Berita Berita Properti

1000 Rumah RISHA Dibangun untuk Relokasi Korban Bencana Banjir dan Longsor NTT

2 menit

Kementerian PUPR akan bangun 1.000 rumah RISHA sebagai bantuan kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Provinsi NTT pada Minggu (4/4/2021).

Bantuan terus diberikan baik dari instansi pemerintah maupun dari instansi swasta.

Salah satu bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu pembangunan rumah instan sederhana sehat atau rumah RISHA.

Pembangunan 1.000 Rumah RISHA

ilustrasi pembangunan rumah risha di ntt

sumber: pu.go.id

Kementerian PUPR akan segera membangun rumah RISHA sebagai lokasi relokasi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB, Widiarto, mengatakan bahwa ada rumah RISHA akan dibangun di Adonara dan Lembata.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

“Relokasi perlu dilakukan karena lokasi permukiman warga terdampak bencana saat ini berada di jalur debris aliran sungai yang sudah dipenuhi bebatuan, sehingga risikonya sangat tinggi jika kembali tinggal di sana,” ujar Widiarto, dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, Senin (12/4/2021).

Total jumlah RISHA yang dibangun adalah sebanyak 1.000 unit.

Sebanyak 700 di antaranya akan dibangun di Lembata dan 300 lainnya di Adonara.

Widiarto mengatakan, tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah unit yang dibangun akan bertambah.

“Perkembangan pasti angkanya akan terus berkembang setelah survei detail dengan pemda dan masyarakat setempat,” katanya.

Selain itu, sampai saat ini di Adonara sudah ada dua titik yang akan menjadi lokasi pembangunan RISHA.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Lembata juga segera menyiapkan tanah untuk pembangunan RISHA.

Namun, soal lokasinya, masih didiskusikan pemerintah dengan warga setempat.

Dia tidak menampik, ada sejumlah masalah yang harus dipertimbangkan sebelum merelokasi warga.

“Kami akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat, karena memindahkan tempat tinggal juga harus menangani masalah sosial bukan hanya masalah teknis saja, di mana salah satu syaratnya lokasinya harus aman dari risiko bencana,” ujar Widiarto.

Jika lahan sudah siap, kata Widiarto, pembangunan RISHA akan memakan waktu sekira empat bulan.

Pembangunan RISHA juga relatif mudah karena menggunakan metode knock down.

Penanganan Darurat Bencana di NTT

penanganan banjir bandang dan longsor NTT

sumber: Antara Foto/Aditya Pradana Putra via cnnindonesia.com

Selain menyiapkan relokasi pemukiman warga, Kementerian PUPR juga membantu penanganan darurat bencana banjir bandang di Adonara dan Lembata.

Sebanyak 23 unit Eskavator, 24 unit dump truck, tiga unit loader, satu unit grader, dan 5.000 liter bahan bakar minyak dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Selain itu, untuk membantu memfasilitasi kebutuhan dasar warga, Kementerian PUPR juga menyediakan sejumlah sarana dan prasarana.

Beberapa sarana tersebut di antaranya adalah:

  • 11 unit mobil tangki air;
  • 20 unit hidran umum;
  • 1 unit mobil toilet;
  • 4 unit WC knock down;
  • 1 unit loader;
  • 1 unite motor grader;
  • 1 unit water tank;
  • 2 unit vibratory roller.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Kupang?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts