Berita

8 Keunikan Rumah Gadang Sumatera Barat | Liburan Ke Sini Yuk!

23 Agustus 2019
rumah gadang
4 menit

Rumah gadang mempunyai ciri khas yang kuat. Atapnya yang berbentuk tanduk rusa ternyata emiliki fillosofi yang kuat. Serta pondasi rumah gadang ternyata tahan terhadap gempa bumi berskala besar. Kita cari tahu,yuk!

Rumah gadang serog dipakai untuk seremoni-seremoni adat dan tempat berkumpul keluarga.

Selain itu ada pewarisan nilai-nilai adat juga reresentasi budaya matrilineal di dalamnya.

Rumah gadang sangat dimuliakan dan bahkan dipandang sebagai tempat suci oleh masyarakat Minangkabau.

Bentuk rumah gadang sendiri dapat diibaratkan seperti bentuk kapal.

Kecil di bawah dan besar di atas.

Bentuk atapnya mempunyai lengkung ke atas, kurang lebih setengah lingkaran, dan berasal dari daun Rumbio (nipah).

Fungsi yang tak tergantikan hingga sekarang, rumah gadang selalu digunakan sebagai tempat musyawarah keluarga.

Makna Atap Rumah Gadang yang Gonjong

Apabila kamu melihat atap rumah tetangga yang memiliki bentuk seperti tanduk kerbau, itu sudah dipastikan pemiliknya pasti orang Minangkabau.

Bentuk atap rumah gadang ini digunakan pula untuk menunjukkan status sosial seseorang.

Lalu, mengapa harus kerbau?

Hewan kerbau menjadi binatang yang paling dihormati disana karena peristiwa adu kerbau yang dibawa oleh utusan Majapahit dan kerbau Minang.

Konon katanya sih, begitu.

8 Keunikan Rumah Gadang

1. Atap Rumah yang Unik

Atap rumah tradisional orang Minangkabau ini terbuat dari ijuk.

Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas sering disebut dengan kata gonjong.

Maka orang-orang asli padang biasanya selalu menyebutnya rumah bagonjong.

Bentuk gonjong yang runcing diibaratkan seperti harapan untuk mencapai Tuhan.

Sementara itu, dinding rumah ini dibuat secara tradisional dari potongan anyaman bambu.

Selain itu, melambangkan kekuatan dan utilitas dari masyarakat Minangkabau yang terbentuk tiap individu menjadi bagian masyarakat yang lebih besar dan tidak berdiri sendiri.

2. Punya Pilar Rumah Gadang dan Lanjar

Rumah gadang memiliki pilar-pilar yang warna-warni.

Pilar-pilar pada Rumah Gadang disusun dalam lima baris yang berjejeran di sepanjang rumah.

Baris-baris ini merancang bagian pada interior menjadi empat ruang yang panjang, atau disebut lanjar.

rumah gadang

Pada lanjar bagian belakang dikhususkan sebagai kamar tidur.

Sedangkan lanjar lain dapat digunakan sebagai area umum atau disebut juga dengan labuah gajah, yang digunakan untuk upacara-upacara tertentu.

Pilar-pilar ini digunakan sebagai background calon pasangan yang akan menikah di malam bainai.

Malam bainai ini adalah malam terakhir bagi calon pengantin wanita Minangkabau merasakan kebebasan sebagai wanita lajang.

3. Dekorasi Ukiran

Tembok bagian depan rumah adat memiliki ukiran yang unik serta disusun secara vertikal.

Sementara bagian belakangnya dilapisi dengan bambu.

Motif ukiran yang sering digunakan adalah daun, bunga, buah, dan tumbuhan lainnya.

Ukiran yang ada dibuat bukan karena asal-asalan justru berdasarkan adat basandi syarak yang memiliki tiga filosofi, yaitu:

  1. Ukue Jo Jangka, yang bermakna mengukur menggunakan jangka.
  2. Alue Jo Patuik, yang bermakna memperhatikan alur dan kepatutan.
  3. Raso Jo Pariso, memiliki makna mengandalkan rasa dan memeriksa atas rujukan bentuk-bentuk geometris.

Semua motif ukiran berasal dari keindahan alam dan lingkungan.

Baik berupa tanaman, peralatan kehidupan sehari-hari, hingga nama-nama hewan.

Corak interior ini mirip dengan ukiran pada bagian-bagian dari rumah adat Jawa Tengah.

4. Rumah Anti Gempa

Rumah adat ini dibangun dengan menyesuaikan lingkungan alamnya yang rawan gempa.

Rumah gadang dibangun dengan ditopang tiang-tiang panjang yang menjulang ke atas dan tahan dengan guncangan.

Kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah.

