Berita

Ahok Akan Bagi-bagi Rusun Gratis

29 Juni 2015
Ahok, Gubernur DKI Jakarta
2 menit

Bersamaan dengan ulang tahun Jakarta yang ke-488, pada tanggal 22 Juni 2015 lalu, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama yang akrab disapa Ahok, mengumumkan bahwa pemerintah provinsi akan membagikan 20,000 unit rumah susun (rusun) secara gratis kepada masyarakat Jakarta.

Pemerintah Jakarta merencanakan membangun 200 gedung rusun dan yang ditujukan untuk penduduk yang saat ini masih tinggal di pinggir-pinggir kali maupun di daerah yang rawan bencana. Agar memudahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, rusun ini akan dilengkapi dengan pasar. Para penghuni rusun ini nantinya tidak perlu membayar sewa. Mereka hanya perlu membayar uang perawatan gedung dengan besar antara Rp. 5,000 – 15,000 per hari. Di setiap unit rusun, nanti akan dipasang pipa gas dengan biaya Rp. 50,000 per bulan, ini tentu lebih murah daripada jika penghuninya harus membeli gas tabung. Selain itu, biaya pemakaian air juga akan dibuat lebih murah.

Ahok mengusulkan agar semua transaksi di rusun menggunakan kartu debit yang dibuat khusus. Kartu ini bisa menjadi kartu akses ke dalam rusun dan disesuaikan dengan KTP penghuni, untuk mencegah unit rusun yang dijual atau disewakan kembali. Ahok sudah meminta pada Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo untuk dibuatkan kartu seperti itu. Jika nantinya diketahui ada yang melakukan pelanggaran-pelanggaran, akan dikenakan sanksi pidana, dengan hukuman penjara.

Selain rusun gratis ini, Ahok juga akan membangun Rumah Susun Rakyat. Rumah susun ini bukan hanya untuk masyarakat Jakarta, tetapi untuk para pekerja yang berasal dari luar Jakarta. Dengan begini, pekerja yang tinggal di luar Jakarta tidak perlu jauh lagi untuk mencapai tempat kerjanya, biaya hidup di Jakarta pun bisa ditekan menjadi lebih murah karena semua kebutuhannya ada dalam jarak yang mudah ditempuh. Gedung ini akan terdiri dari 23 lantai, dengan ukuran unit 30 meter persegi. Jika nanti waktu sewa rusun sudah habis, penghuni wajib memperpanjangnya atau mengembalikannya pada Unit Pengelola Teknis Rumah Susun.

Selain rumah susun, sarana transportasi pun akan ditingkatkan. Ahok menyediakan dana sebesar Rp. 1,7 triliun, untuk membangun fasilitas bus Jakarta. Adanya sarana transportasi yang lebih mudah, akan membuat penduduk lebih senang menggunakan transportasi umum. Diharapkan, dengan adanya program seperti ini, kehidupan penduduk di Jakarta, khususnya yang tinggal di daerah pinggiran kali dan rawan bencana, akan menjadi lebih baik. Selain itu, pada prakteknya nanti, saat gedung rumah susun sudah jadi, para penduduk mau tinggal di sana.

Sayangnya, lokasi pasti dari proyek ini dan kapan akan mulai dipasarkannya masih belum jelas. Salah satu lokasi yang dibicarakan untuk pembangunan rusun ini adalah daerah Kemayoran, Jakarta Utara. Daerah ini dianggap strategis, karena masih banyak penduduk yang tinggal di bantaran Pelabuhan Tanjung Priok dan New Priuk. Jika memang akan dibangun di daerah ini, tentunya yang bekerja di daerah itu pun akan mendapatkan keuntungan juga.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program ini, Anda bisa terus menyimak UrbanIndo.com 😀

You Might Also Like