Berita, Berita Properti

Mengenal Hanok, Rumah Korea yang Sering Muncul di Drama!

24 Januari 2020
rumah korea
3 menit

Kalau kamu suka nonton drama Korea, pasti ngga asing dengan tampilan rumah tradisional Korea. Rumah Korea satu ini bernama Hanok. Bangunannya khas dengan atap yang melengkung keluar dan pagar kayu menyerupai pintu gerbang kecil.

Desain rumah Korea (Hanok) mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dengan alam.

Struktur bangunannya membawa kita kembali pada kehidupan yang lebih sederhana dan tenang.

Ini berbeda dengan arsitektur barat dan modern yang biasanya di desain untuk nampak mencolok dari sekelilingnya.

Karena itu desain arsitektur Hanok digadang sebagai cikal bakal dari arsitektur ramah lingkungan.

Yang bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia yang semakin sadar lingkungan.

Ciri Khas Rumah Korea

1. Dibuat dari Alam

Seperti rumah tradisional pada umumnya, Hanok dibangun dengan bahan yang mudah ditemukan di alam.

Seperti kayu, tanah, batu, bahkan rumput.

Struktur rangka rumah dan maru terbuat dari kayu.

Batu digunakan untuk membuat alat pemanas ondol.

Atap dibangun dari genteng (giwajib) atau jerami (chogajip)

Sedangkan lantai dan dinding dibangung menggunakan tanah liat.

Tidak ada bahan buatan yang digunakan dalam konstruksi Hanok, sehingga rumah-rumah ini 100 persen alami.

Dapat terurai secara hayati dan dapat didaur ulang.

Baca Juga:

Ekspektasi vs Realita Tinggal di Rumah Rooftop Korea – Seru Sih, Tapi…

2. Desain yang Mempertimbangkan Kondisi Alam

Arsitektur rumah Hanok biasanya dibangun menghadap ketimur ataupun keselatan.

Hal ini bertujuan untuk memperoleh pencahayaan matahari yang cukup.

Selain itu, desainnya juga mempertimbangkan perubahan musim di Korea.

Berat atap tidak bersandar pada dinding rumah, melainkan pada struktur kayu bangunan, agar dinding rumah dapat dinaikkan.

rumah korea

Sehingga di bulan-bulan musim panas yang menyengat, dinding rumah bisa diangkat untuk menurunkan suhu ruangan.

Lalu atap dibuat menggantung untuk mencegah sinar matahari masuk seluruhnya di musim panas.

Sementara di musim dingin, ketika posisi matahari cenderung rendah, atap gantung membantu memantulkan sinar matahari ke dalam rumah.

Membantu menghangatkan ruangan, yang pada akhirnya akan mengurangi penggunaan bahan bakar di sistem pemanas.

Hanok juga menggunakan material tanah liat dalam jumlah besar.

Yang diaplikasikan bukan hanya pada dinding, tapi juga atap.

Tanah liat ini membuat hanok dingin di musim panas dan hangat di musim dingin.

3. Struktur Berbeda Tergantung Lokasi

Bukan hanya perkara arah rumah dilihat dari mata angin, tapi juga posisi gunung dan sungai didaerah pembangunan.

Membangun Hanok yang ideal harus dibangun dengan membelakangi gunung dan berhadapan dengan sungai.

Hal ini dilakukan agar Hanok dilalui oleh udara yang segar.

Bentuk Hanok juga berbeda-beda tergantung daerahnya.

Di Korea bagian utara yang musim dinginnya lebih lama, bangunan hanok disusun menyerupai persegi tertutup (atau aksara hangul: ㅁ).

Ini dilakukan untunk menahan angin dan menjaga rumah tetap hangat.

Di Korea bagian tengah, ruangan-ruangan disusun membentuk huruf L (atau aksara hangul: ㄱ).

Di Korea bagian selatan, yang musim panasnya lebih lama, Hanok dibangun memanjang menyerupai huruf I agar angin mudah keluar masuk.

4. Sistem Penghangat Ruangan (Ondol)

Hidup di negara dengan 4 musim membuat masyarakat Korea harus siap dengan perubahan suhu yang ekstrim.

Saat musim dingin datang, ada satu bagian rumah yang menjadi tumpuan mereka.

Yaitu sistem penghangat ruangan atau Ondol.

rumah korea

Sistem penghangat dibangun di bawah lantai, dan memanfaatkan dapur untuk menciptakan panas.

Karena itu posisi dapur di rumah Hanok lebih rendah daripada ruangan lainnya.

Dapur tradisional Korea menggunakan tungku sebagau kompor, dan kayu untuk menciptakan api.

Saat memasak, asap dan udara panas akan disalurkan menuju bawah lantai.

Lalu lantai yang terbuat dari kayu dan tanah liat akan mempertahankan panas tersebut.

Inilah sistem yang disebut sebagai ondol pada Hanok.

Baca Juga:

Begini Fakta Tentang Kehidupan di Korea Selatan | Tak Seindah Kdrama!

5. Lantai Pendingin (Maru)

Bukan hanya musim dingin, masyarakat Korea juga harus menghadapi musim panas.

Karena itulah kayu digunakan sebagai bahan konstruksi lantai.

Struktur lantai kayu yang luas dalam Hanok dikenal sebagai maru atau lantai pendingin.

Lantai dengan struktur untuk pendinginan berasal dari rumah-rumah di daerah selatan dengan iklim laut.

Masyarakat Korea mengaplikasikannya pada Hanok untuk menciptakan metode dimana pemanas dan pendingin dapat berdampingan.

***

Semoga artikel ini menghibur, Sahabat 99!

Simak tulisan dan informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Kunjungi juga 99.co/id untuk segala kebutuhan propertimu, ya!

You Might Also Like