Berita, Berita Properti

Rumah Pertama, Pilih Baru Atau Bekas? Ini Jawabannya

27 Desember 2018
rumah pertama
2 menit

Rumah pertama, kira-kira pilih yang baru atau bekas?

Ya, keduanya punya kelebihan dan keunggulan masing-masing.

Jadi Urbanites, kira-kira apa yang akan kamu pilih?

Sebuah rumah baru dengan lingkungan modern serta teknologi yang canggih nan kekinian, atau rumah baru namun merupakan hunian bekas?

Kebanyakan dari kamu yang ingin membeli rumah pertama pasti bertanya-tanya, lebih baik pilih yang mana.

Namun, semua itu kembali lagi kepada kebutuhan kita masing-masing.

Semua ini mungkin tergantung bagaimana gaya hidup, kemampuan finansial ataupun pikiran dan keinginan kamu terhadap suatu hunian; apalagi sebuah rumah pertama.

Akan ada beberapa pertimbangan yang akan membuatmu memilih rumah baru ataupun bekas…

Misalkan ketika memilih rumah baru, kamu akan mendapatkan hunian tanpa campur dan belum pernah dihuni sebelumnya…

Meski begitu, harga yang mahal dan lokasi baru bisa jadi kendala bagi sejumlah kalangan.

Sementara rumah bekas, mungkin harganya lebih murah dengan kualitas sebanding…

Tapi tetap, ia butuh renovasi dan pembenahan sana-sini.

Urbanites, biar tidak bingung, tentukan pilihanmu dengan pertimbangan sebagai berikut:

#1 Fleksibilitas Ruangan dan Pemasangan Kabel

Biasanya, perumahan baru dilengkapi dengan instalasi pemasangan kabel bawah tanah yang membuat lingkungan menjadi teratur serta rapi.

Berbeda dengan rumah bekas yang rata-rata masih terpasang instalasi kabel di luar.

Penataan rumah bekas pun biasanya masih mengusung gaya lama.

Sedangkan di perumahan baru, kamu masih bisa melakukan perubahan desain dengan jaminan perbaikan hingga selesai.

#2 Tingkat Konsumsi Energi

Jika kamu termasuk orang yang peduli akan gerakan ramah lingkungan dengan menghemat listrik hingga kebersihan lingkungan, rumah baru adalah jawaban yang tepat.

Umumnya beberapa developer memiliki material yang ramah lingkungan seperti atap baja ringan, frame jendela alumunium, batu bata atau fabrikasi batu bata sampai dengan warna cat cerah untuk memantulkan sinar matahari.

Berbanding terbalik dengan rumah bekas, di mana teknologi lama yang terpasang bikin konsumsi energi tampak boros.

Kini, perumahan baru kerap mengusung tema green living dengan beragam instalasi eco-green.

Mulai dari filtrasi udara, smarthome, penampungan air hujan, sampai dengan reverse osmosis yang menyaring air.

#3 Biaya Penggantian Rumah Pertama

Perumahan baru dilengkapi dengan material bangunan yang juga serba baru mulai dari atap, jendela, pintu dan lain-lain.

Untuk perabot lainnya, kamu juga akan mendapatkan barang-barang dengan kualitas garansi hingga 10 tahun mendatang.

Namun jika kamu membeli rumah bekas, material bangunan biasanya sudah berumur cukup lama dan membutuhkan pergantian dalam jangka waktu dekat.

Dengan hal seperti ini tentunya kamu harus punya budget yang lebih untuk memperbaiki rumah.

#4 Perhitungan jangka panjang

Selain beberapa hal di atas, ada juga yang harus kamu perhatikan…

Salah satunya dalam perhitungan jangka panjang.

Jika kamu memilih membeli rumah baru dengan sistem KPR, jangan lupa memikirkan soal biaya cicilan rumah dalam jangka waktu yang relatif panjang semisal sampai 25 tahun.

Meski begitu, jika kamu berniat membeli rumah baru sebagai aset investasi, tentunya rumah tersebut akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding rumah bekas.

Sederet faktor di atas, bukan berarti mengunggulkan satu pihak terkait memilih hunian baru atau bekas sebagai rumah pertama.

Satu hal yang paling penting, kamu tidak boleh kelupaan dalam memikirkan secara matang dan bijak.

Apalagi jika rumah ini diperuntukkan sebagai hunian utama bersama keluarga.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Urbanites!

Simak tips dan trik menarik lainnya soal rumah, hanya di 99.co.

***

Editor: BAP

You Might Also Like