Tapak tiang dialasi dengan batu sandi.

Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya.

5. Kokoh Berkat Tiang dari Pohon Juha

Rumah adat Sumatera ini memiliki tiang utama yang berjumlah 4. Tiangnya berasal dari pohon juha.

Memiliki diameter 40 cm hingga 60 cm.

rumah gadang

Sebelum digunakan untuk tiang rumah, pohon juha direndam di dalam kolam selama bertahun-tahun sehingga menghasilkan tiang yang kuat dan kokoh.

Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan.

Hal ini membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.

6. Tangga di Pintu Masuk

Soal posisi tangga dalam rumah gadang ini memang sengaja hanya memiliki satu tangga di setiap rumah.

Tangga tersebut terletak di setiap pintu depan.

Ternyata, satu tangga ini mempunyai makna yang berkaitan erat dengan agama Islam yang dianut oleh masyarakat Minangkabau.

Artinya, percaya pada Tuhan yang Maha Esa.

7. Bentuk Bangunan Rumah Gadang

Bentuk rumah gadang tak jauh dengan rumah adat Jawa Barat.

Hunian suku Minangkabau ini sengaja dibangun tinggi atau memiliki panggung yang berfungsi agar terhindar dari hewan liar.

8. Ruangan Sesuai dengan Jumlah Anak Gadis

Satu lagi keunikan dari bangunan rumah gadang, yaitu ruangan yang dibuat sesuai dengan jumlah anak gadis di dalam satu keluarga.

Khusus anak perempuan yang telah menikah, maka akan diberikan kamar terpisah untuk dihuni bersama suaminya.

Lain halnya untuk anak-anak perempuan yang masih gadis.

Mereka akan tinggal bersama-sama di dalam satu kamar.

Tentu saja, ukurannya akan menyesuaikan jumlah anak perempuan yang ada.

Baca Juga:

6 Adaptasi Atap Rumah Adat untuk Hunian Modern

3 Alasan Wajib Mengunjungi Istana Pagaruyung di Padang

Kamu bisa mengunjungi Istana Pagaruyung yang terletak di jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Sematera Barat.

Rumah adat ini adalah tempat wisata yang paling favorit untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Tempat wisata ini dibuka mulai dari pukul 08.00 – 18.00 WIB.

Saat kamu tiba, hal pertama kali yang akan kamu jumpai adalah gapura sebagai pintu masuk utama ke dalam lokasi Istana Pagaruyung.

rumah gadang

Pada samping gapura terdapat loket pembelian tiket.

Terdapat beberapa pilihan yaitu untuk anak-anak, dewasa.

Kemudian dibagi jadi lokal dan untuk turis mancanegara.

Harga tiket dibanderol dari 7 ribu – 25 ribu untuk wisatawan mancanegara.

1. Punya Halaman yang Luas

Ketika kamu masuk ke lokasi Istana Pagaruyung ini kamu akan dimanjakan dengan pemandangan indah dari struktur Istana.

Istana Pagaruyung memiliki halaman yang sangat luas sehingga membuat kamu leluasa untuk berjalan sambil menikmati indahnya di sekitar rumah.

Jangan lupa untuk mengabadikan momen langka kamu ini lewat foto selfie!

2. Ada Tour Guide di dalam Istana

Setelah berkeliling, kamu akan memasuki bagian dalam Istana.

Tenang saja kamu tidak akan tersesat!

Justru ilmu kamu akan bertambah karena di dalam akan ada tour guide yang memandu.

Tour guide nanti akan menerangkan tata letak ruang dan struktur desain interior dari rumah gadang.

Termasuk juga dengan peralatan yang digunakan di dalam istana.

3. Terdapat Penyewaan Pakaian Adat Minangkabau

Selain pemandangan kamu juga bisa menyewa pakaian adat Minangkabau yang menjadi ciri khas penduduk Sumatera Barat.

Kamu dapat berganti pakaian di bagian bawah Istana.

Tersedia pilihan pakaian mulai dari ukuran dewasa, remaja hingga anak-anak.

Kamu juga akan dibantu oleh fotografer resmi Istana Pagaruyung untuk mengabadikan hasil jepretan foto berbagai macam angle.

Baca Juga:

40 Gambar Rumah Adat yang Ada di Seluruh Indonesia

Jadi ingin berlibur ke Padang dan mengunjungi rumah gadang yang penuh keunikan tersebut enggak, sih?

Jangan lupa ajak serta keluarga dan sahabat untuk berkunjung ke sini!

Semoga artikel ini dapat menginspirasi, Sahabat 99.

Terus baca informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia.

Ingin mendapatkan properti idaman tanpa kesulitan mencarinya? Temukan lewat situs 99.co/id.

You Might Also Like