Berita

Rumah yang Disewakan Digrebek karena Narkoba, Anda Bisa Ikut Dipidana?

2 menit

Beberapa waktu ke belakang ini Anda mungkin kerap mendengar berita penggrebekan pelaku kriminal di rumah sewaan atau kontrakan mereka. Salah satu yang baru-baru ini terjadi ialah penangkapan WNA Tiongkok yang menyelundupkan satu ton narkoba di Anyer. Masih ingat?

Dikutip dari situs news.detik.com, para pelaku berpura-pura menjadi investor dan meminta warga sekitar untuk mencarikan tempat tinggal. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Anda sebagai pemberi sewa bisa kecolongan sehingga rumah dimanfaatkan untuk aktivitas kriminal.

Lalu, apakah Anda bisa ikut dipidana jika hal tersebut terjadi pada rumah yang disewakan? Agar hati Anda tidak ketar-ketir, mari baca ulasannya di bawah ini.

[nextpage title=”Ikut Terseret” ]

Ikut Terseret

Di dalam Pasal 184 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) disebutkan bahwa: “Alat bukti yang sah adalah: keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa”.

Itu mengapa, selain mencari bukti berupa barang narkoba, pihak kepolisian pun kerap melakukan proses penggalian keterangan dari saksi. Orang-orang di sekitar rumah hingga Anda sebagai pemilik pun bisa ikut dimintai keterangan oleh pihak polisi.

Bisa saja Anda ikut terseret dalam proses peradilan karena ditetapkan kepolisian sebagai saksi sebagaimana yang diatur pada Pasal 1 Angka 26 KUHAP. Jika Anda mendapat surat panggilan sebagai saksi, Anda pun tidak boleh menolaknya.

Ancaman hukumannya pun telah diatur pada Pasal 224 Ayat (1) KUHP yang berbunyi: Barang siapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undang-undang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan undang-undang yang harus dipenuhinya, diancam:




  1. dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan;

[/nextpage]

[nextpage title=”Bisa Juga Dipidana” ]

Bisa Juga Dipidana

Jika Anda memergoki aktivitas menyimpang di rumah yang disewakan, segeralah laporkan pada pihak kepolisian. Bila menyembunyikan informasi ini lalu kemudian dalam penyidikan terkuak bahwasanya Anda terbukti mengetahuinya, bisa jadi Anda pun ikut terkena hukuman pidana.

Hal ini telah diterangkan pada Pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang menyebutkan bahwa: “Setiap orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)”.

[/nextpage]

[nextpage title=”Tetap Menjalin Hubungan dengan Penyewa” ]

Tetap Menjalin Hubungan dengan Penyewa

Agar kejadian serupa tidak terjadi pada Anda sebagai pemberi sewa rumah, akan lebih baik jika Anda menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan penyewa. Berkunjunglah sesekali waktu untuk mengecek kondisi rumah dan juga melihat situasi di dalamnya. Tentunya, semua hal tersebut harus dilakukan secara sopan.

Jika ada hal yang mencurigakan, Anda bisa bertanya kepada tetangga sekitar atau berkonsultasi dengan Ketua RT setempat. Jika melihat, mendengar, serta mengalami langsung dengan kegiatan kriminal yang dilakukan pelaku, segeralah laporkan pada kepolisian.

Semoga informasi yang UrbanIndo berikan di atas dapat bermanfaat untuk Anda sekalian, Urbanites. Ingat, jauhilah narkoba!

[/nextpage]




Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih.

Related Posts