Berita Berita Properti

Jepang Bagikan Rumah Gratis saat Harga Properti sedang Tinggi. Ternyata Ini Alasannya…

2 menit

Saat ini harga properti di Jepang memang kian melambung. Namun, banyak pemilik rumah di Negeri Sakura ini justru membagikan rumah gratis. Hmm, apa alasannya, ya?

Bertolak belakang dengan pertumbuhan harga properti di Jepang yang kian melambung, ternyata Jepang masih memiliki lebih dari 8 juta properti tak berpenghuni dan terurus.

Hal tersebut membuat pemilik rumah memberikan rumah secara gratis.

Populasi Jepang yang Menurun

Banyaknya rumah terlantar dinilai diakibatkan oleh populasi Jepang yang kian menurun.

Hasil penelitian memprediksi Jepang akan kehilangan sekitar 16 juta populasi dalam 20 tahun ke depan.

Selain itu, jumlah orang lanjut usia meningkat, sehingga jumlah usia muda yang produktif sebagai pasar aktif properti semakin menipis. terutama di daerah pinggiran kota dan pedesaan.

The Japan Times melaporkan fenomena tersebut telah memasuki wilayah perkotaan juga, dengan bukti lebih dari 1 dalam 10 rumah di Tokyo kini tidak berpenghuni.

Baca Juga:

Potret Orang Jepang dengan Hikikomori, Sindrom Antisosial & Mengurung Diri di Rumah. Sedih, deh!

Kondisi Rumah Gratis & Murah di Jepang

1. Rumah Terlantar Gratis

rumah gratis

Melansir laman Business Insider, properti terlantar tersebut ternyata tidak masuk dalam pasar aktif, melainkan masuk ke dalam database online yang disebut ‘Akiya Banks’ atau rumah kosong.

Dalam database tersebut, sebagian pemilik memberikan rumah secara cuma-cuma.

2. Rumah Dijual Murah

Selain diberikan secara gratis, sebagian rumah tidak terurus tersebut dijual dengan harga yang sangat rendah.

Rumah-rumah itu dijual dengan harga US$4 atau sekitar Rp86 ribu saja!

Warga negara asing pun diperbolehkan ikut membeli properti tersebut bahkan tanpa visa penduduk sekalipun.

3. Rumah Gratis & Subsidi Pemerintah

Melonjaknya rumah kosong yang ditinggalkan begitu saja tidak hanya membuat pemilik memberikan rumah secara cuma-cuma.

Hal tersebut pun membuat pemerintah mencanangkan peraturan daerah baru.

Pemerintah memberikan insentif dan subsidi menarik untuk merobohkan dan membangun ulang rumah terlantar tersebut.

Namun pada dasarnya, pasar properti di Jepang mendorong pembongkaran bangunan lama yang terbengkalai dengan menaikkan pajak properti enam kali lebih tinggi.

Hal ini dilakukan terutama pada rumah yang telah terdapat struktur bangunan fisik dibandingkan hanya terdapat lahan kosong saja.

4. Undang-Undang Baru Properti

properti di jepang

Sebelumnya, pasar layanan hunian sewa seperti Airbnb diprediksi akan mengambil alih bangunan terbengkalai tersebut untuk dijadikan rumah sewa.

Namun, Jepang mengeluarkan Undang-Undang baru yang relatif ketat dengan memberikan batasan waktu sewa hunian menjadi 180 hari.

Sejak diberlakukan undang-undang tersebut, banyak pemilih rumah Airbnb meninggalkan pasar.

Baca Juga:

Ini 5 Rumah Termurah di Dunia. Aneh, tapi Harganya Mulai Rp10 Ribuan Saja!

5. Permintaan Rumah Baru

Kondisi banyaknya rumah terbengkalai tersebut juga diperkeruh dengan permintaan rumah baru yang selalu meningkat di Jepang.

Pembeli rumah terus memprioritaskan rumah baru dan jutaan rumah terbengkalai akan tetap tak mendapatkan pasar dan tak berpenghuni.

***

Bagaimana, apakah kamu tertarik memiliki properti di Jepang?

Jangan lupa baca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Jakarta Selatan, Bandung, Bali dan lokasi lainnya?

Pastikan hanya mencari di situs properti 99.co/id, ya!

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts