Berita, Berita Properti

Untung Rugi Beli Rumah DP 0 Persen Murah | Sebuah Solusi?

28 September 2019
DP Rumah 0 Persen
3 menit

Sebentar lagi program rumah DP 0 persen akan selesai. Program yang diusung gubernur DKI Jakarta ini menjadi program utama untuk menyiasati masalah keterbatasan rumah murah di ibu kota.

Pembangunan perumahan tahap pertama bahkan telah dimulai sejak Januari 2018 dan diharapkan dapat selesai pada pertengahan tahun ini.

Simak beberapa informasi penting berikut ini apabila Anda berminat untuk membeli rumah DP 0 persen.

Spesifikasi Rumah DP 0 Persen

DP Rumah 0 Persen

Dikutip dari laman Tribun News, rumah DP 0 persen yang diberi nama rumah susun sederhana milik (rusunami) akan dibangun dalam bentuk rumah susun dengan beberapa tipe hunian.

Terdapat tiga tipe hunian yang disediakan, ada tipe studio 21, tipe 24 dengan satu kamar tidur dan tipe 36 dengan dua kamar tidur.

Spesifikasi bangunan rusunami yang dibangun pada tahap pertama ini terdiri dari 21 lantai dengan total unit sejumlah 780 unit.

Harga yang ditawarkan berbeda-beda tergantung tipe huniannya. Namun, harga yang dipatok berkisar antara Rp184 juta hingga Rp320 juta.

Terdapat dua tenor cicilan yang bisa dipilih, 20 tahun dan 15 tahun. Sedangkan nominal cicilannya sendiri berkisar antara Rp2,1 juta hingga Rp2,6 juta saja.

Baca juga:

Heboh! Rancangan Rumah Tanpa DP. Ini Penjelasannya…

Syarat Mendapatkan Rumah DP 0 Persen

Karena secara khusus program ini ditujukan untuk warga kelas menengah ke bawah, tentu persyaratannya pun berbeda dengan persyaratan membeli rumah lainnya.

Berikut ini syarat-syarat untuk mendaftar program rumah DP 0 persen:

Syarat Umum

  1. Pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta yang telah tinggal di Jakarta minimal 5 tahun
  2. Belum punya rumah sendiri
  3. Tidak menerima subsidi rumah
  4. Diutamakan bagi pasangan yang sudah menikah
  5. Taat membayar pajak
  6. Memiliki penghasilan bulanan antara Rp4 juta sampai Rp7 juta
  7. Wajib memiliki rekening Bank DKI jika terpilih

Syarat Administrasi

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. Surat permohonan pembiayaan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
  4. Slip gaji atau bukti penghasilan
  5. Surat pernyataan belum memiliki rumah, belum menerima subsidi rumah, dan akan menempati rumah yang dikeluarkan oleh pihak terkait
  6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  7. Surat nikah atau akta nikah resmi

Tahap Seleksi

Setiap pendaftar kemudian akan melewati serangkaian proses seleksi agar penerima program adalah orang-orang yang tepat sesuai kriteria dan kebutuhan.

Berikut ini tahapan seleksinya:

  1. Verifikasi Pemerintah Daerah (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta)
  2. Verifikasi Bank Pelaksana (Bank DKI)
  3. Penetapan Daftar Normatif Penerima Manfaat.

Tata Cara Pendaftaran Program Rumah DP 0 Persen

Pendaftaran program rumah DP 0 persen bisa dilakukan dengan dua cara, mendaftar online atau langsung mendatangi loketnya. Berikut tata caranya:

  1. Pastikan kelengkapan dokumen pendaftaran
  2. Pendaftaran dengan cara mendiri (online) atau melalui loket
  3. Pantau dan tunggu tahap selanjutnya
  4. Form surat pernyataan dapat diunduh pada sistem pendaftaran yang dapat diakses melalui situs jakarta.go.id.

Langkah mudah pendaftaran rumah DP 0 rupiah secara mandiri:

  1. Masuk ke situs jakarta.go.id atau samawa.jakarta.go.id.
  2. Siapkan dokumen seperti KTP, KK, NPWP, dan surat nikah
  3. Unduh formulir surat seperti surat permohonan pembiayaan rumah, surat pernyataan penghasilan, surat pernyataan belum memiliki rumah, surat pernyataan belum pernah menerima subsidi, dan surat pernyataan akan menempati rumah.
  4. Isi formulir pendaftaran di web
  5. Upload surat permohonan asli (pdf/jpg)
  6. Kirim surat permohonan asli ke unit fasilitasi pemilikan rumah sejahtera (masukkan ke dalam amplop dan cantumkan nomor registrasi)
  7. Pantau perkembangan aplikasi melalui web dengan memasukkan nomor registrasi
  8. Kirimkan seluruh surat pernyataan asli setelah daftar nominatif penerima manfaat terbit

Jika masih bingung dengan program rumah DP 0 rupiah, Anda bisa mengunjungi laman resmi https://samawa.jakarta.go.id.

