Berita, Berita Properti

Mengenal Ragam Rumah Adat Sulawesi Selatan | Penuh Nilai Budaya dan Indah!

11 Februari 2020
rumah adat sulawesi selatan
3 menit

Bicara mengenai Sulawesi Selatan, apa yang muncul di benak Anda? Sebagian besar mungkin akan langsung membayangkan pantai Losari, mall Karebosi, serta Es Pisang Hijau. Namun tahukah Anda, masih ada objek menarik lainnya untuk dikunjungi yaitu rumah adat Sulawesi Selatan.

Di Sulawesi Selatan, ada sepuluh suku yang masih menjaga tradisi dan budayanya dengan baik.

Setiap suku memiliki rumah adatnya masing-masing dengan arti dan filosofi tersendiri.

Nah, apa saja sih rumah adat Sulawesi Selatan yang masih berdiri hingga saat ini?

Rumah Adat Sulawesi Selatan

1. Rumah Adat Sulawesi Selatan, Suku Makassar

rumah adat sulawesi selatan

Sumber: nyero.id

Suku Makassar menyebut rumah adat mereka sebagai balla.

Bentuk rumah adat Sulawesi Selatan satu ini berkonsep rumah panggung.

Berdiri tiga meter dari tanah, dan disangga menggunakan lima kayu penyangga ke arah belakang dan lima kayu penyangga ke arah samping.

Atap rumah berbentuk pelana bersudut lancip yang menghadap ke bawah.

Umumnya terbuat dari nipah, rumbia, bambu, ijuk ataupun jerami.

Sedangkan bagian rangka dan badan rumah dibangun dengan beragam jenis kayu.

Berikut bagian-bagian rumah balla:

  • Timbaksela, bentuk segitiga di bagian puncak atap, ini merupakan penanda derajat kebangsawanan seseorang.
  • Dego-dego, bagian ini merupakan ruangan kecil semacam teras, yang terletak di bagian terluar rumah.
  • Kala Balla, ini adalah bagian tubuh rumah yang terdiri dari beberapa ruangan, letaknya dari pintu masuk hingga bagian belakang.
  • Paddaserang Dallekang, ruang tamu yang terletak setelah pintu masuk.
  • Paddaserang Tangnga, ruang tengah atau ruang keluarga yang bersifat terbatas, hanya bagi anggota keluarga saja.
  • Paddaserang Riboko, ruang belakang dimana ada kamar yang diperuntukkan bagi anak perempuan yang masih gadis.
  • Balla Pallu, bagian dapur yang terletak di belakang rumah, posisinya lebih rendah dari ruangan lainnya.
  • Pammakkang, terletak di bawah atap, sama dengan loteng.
  • Siring, gudang yang terletak di bagian bawah rumah.

Baca Juga:

Cara Membuat Rumah Adat dari Stik Es Krim | Mudah & Kokoh!

2. Rumah Adat Suku Bugis

rumah adat sulawesi selatan

Sumber: nehanesia.com

Suku Bugis sangat menjunjung nilai adat dan agama Islam.

Hal ini menyebabkan pembangunan rumah adatnya terpengaruh oleh budaya tradisional serta agama.

Terlihat dari orientasi arah pembangunan yang menuju kiblat.

Rumah adat Sulawesi Selatan yang satu ini cukup unik.

Pasalnya, rumah ini tidak menggunakan satupun paku.

Besi ataupun kayu yang digunakan akan dibentuk secara khusus sehingga tidak perlu disambung.

Ada dua jenis rumah adar suku bugis, yaitu rumah Soraja untuk kalangan bangsawan, dan bola untuk kalangan biasa.

Keduanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:

  • Rakkaeng, digunakan untuk menyimpan benda pusaka, perhiasan, maupun bahan makanan.
  • Bola atau kalle bala, yaitu ruang-ruang khusus seperti ruang tamu, ruang tidur, maupun dapur.
  • Awasao atau passiringan, digunakan untuk menyimpan alat pertanian maupun hewan ternak.

3. Rumah Adat Suku Luwuk

rumah adat sulawesi selatan

Sumber: romadecade.org

Rumah adat Sulawesi selatan Suku Luwuk dulunya adalah rumah Raja Luwu.

Rumah ini dibangun dengan 88 tiang berbahan utama kayu.

Nuansanya seperti rumah panggung, berbentuk persegi empat, dan dikelilingi jendela dan pintu berukuran sama.

Pada bagian atas rumah, ada tiga hingga lima puncak atau bubungan.

Ini merupakan penanda mengenai siapa yang memiliki hunian tersebut.

Rumah ini terdiri dari bagian depan yang disebut tudang sipulung, fungsinya sebagai tempat menerima tamu.

Ruang tengah yang menjadi tempat privat atau pribadi keluarga dan kamar.

Serta bagian belakang rumah yang ukurannya lebih kecil dibanding ruangan lain.

Pada beberapa bagian rumah terdapat ornament ukiran prengreng yang memiliki arti: “hidup tak pernah putus”.

4. Rumah Adat Suku Toraja

rumah adat sulawesi selatan

Sumber: kumparan.com

Rumah adat Sulawesi Selatan suku Toraja disebut Tongkonan.

Tongkonan berdiri di atas tumpukan kayu dengan ukiran warna merah, hitam, dan kuning.

Bangunan ini melambangkan hubungan dengan leluhur, sehingga digunakan sebagai pusat spiritual.

Bentuknya rumah panggung dari kayu, dengan tiga bagian utama yaitu ulu banua (atap), kalle banua (badan rumah), dan suluk banua (kaki rumah)

Ada tiga jenis Tongkonan yang dikenal masyarakat, yaitu:

  • Tongkonan layuk, tempat kekuasaan tertinggi, dimana segala hal berkaitan dengan pemerintahan terjadi.
  • Tongkonan pekanberan (pekaindoran), dimiliki oleh anggota keluarga yang mempunyai kedudukan dalam adat
  • Tongkonan batu, bangunan ini digunakan oleh warga biasa masyarakat Toraja

Baca Juga:

Bukan Hanya Joglo! Ini Dia 7 Jenis Rumah Adat Jawa Timur

Bagaimana? Menarik bukan ragam rumah adat dari Sulawesi Selatan.

Semoga informasi di atas bermanfaat yaa..

Temukan informasi-informasi menarik lainnya di berita properti 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu sekarang!

You Might Also Like