Berita, Berita Properti

Rukan, Alternatif Belajar Mengelola Bisnis di Rumah

9 Juni 2019
rukan
2 menit

Tidak hanya apartemen dan rumah huni saja yang bisa kamu investasikan. Saat ini, rukan memiliki banyak peminatnya. Namun, apa itu rukan?

Tuntutan ekonomi yang kian pelik menuntut sejumlah orang untuk mencari nafkah lebih melalui bidang usaha yang memang dikuasainya.

Tetapi, berbisnis tak harus lebih dahulu masuk ke gedung-gedung pencakar langit atau perusahaan besar.

Sebagian orang justru memanfaatkan bangunan rumahnya sendiri sebagai kantor atau bisa dibilang rukan.

Definisi Rukan

Rukan alias rumah kantor adalah hunian sekaligus tempat bekerja.

Properti komersial ini cukup menjanjikan sebagai investasi.

Biasanya rumah kantor terdiri dari 2-3 lantai.

Lantai bawah bisa kamu gunakan untuk kegiatan usaha, sedangkan bagian atas digunakan sebagai tempat tinggal.

Adapula penghuni rumah yang menggunakan seluruh bangunan rukannya untuk kegiatan usaha saja.

Jadi, sudah terbayang ‘kan peruntukkan rukan digunakan untuk apa?

Tips Membeli Rukan Agar Investasi Tak Merugi

1. Perhatikan Kawasan

Permintaan terhadap suplai rukan tergolong tinggi, terutama pada kawasan bisnis, perdagangan, dan hiburan.

Nah, jika kamu ingin membeli sebuah rukan, pilihlah di kawasan-kawasan seperti di atas.

Nantinya investasi propertimu ini bisa jadi pendukung ekonomi bahkan motor utama penggerak roda ekonomi di daerah tersebut.

2. Lokasi Strategis

Prospek bisnis properti ini sangat bergantung pada lokasi.

Belilah rukan yang berada di pinggir jalan ramai dan kawasan yang strategis serta sesuai dengan usaha yang kamu miiki.

Karena pada umumnya, selain berada di pinggir jalan, rukan juga ada di dekat pasar, mal, pusat belanja, dan daerah pusat hiburan lainnya.

Jika pas dan cocok, kemungkinan besar akan ramai pengunjung.

Bila lokasi tidak strategis, tentu pengunjung pun akan sepi bahkan tidak ada sama sekali.

Bisa juga terjadi sepi penyewa.

3. Nilai Investasi Lebih Besar

rukan

Sumber: sewakantor-update.com

Capital rate rukan bisa mencapai 6 sampai 9%.

Tingkat pengembalian modal investasinya pun lebih besar dibanding rumah sewa.

Hal ini disebabkan karena luas bangunannya yang lebih besar dibanding luas tanah.

Baca Juga:

Gunakan 7 Aplikasi Agen Properti Ini Agar Pekerjaan Makin Mudah

4. Hati-Hati Terhadap Krisis Ekonomi

Sensitifnya rukan terhadap krisis ekonomi harus membuat planning cadangan jauh sebelum membelinya.

Karena, properti ini dibuat sebagai tempat berdagang maka jika kondisi ekonomi memburuk bisa jadi sebagian pedagang yang menyewa akan menghentikan aktivitas perdagangannya.

Berbedan dengan bisnis rumahan.

Karena rumah merupakan kebutuhan primer, jadi walaupun sedang krisis ekonomi rumah tetap dibutuhkan banyak orang.

5. Perhatikan Jangka Waktu

Jangka waktu penyewaan properti ini termasuk ke dalam menengah, yakni antara 2-3 tahun, lebih panjang dari jangka waktu rumah sewa.

Pasalnya, penyewa harus memperhitungkan keuntungan yang didapatnya dengan menyewa di lokasi tersebut.

Andai, si penyewa ruko baru mendapat titik impas (break even point) di tahun kedua.

Dengan menyewa ruko tersebut tiga tahun, maka di tahun ke tiga, dia akan menikmati laba dari bisnisnya di ruko tersebut.

6. Manfaatkan Ruang

Bagaiman memanfaatkan rumah yang sudah jadi agar nyaman untuk dihuni sekaligus ruang berbisnis?

Ada baiknya menggunakan area-area tertentu seperti, garasi, carport, teras, gudang atau loteng (mezzanine) untuk dijadikan ruang kantor.

Area ini sangat cocok jika kamu berprofesi sebagai desainer interior, arsitek, atau profesi menjual jasa lainnya.

Sementara garasi atau carport pada umumnya dibuat untuk membuka jenis usaha barang dengan membuka kios.

Baca Juga:

Yuk, Pahami 9 Jenis Pondasi Rumah Ini Sebelum Membangun Hunian!

 

Semoga informasi di atas sangat bermanfaat untuk kamu ya, Sahabat 99!

Pantau terus Blog 99.co Indonesia agar lebih tahu informasi seputar properti.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id untuk mendapatkan rumah terbaik dengan harga terjangkau!

You Might Also Like