Berita, Berita Properti

5 Fakta Rumah Tradisional Singapura yang Kini Terancam Punah

27 Agustus 2019
rumah tradisional singapura
3 menit

Di balik gemerlapnya, ternyata masih ada sisa-sisa rumah tradisional Singapura yang sangat menarik untuk ditelusuri. Namun sayang, hunian tersebut konon terancam punah karena satu dan dua hal. Apa saja penyebabnya? Simak lewat artikel ini!

Bagi Sahabat 99 yang tinggal di Singapura dan bosan dengan pilihan hunian yang itu-itu saja, tentu ini bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Pasalnya, rumah tradisional singapura yang dinamai “black and white house” ini memiliki banyak keunikan yang tak ada di hunian lainnya.

Dari mulai bentuk bangunannya, strukturnya, hingga desain rumahnya nampak sangat menakjubkan.

Namun, lebih dari itu, kini tak banyak rumah tradisional yang tersisa di seantero Singapura karena tergerus oleh hunian modern.

Inilah beberapa fakta yang wajib untuk diketahui.

5 Fakta Rumah Tradisional Singapura

1. Memilliki Sejarah Panjang

Black and white house merupakan rumah tradisional Singapura yang berbentuk bungalow dan merupakan peninggalan era kolonial.

Rata-rata bangunan tersebut dibangun di akhir abad ke-19 hingga sekitar tahun 1930an sebelum perang dunia dimulai.

rumah tradisional singapura

Nama black and white house yang unik mencirikan tampilan bangunannya yang terdiri hanya dari warna hitam dan putih.

Zaman dahulu, rumah-rumah tradisional ini dibangun oleh Public Works Department (PWD) untuk hunian pribadi keluarga kolonial Kerajaan Inggris.

Kemudian, ketika Perang Dunia II (PD II) berlangsung, sempat dialihfungsikan menjadi rumah tahanan bagi para tahanan perang.

Baca Juga:

7 Desain Rumah Karya Arsitek Indonesia yang Memukau Dunia

2. Desain Rumah Unik

Hampir seluruh bangunan rumah tradisional Singapura memiliki bentuk, material, dan desain yang serupa.

Nama black and white house muncul karena bangunan rumah menggunakan balok kayu gelap serta dinding bercat putih mengilap seluruhnya.

Satu ciri yang paling menonjol adalah adanya permukaan rumah yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya yang berfungsi sebagai tumpuan rumah.

Bentuk permukaan tersebut juga berguna untuk menjaga temperatur lantai rumah agar tetap adem.

Selain itu, bentuk atap lebar berbentuk limas segi empat serta serambi lebar merupakan adaptasi dari gaya arsitektur vernakular Melayu.

3. Kombinasi Beragam Budaya

Struktur bangunan secara keseluruhan merupakan kombinasi dari beragam gaya dan budaya.

Gaya arsitektur khas Melayu, Inggris, serta art deco dari Amerika akan mudah ditemukan pada setiap rumah tradisional Singapura ini.

rumah tradisional singapura

Sumber: theculturetrip.com

Gaya desainnya sendiri sering disebut sebagai Tudorbethan Style yang menggabungkan elemen arsitektur tropis dengan art deco.

Ada juga yang menyebut gaya desain bangunan tradisional Singapura ini mengandung gaya Victorian tradisional.

4. Kini Tak Banyak Rumah Tersisa

Akibat pesatnya perkembangan kota dan penduduk Singapura, banyak rumah-rumah tradisional Singapura yang kemudian dihancurkan.

Bekas bangunan tradisional tersebut kemudian digantikan dengan banguna yang lebih hemat lahan dan lebih modern.

Kini, hanya tersisa sekitar 500 black and white house di seluruh Singapura dan tersebar di beberapa wilayah.

Sahabat 99 bisa menemukannya di wilayah seperti Nassim Road, Seton Close, Chatsworth Park, Goodwood Hill, Alexandra Park, serta Botanic Gardens.

500 rumah tradisional Singapura yang tersisa kini merupakan hasil konservasi dan renovasi yang dilakukan oleh pemerintah Singapura.

5. Disewakan dengan Harga Selangit

Setelah pemerintah melewati proses konservasi dan merenovasi, kini black and white house yang masih tersisa disewakan untuk umum.

Rumah-rumah tradisional tersebut sangat populer di kalangan keluarga ekspatriat baik dari Inggris ataupun dari negara lainnya.

rumah tradisional singapura

Sumber: theculturetrip.com

Tak heran bila harga sewa sebuah black and white house per bulannya bisa sangat mahal.

Ketika low season, harga sewa per bulannya sekitar Rp50 jutaan dan ketika peak season harga sewa per bulannya bisa mencapai Rp360 jutaan!

Harga tersebut akan semakin mahal apabila rumah tradisional Singapura yang hendak disewa terletak di lokasi yang sangat strategis.

Baca Juga:

20 Tempat Angker di Singapura Lengkap. Lebih Seram dari Indonesia?

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi dan tulisan menarik lainnya hanya di Blog 99.co Indonesia.

Mau beli properti di Singapura? Cari lewat 99.co/id saja!

You Might Also Like