Keuntungan Membeli Rumah DP 0 Persen

Rumah DP 0 persen memang sangat menggiurkan, apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Tak heran bila banyak diburu orang karena menawarkan banyak keuntungan, seperti:

1. Tanpa Uang Muka

Biasanya, untuk yang hendak membeli rumah dengan KPR konvensional maka harus menyiapkan uang muka dalam jumlah besar.

Namun, rumah DP 0 persen seperti namanya, tak menuntut setiap peminat untuk menyiapkan uang muka.

Hal ini tentu menjadi daya tarik utama dan sangat meringankan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin punya rumah.

2. Harga Rumah Terjangkau

Di wilayah Jakarta saat ini sangat sulit menemukan sebuah rumah yang harganya di bawah Rp300 juta dan jikapun ada tentu berlokasi di wilayah pinggiran.

Sementara, rumah DP 0 persen menawarkan rumah dengan harga yang sangat murah di bawah harga pasar.

Peminat bisa memperoleh rumah tipe 21 Rp185 juta dan rumah tipe 36 dengan Rp320 juta saja.

3. Bunga KPR Rendah dan Tetap

Soal besaran bunga juga menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan ketika akan membeli rumah dengan cicilan KPR.

Jika biasanya debitur akan dikenakan bunga tak tetap, saat membeli rumah DP 0 persen ini debitur akan mendapatkan bunga tetap sebesar 5% per tahun.

4. Berlokasi di Jakarta

Tak dipungkiri lagi, lokasinya yang berada di pusat kota Jakarta tentu sangat menggiurkan bagi siapapun, apalagi peminat rumah DP 0 persen.

Pasalnya, lokasi ini sangat memudahkan aksesibilitas terhadap seluruh aspek kehidupan dari mulai pekerjaan hingga sarana rekreasi.

Siapapun yang beraktivitas di Jakarta tentu berharap dapat memiliki hunian di pusat kota Jakarta agar semakin memudahkan.

Kerugian Membeli Rumah DP 0 Persen

Meskipun tawarannya sangat menggiurkan, namun tak bisa dipungkiri rumah DP 0 persen juga hadir dengan berbagai kekurangannya.

Beberapa kekurangan (sekaligus juga kerugian) yang harus siap diterima para peminat rumah murah ini di antaranya:

1. Berbentuk Rumah Susun

Sayangnya, rumah murah ini berbentuk rumah susun di mana mungkin tak semua orang menyukai bentuk rumah seperti ini.

Beberapa penyebabnya seperti terbatasnya lahan, sulitnya akses, kurangnya ruang hidup menjadi faktor merugikan yang harus dihadapi.

2. Mungkin Ada Biaya Perawatan

Sama seperti apartemen, tinggal di rumah susun meskipun yang disubsidi pemerintah mungkin akan menuntut biaya perawatan kepada para penghuni.

Besaran biaya perawatan ini bisa jadi tak terduga nominalnya dan bukan tak mungkin jika dikalkulasikan nilainya akan melebih nilai cicilan normal.

Ini adalah faktor merugikan yang sangat perlu dipertimbangkan bila tertarik membeli rumah murah ini.

3. Cicilan Lebih Mahal

Bila melihat nominal cicilan utamanya saja mungkin memang nilainya jauh lebih murah daripada cicilan pada umumnya.

Namun, sudahkah Anda menjumlahkannya dengan biaya lain-lain termasuk biaya perawatannya?

Bisa jadi justru total biaya cicilannya jauh lebih mahal daripada seharusnya, lho!

4. Persyaratan Banyak

Kerugian yang paling merepotkan dari semuanya adalah soal banyaknya persyaratan yang harus dilengkapi oleh para peminat rumah murah ini.

Beberapa persyaratan dapat didapatkan dengan mudah, namun sisanya harus didapatkan dengan kesulitan dan sangat merepotkan.

Tak heran bila banyak peminat yang langsung putus asa ketika mengetahui betapa merepotkannya persyaratan yang harus dipenuhi.

Baca juga:

Ingin Beli Rumah Tanpa DP? Ini Dia Tipsnya!

***

Itulah dia penjelasan mengenai rusunami yang digagas oleh Pemprov Jakarta terkini.

Semoga artikel di atas bermanfaat ya, Sahabat 99!

Yuk, simak terus blog 99 Indonesia untuk berita-berita seputar rumah yang lebih baru.

Kunjungi juga www.99.co/id untuk mencari properti menarik di seluruh Indonesia.

You Might Also Like