Rumah, Tips & Trik

9 Tips Menciptakan Rumah Ramah Anak buat Si Kecil

23 Mei 2019
rumah ramah anak
3 menit

Penataan interior rumah adalah faktor yang harus dipikirkan secara matang, apalagi untuk keluarga. Selain tempat beristirahat, ia mesti mampu menjamin keamanan para penghuni dengan mengusung konsep rumah ramah anak.

Kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga, biasanya memberikan pengaruh hebat pada berbagai hal…

Termasuk penataan desain interior rumah.

Alhasil, Anda tidak lagi hanya memikirkan kenyamanan dan selera pribadi, tapi juga faktor keamanan anak.

Jadi, bagaimana cara menjadikan rumah ramah anak dan nyaman bagi anak kecil?

Sahabat 99, simak tipsnya di bawah ini.

Tips Menciptakan Rumah Ramah Anak

1. Pastikan Stop Kontak dalam Posisi Tersembunyi

Stop kontak termasuk hal paling berbahaya dan paling dijaga dalam konsep rumah ramah anak.

Pastikan seluruh stop kontak berada jauh dari jangkauan anak.

Caranya bisa dengan mengatur tata letak ruangan, sehingga letak stop kontak tersembunyi di balik sofa, tempat tidur atau bufet.

Sahabat 99 juga bisa membeli bungkus stop kontak yang banyak dijual di toko perkakas.

Lewat cara tersebut, si kecil tetap terlindungi meskipun menyentuh stop kontak.

2. Pilih Perabotan Ramah Anak Kecil

Sebelum membeli perabotan rumah, pertimbangkan kualitas dan material yang aman bagi buah hati Anda.

Mulailah dengan pemilihan kursi makan yang kokoh dan tidak mudah jatuh.

Pasalnya, anak kecil senang memainkan benda-benda di sekitarnya.

Baca Juga:

17 Perlengkapan Bayi Baru Lahir | No. 8 Sering Terlupakan di Rumah

Nah, Anda pun harus memastikan agar kursi tidak mudah goyah dan menimpa si kecil.

Contoh lain, ketika memilih kain sofa, pilihlah bahan yang tidak licin agar anak tidak mudah terpeleset saat menaiki benda tersebut.

3. Sembunyikan Bahan Kimia dan Obat-obatan dari Pandangan Anak

Obat nyamuk, pembersih lantai dan deterjen dapat berisiko fatal jika isinya tertelan oleh anak…

Begitu juga dengan obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

rumah ramah anak

Terlebih, benda-benda berbahan kimia dan obat-obatan kerap dikemas dengan tampilan menarik dan berwarna-warni sehingga membuat anak penasaran.

Demi menghindari hal-hal tak diinginkan, pastikan semua obat dan benda dengan zat berbahaya tersimpan rapi di kotak penyimpanan barang yang telah terkunci rapat.

4. Simpan Barang Pecah-belah

Jangan pernah menaruh barang pecah-belah, seperti piring, vas bunga atau guci di tempat-tempat yang mudah terlihat dan terjangkau oleh anak.

Sebaiknya, simpan semua barang pecah-belah di dalam lemari, atau bahkan gudang, dan baru keluarkan ketika buah hati mulai beranjak besar.

5. Masukkan Benda-benda Tajam ke dalam Laci

Dapur bisa menjadi ‘jebakan berbahaya’ bagi anak karena dipenuhi benda-benda tajam, kompor dan gas.

Simpanlah pisau, garpu dan benda-benda tajam lainnya ke dalam laci dapur dan kunci dengan rapat.

Sementara untuk keperluan makan anak, sediakan peralatan makan berbahan plastik yang aman digunakan.

6. Amankan Sudut Tajam

Sudut pada meja, laci dan beragam perabotan lainnya juga memiliki risiko melukai anak.

Sebagai upaya menghindari si kecil cedera karena menabrak atau terbentur sudut tajam, bungkus seluruh sudut dengan busa empuk atau kain tebal.

Jika tak ingin repot, Sahabat 99 bisa membeli pengaman sudut yang sudah dipotong jadi kecil.

7. Hindari Pajangan Benda Kecil

Anak kecil, terutama yang masih berusia di bawah 3 tahun, senang memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya sehingga ada risiko tertelan.

rumah ramah anak

Jadi, tahan dulu keinginan Anda menghias rumah dengan pajangan-pajangan cantik berukuran kecil demi menghindari risiko tersebut.

Ingat Sahabat 99, pajangan kecil bukan bagian dari rumah ramah anak!

8. Memakai Pagar Tangga

Jika Anda memiliki rumah bertingkat dan si kecil masih belajar berjalan, sebaiknya amankan tangga dengan pagar khusus.

Upaya tersebut penting untuk menjaga agar siapapun yang lalu-lalang di tangga  tetap aman, termasuk anak.

Sekilas, pengamanan ini mungkin terlihat berlebihan…

Namun, adanya pagar khusus di tangga akan membuat Anda lebih tenang karena si kecil bisa berkeliling rumah dengan aman.

9. Kunci Pintu Keluar

Pastikan pintu keluar selalu terkunci jika anak sedang bermain di dalam rumah.

Penting menerapkan cara ini agar si kecil tetap terhalang jika tiba-tiba hendak berlari ke luar rumah.

Selain itu, rumah juga bakal lebih aman karena tidak ada orang asing yang tiba-tiba masuk dan berbuat kriminal.

Baca Juga:

Ruang Bermain Anak untuk Rumah Sempit. Enggak Kalah Ramai!

Sahabat 99, itu tadi tips menciptakan rumah ramah anak bagi buah hati Anda.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Simak informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Pastikan Anda mengakses 99.co/id untuk segala kebutuhan properti sehari-hari.


Editor: BAP

You Might Also Like