rekan kantor juga banyak yang menyarankan dan kebetulan saya juga masih cari-cari media pemasaran,” jelas Rijki.

Terkait hal ini, Rijki sendiri mengatakan bahwa beriklan di media online memang jauh lebih efektif untuk mendapatkan respons yang lebih banyak.

Persaingan Menaikkan Semangat

Tak dipungkiri bahwa jumlah agen properti, khususnya di Kota Bandung memang semakin banyak.

Hal ini tentu membuat persaingan di dunia properti menjadi semakin ketat.

Ternyata semakin banyaknya agen tak membuat Rijki patah semangat. Ia malah semakin termotivasi menjadi lebih semangat.

“Kalau persaingan sih jadi motivasi buat saya karena jadi lebih semangat dan dengan adanya persaingan ini saya jadi berpikir (mengenai strateginya hingga) dua kali,” ungkapnya.

Meski mampu mengatasi persaingan, Rijki mengaku bahwa perjalanannya menjadi seorang agen properti tidaklah mudah.

Banyaknya kendala mulai dari salah paham sesama agen properti hingga banyaknya pembeli yang memberikan harapan palsu sudah menjadi ‘makanan sehar-hari Rijki.

“Kalau jualan properti itu bukan kaya jual makanan atau mobil jadi meski pembelinya sudah suka, ada kemungkinan batal juga. Kemarin juga ada beberapa kali pembeli yang batal meski sudah deal. Ya mungkin itulah tantangannya,” tutup Rijki.

Anda ingin mendapatkan banyak respons agar propertinya lebih cepat terjual?

Jangan lupa iklankan properti Anda di UrbanIndo!

You Might Also Like