Berita Selebriti

8 Potret Sederhana Rumah Jendral Sudirman. Dulu Jadi Markas Gerilya!

3 menit

Pada masa setelah kemerdekaan, rumah Jendral Sudirman yang terletak di Desa Pakis Baru, Pacitan, ini berfungsi sebagai salah satu markas gerilya.

Letak markas ini bisa dibilang cukup terpencil berada di ketinggian 1.400 di atas permukaan air laut supaya tidak mudah dideteksi oleh pasukan musuh.

Di antara markas-markas gerilya lainnya, Jendral Sudirman paling lama tinggal di markas yang satu ini, yakni mulai 1 April 1949 sampai 7 Juli 1949.

Sebelum dijadikan markas, rumah ini dulunya dimiliki oleh seseorang bernama Karsosemito.

Di rumah tersebut ia ditemani oleh tiga orang pengawal setianya, yakni Soepardjo Rustam, Tjokropranolo, dan Utoyo Kolopaking.

Hingga saat ini, rumah ini tetap dijaga dengan baik karena merupakan salah satu saksi bisu hebatnya perjuangan sosok jenderal yang terkenal itu.

Rumah Sederhana Jendral Sudirman

1. Halaman Depan

rumah panglima besar jenderal sudirman

Rumah kayu sederhana yang terletak di ketinggian 1.400 di atas permukaan laut ini memiliki halaman yang sangat luas.

Tak hanya luas saja, keasrian lingkungan sekitarnya pun masih terjaga dengan baik.

Tampak beberapa pohon berukuran tidak terlalu tinggi tumbuh di sekitar rumah tersebut, sedangkan halaman depannya hijau tertutup oleh rumput.

Kesan bangunan berserajarah semakin kuat terasa dengan didirikannya sebuah tiang yang mengibarkan bendera merah putih.

2. Tampak Depan

rumah jenderal sudirman

Bangunan rumah ini memang terkesan sangat sederhana, seperti rumah joglo atau rumah tradisional masyarakat Jawa.

Meski sudah lebih dari setengah abad berdiri, rumah ini tetap tampil kokoh walaupun sepenuhnya dibuat menggunakan material kayu.

Dinding luar sampai dengan pilar-pilar penyangga rumah tersebut masih terawat dengan baik.

3. Ruang Tengah

ruang tengah sudirman

Masuk ke dalam rumah, terdapat ruang tengah dengan ukuran yang sangat dan terdiri dari beberapa bilik dengan sekat.

Jauh dari kesan mewah, bahkan lantai ruangan ini masih menggunakan lantai tanah yang dikeraskan.

Pun layaknya sebuah rumah tradisional masyarakat Jawa, di bagian dalam terdapat banyak pilar yang menyokong bangunan rumah tersebut.

4. Kamar Jendral Sudirman

kamar jenderal sudirman

Di rumah ini terdapat empat buah kamar, satu kamar Jendral Sudirman dan tiga lagi milik para pengawal setianya.




Dibandingkan dengan tiga kamar pengawal lainnya, kamar miliki Sang Jenderal memiliki ukuran yang sedikit lebih luas dan lebih banyak furnitur pula.

Di kamar miliknya terdapat sebuah amben atau tempat tidur dari kayu, meja bundar kecil dan sebuah kursi, meja persegi panjang, dan lukisan dirinya bersama sang istri.

5. Kamar Soepardjo Rustam

kamar soepardjo rustam

Kamar kedua dimiliki oleh Soepardjo Rustam, ajudan jenderal yang pernah dua kali menjabat sebagai menteri.

Pardjo, begitu sapaan akrabnya, ia merupakan pengawal setia yang pernah mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan makanan untuk teman-temannya.

Ia pergi seorang diri menembus rimba untuk menukarkan beberapa pakaian dengan sedikit makanan saat berada di Kediri.

Sedangkan di markas ini, kamar miliknya sangatlah sederhana dengan sebuah amben berukuran tidak terlalu besar.

6. Kamar Tjokropranolo

kamar tjokropranolo

Tjokropranolo atau akrab dipanggil Kapten Nolly saat masa perang adalah sosok pengawal yang kemudian menjadi gubernur Jakarta.

Setelah pensiun dari militer, ia memutuskan untuk terjun ke ranah birokrasi dan terpilih menjadi gubernur Jakarta pada tahun 1977.

Sama seperti kamar Pardjo, kamar miliki Tjokropranolo pun tampak sederhana dengan sebuah amben yang kini sudah tampak rapuh.

7. Kamar Utoyo Kolopaking

kamar utoyo kolopaking

Pada saat masa perang gerilya, Utoyo Kolopaking yang saat itu masih berstatus sebagai taruna tahun terakhir Akademi Militer dilantik menjadi perwira.

Ia turut serta bergerilya melawan penjajah bersama Jenderal Sudirman.

Kamar Utoyo Kolopaking merupakan kamar terakhir di rumah tersebut yang kini dituliskan dengan nomor “4”.

8. Dapur

dapur jenderal soedirman

Bersebelahan dengan area duduk di ruang tengah, terdapat sebuah tungku perapian kecil untuk memasak.

Bentuk tungku tersebut masih terjaga, bahkan masih tampak bekas api sisa pembakaran.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Kebayoran Lama?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

**Sumber foto: YouTube @CTD Cah Tukang Dolan




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts