Berita, Berita Properti

Kenapa Rumah Adat Palembang Berbentuk Limas? Ini Penjelasannya

2 September 2019
rumah adat palembang
4 menit

Rumah adat Palembang memiliki kekayaan khazanah Indonesia yang sangat indah. Salah satunya adalah rumah adat Limas. Yuk, cari tahu seperti apa bentuk dan filosofinya.

Palembang sebagai ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel) dikenal sebagai daerah yang teguh menjaga kebudayaan lokalnya.

Salah satunya adalah rumah adat.

Dari beberapa rumah adat Palembang, masing-masing memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda-beda.

Salah satunya adalah rumah adat Palembang bernama rumah Limas.

Rumah Limas, Rumah Adat Suku Palembang Sumsel

Rumah tradisional Palembang bernama rumah limas.

Rumah ini berbentuk panggung, karena sebagian daerah di Palembang adalah rawa-rawa dan sungai.

Untuk menghindari air masuk ke dalam rumah, maka dibentuklah seperti panggung.

Rumah limas memiliki tiang penyangga rumah dengan tinggi 1, 5 meter sampai 2 meter dari permukaan tanah.

Pondasi rumah limas terbuat dari kayu ulen, pemilihannya pun bukan tanpa sebab karena, kayu memiliki struktur yang kuat dan tahan air.

Sementara bagian rumah yang lain seperti, pintu, pagar, dan lantai terbuat dari kayu trambesi tanpa menggunakan satu pun paku.

Rumah limas dalam budaya Palembang mempunyai makna filosofis yang mendalam.

Tiap ruangan diatur dengan menggunakan filosofi kekijing.

Dalam kekijing terdapat lima tingkatan ruangan yang diatur berdasarkan penghuninya, yaitu usianya, jenis kelamin, bakat, pangkat, dan martabat.

5 Tingkat Ruangan Kekijing dalam Rumah Limas

rumah adat palembang

Sumber: gosumatra.com

Rumah limas terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu ruang depan, ruang tengah dan juga ruang belakang.

Ruangan – ruangan ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Ruang bagian depan sering disebut beranda, disini terdapat 2 buah tangga untuk masuk ke dalam rumah.

Di ruang bagian depan juga terdapat gayung dan gentong berisi air, air ini digunakan untuk mencuci kaki dan tangan sebelum masuk ke dalam rumah.

Ruangan ini biasanya digunakan untuk beristirahat dan bersantai anggota keluarga.

Sedangkan untuk ruangan bagian tengah terdapat beberapa kekijing. Pada setiap kekijing terdapat dua buah jendela yang terletak di sebelah kanan dan sebelah kiri.

Pada kekijing yang terakhir terdapat lemari dinding yang digunakan untuk sekat.

1. Trenggalung

Trenggalung merupakan ruangan yang difungsikan untuk menerima tamu jika pemiliknya sedang mengadakan hajat.

Uniknya, jika dilihat dari luar, suasana di dalam ruangan tidak terlihat namun orang yang ada di ruangan bisa melihat ke luar.

Hal menarik lainnya dari trenggalung adalah lawang kipas.

Lawang atau disebut pula pintu jika dibuka akan membentuk langit-langit ruangan.

namun, bila kamu menutupnya akan membentuk dinding dan selasar pada ruangan trenggalung.

2. Jogan

Jogan adalah kekijing tingkat dua yang diperuntukkan bagi anggota keluarga pemilik rumah.

Anggota keluarga-nya hanya yang berjenis kelamin laki-laki saja.

3. Kekijing Tingkat Tiga

Setelah kamu masuk lebih dalam lagi ke rumah limas, kamu akan menemukan area yang lebih privasi.

Hal tersebut terlihat dari adanya penyekat ruangan.

Ruangan tingkat tiga ini hanya digunakan oleh tamu undangan khusus ketika pemilik rumah sedang mengadakan hajatan.

4. Kekijing Tingkat Empat

Ruangan kekijing tingkat empat ini hanya boleh digunakan oleh orang-orang yang dihormati dan mempunyai ikatan darah dengan pemilik rumah.

5. Gegajah

Ruangan ini termasuk dalam kekijing tingkat lima.

Gegajah hanya boleh dimasuki oleh orang yang dihormati dan mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam keluarga dan masyarakat.

Uniknya di dalam ruangan gegajah terdapat undakan lantai yang disebut amben.

Amben inilah yang digunakan untuk mengadakan musyarawah para penghuni gegajah.

Selain itu juga terdapat kamar pengantin, yang hanya difungsikan jika pemilik rumah sedang mengadakan pesta pernikahan

Baca Juga:

10 Rumah Adat Terpopuler di Indonesia. Ada dari Daerahmu?

5 Keunikan Arsitektur Rumah Adat Palembang

rumah adat palembang

Sumber: gosumatra.com

1. Atap Rumah Limas

Desain atap dari rumah adat limas ini sangat menonjol karena dihias menggunakan ornamen bentuk simbar.

Simbar berfungsi sebagai penangkal petir juga dekorasi rumah adat Palembang ini.

Masing-masin grumah limas memiliki simbar yang berbeda.

Dua simbar melambangkan Adam dan Hawa sedangkan tiga simbar menggambarkan matahari – bulan – dan bintang.

Empat simbar melambangkan sahabat nabi, sedangkan lima simbar melambangkan rukun islam.

2. Rumah Dibuat Menghadap Timur dan Barat

Pemilihan arah hadap untuk rumah adat limas ini berdasarkan filosofi yang berkembang di kalangan masyarakat.

Arah timur mengartikan Matoari Edop, di mana matahari muncul dan melambangkan awal mula kehidupan manusia.

Sedangkan arah barat berarti Matoari Mati, di mana matahari terbenam dan melambangkan akhir dari kehidupan.

3. Rumah Panggung

Rumah limas sering disebut sebagai rumah panggung.

Selain dibuat karena wilayahnya yang dipenuhi rawa-rawa, rumah limas berbentuk panggung ini memiliki bagian kolong yang bisa dimanfaatkan.

Mereka suka menggunakan kolong rumah limas untuk berkumpul bersama sebagai ruang keluarga sampaii melakukan kegiatan bersama di sana.

Untuk naik ke pelataran rumah limas, ada tangga di sisi kanan dan kiri bangunan.

4. Terdapat 5 Tingkat Kekijing

Seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Rumah limas terdapat 5 kekijing yang berbeda tingkatan dan fungsinya.

Hal itu berfungsi untuk menandakan keluarga besar yang tinggal di dalamnya.

5. Ukiran pada Rumah Limas

Sebagai penanda kedudukan dan garis keturunan pemilik rumah limas, mereka menggunakan simbol atau kijing yang terdiri dari Raden / Masagus, Kemas, dan Kiagus.

Untuk ukirannya ada yang bermotif guci, kulit kerang, dan naga. Beberapa di antaranya dipengaruhi oleh kebudayaan Cina yang berbaur di Sumatera Selatan.

Sedangkan perabotan yang digunakan di rumah limas umumnya dibuat menggunakan kayu jati dan tembesu.

rumah adat palembang

Sumber: liputan6.com

Untuk kamar tidur, kamu bisa menemukan kain bermotif songket pada kasur dan bantal.

Meski masyarakat Palembang sudah tidak menggunakan gaya rumah limas sebagai hunian mereka, bukan berarti tidak ada rumah limas di Palembang.

Salah satu rumah limas yang masih berdiri hingga saat ini adalah rumah limas peninggalan Pangeran Syarif Abdurrahman Al Habsi.

Rumah ini sudah dibangun sejak tahun 1830.

Setelah mengalami perpindahan kepemilikan…

Rumah peninggalan tahun 1830 tersebut akhirnya dipindahkan ke halaman belakang Museum Balaputera Dewa.

Sehingga menjadi koleksi terbesar Museum Negeri Sumatera Selatan yang ada di Jalan Srijaya Negara I, Palembang itu.

Bahkan untuk menjaga dan melestarikan bentuk rumah limas Palembang yang kaya akan makna filosofis ini…

Pemerintah mengeluarkan mata uang pecahan Rp10 ribu bergambar rumah limas.

Baca Juga:

5 Rumah Adat Terancam Punah di Indonesia. Menyedihkan!

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya!

Jangan lupa temukan update-an terbaru seputar properti dalam Blog 99.co Indonesia

Temukan properti yang kamu cari hanya di situs 99.co/id .

You Might Also Like