Berita Berita Properti

Kupas Tuntas Filosofi Rumah Bolon, Rumah Adat Suku Batak yang Terletak di Sumatera Utara!

3 menit

Pernahkah Anda melihat Rumah Bolon? Rumah ini merupakan rumah adat suku Batak dari daerah Sumatra Utara. Rumah Bolon menjadi salah satu objek wisata favorit di sana, selain kehidupan dan budaya suku Batak.

Jika berkunjung ke Samosir, Anda akan melihat dua jenis rumah Bolon.

Yakni rumah yang memiliki banyak hiasan, atau disebut sebagai Jabu Batara Siang.

Serta rumah yang tidak dihiasi, yang disebut dengan Jabu Ereng.

Selain desainnya yang apik, rumah adat ini memiliki filosofinya tersendiri lho!

Filosofi dan Makna Rumah Bolon

mengupas filosofi rumah bolon

Sumber: swastikaadvertising.com

Rumah adat Batak ini bukan hanya didirikan sebagai tempat tinggal.

Ada banyak nilai-nilai luhur yang tersimpan di dalamnya.

Nilai-nilai inilah yang kemudian dijadikan pedoman hidup masyarakat Batak.

  • Filosofi dasar keberadaan rumah Bolon adalah sebagai pedoman hidup dalam pergaulan antar individu.
  • Sebagai bentuk cagar budaya yang menjadi sarana pelestarian budaya Batak.

Selain filosofi bangunan, setiap lukisan, hiasan, dan bagian bangunannya memiliki makna tersendiri, yakni:

  • Ornamen Gorga berbentuk cicak artinya orang batak dapat hidup di mana saja dan bisa beradaptasi.
  • Bentuk ular, ada kaitannya dengan kepercayaan suku Batak bahwa jika rumah di masuki ular maka penghuninya akan mendapatkan berkah.
  • Ornamen Gorga berbentuk kerbau, sebagai ucapan terima kasih kepada kerbau yang telah membantu manusia dalam kehidupan.
  • Tiang tinggi Ninggor, berbentuk lurus dan tinggi, bermakna kejujuran.
  • Arop-aropan di bagian depan hunian, sebagai harapan dapat hidup layak.
  • Penahan atap, songsong boltak, merupakan pengingat bahwa jika ada tuan rumah yang dirasa tidak baik maka hendaknya dipendam di hati saja.
  • Lubang telaga di dekat dapur masak sebagai tempat membuang kotoran, harapan untuk membuang jauh-jauh segala keburukan dan kesalahan dari dalam rumah.
  • Panggung kecil untuk menyimpan padi, sebagai bentuk harapan untuk kelancaran dalam hidup.

Bagian-bagian dalam Rumah Bolon

1. Bagian Atap Rumah Bolon

Bentuk atap rumah ini melengkung, seperti punggung kerbau.

Jika kita kaji degan ilmu masa kini, atap rumahnya tampak aerodinamis dalam melawan angin kencang dari danau.

Sehingga dapat berdiri dengan kokoh melindungi bangunan rumah di bawahnya.

Material yang digunakan untuk membuat atap adalah bahan ijuk.

Hal ini karena ijuk merupakan bahan yang mudah untuk masyarakat dapatkan di sana.

Atap merupakan elemen rumah yang suci dalam budaya Batak.

Oleh sebab itu, bagian dalamnya sering menjadi tempat menyimpan benda-benda keramat atau pusaka.




Selain melengkung, bentuk ujungnya lancip di bagian depan maupun belakang, dengan bagian depan lebih panjang daripada bagian belakang.

Sebagai bentuk doa agar keturunan dari pemilik rumah memiliki masa depan yang lebih baik.

2. Badan Rumah

rumah bolon

Sumber: alarmpedia.blogspot.com

Badan rumah terletak di bagian tengah bangunan.

Dalam mitologi Batak, bagian ini mereka sebut sebagai dunia tengah.

Dunia tengah merupakan tempat aktivitas penghuninya berlangsung.

Seperti bersenda gurau, tidur, masak, dan lain-lain.

Badan rumah memiliki hiasan atau dekorai berupa ipon-ipon sebagi penolak bala.

3. Pondasi Rumah Bolon

Pondasi yang penduduk gunakan merupakan jenis pondasi cincin.

Material batu menjadi tumpuan untuk kolom kayu yang ada di atasnya.

Tiang berdiameter sekitar 42-50 cm berdiri di atas batu ojahan yang strukturnya fleksibel.

Sehingga rumah adat batak dapat tahan terhadap gempa.

Tiang rumah umumnya berjumlah 18 dan mengandung makna kebersamaan dan kekokohan.

4. Dinding Rumah

rumah bolon

Sumber: aminama.com

Dinding rumah Bolon bentuknya miring, agar angin dari luar mudah masuk ke dalam.

Tali yang menjadi pengikat dinding, ret-ret, terbuat dari bahan ijuk dan rotan.

Pola tali pengikat seperti cicak yang memiliki dua kepala dan saling bertolak belakang, sebagai representasi penjaga rumah.

Sementara dua kepala yang saling bertolak belakang artinya semua penghuni rumah memiliki peran sama.

Satu sama lain harus saling menghormati.

5. Pintu Masuk Rumah Bolon

Pintu utama rumah adat ini menjorok ke dalam dengan lebar 80 cm dan tinggi kurang lebih 1,5 m.

Pada sekeliling pintu tampak beragam ukiran, lukisan, dan tulisan yang memiliki makna masing-masing.

Ukiran pada bagian depan rumah inilah yang mereka sebuh sebagai Orga.

***

Itu dia ulasan lengkap mengenai filosofi rumah Bolon yang menawan.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kunjungi 99.co/id dan Rumah123.com untuk menemukan hunian impianmu!

Ada banyak pilihan hunian menarik, seperti kawasan Cendana Homes.




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts