Berita Berita Properti

Pemkot Surabaya Segera Bangun 2 Rusunawa untuk MBR, Biaya Sewa Hanya Rp100 Ribu per Bulan!

2 menit

Kini, masyarakat berpenghasilan rendah di Surabaya tidak perlu lagi khawatir untuk mencari hunian. Pemkot Surabaya berencana membangun dua rumah susun sederhana sewa atau rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan biaya sewa sangat murah.

Rencana pembangunan dua rusunawa di Surabaya kini sedang dimatangkan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) bersama Badan Perencanaan Pembangunaan Kota (Bappeko) Surabaya.

Pembangunan rumah susun sederhana sewa ini pun telah menjadi program prioritas DPRKP CKTR tahun ini.

Biaya Sewa Rusunawa Hanya Rp100 Ribu per Bulan

contoh rusunawa di Surabaya

sumber: Surya.co.id/Nuraini Faiq

Pembangunan rumah susun sederhana sewa ini memang telah diprogramkan setiap tahun oleh Pemkot Surabaya.

Antrean warga yang ingin menghuni rusunawa pun sudah cukup banyak.

Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT), hingga akhir tahun 2020, setidaknya sudah ada 10 ribu nama warga yang masuk ke dalam waiting list calon penghuni rumah susun sederhana sewa.

Kepala DPBT Kota Surabaya, Maria Ekawati Rahayu, mengatakan bahwa saat ini sudah ada total 27 rumah susun sederhana sewa yang dikelola Pemkot Surabaya.

Dari ke-27 rusun tersebut, total ada 13.811 jiwa atau 4.598 KK yang menempati rusunawa tersebut.

Melansir Surya.co.id, setiap penghuni rusunawa diwajibkan membayar tarif paling mahal Rp100 ribu per bulan.

“Namun dari semua penghuni rusun tidak semua taat dan tertib. Banyak yang belum bayar juga. Mari hak dan kewajiban dipenuhi,” kata Maria, dikutip dari Surya.co.id, Rabu (13/1/2021).

Pembangunan Bekerja Sama dengan Swasta

rumah susun sederhana sewa

sumber: infosurabaya.id

Rencananya, pembangunan dua rusunawa tersebut akan bekerja sama dengan pihak swasta, sehingga tidak sepenuhnya pembiayaan bersumber dari APBD.

Hal ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi lesu.

Pemkot Surabaya memerlukan kerja sama dengan pihak swasta karena pemkot tidak mungkin menagih biaya sewa dengan harga tinggi kepada penghuni rusun.

“Formulanya masih akan kami bicarakan dengan Bappeko, bagaimana baiknya. Yang jelas proyek dalam waktu dekat harus segera dilelang,” kata Kabid Permukiman DPRKP CKTR Surabaya, Adi Gunita, dikutip dari Surya.co.id, Rabu (13/1/2021).

Untuk biaya pembangunan rusun ini, kata Adi, akan menelan biaya sekira Rp20 miliar.

Rencananya kedua hunian vertikal tersebut akan dibangun di atas lahan milik Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya pun sudah menetapkan dua lokasi pembangunan rusunawa tersebut.

Pertama, Rusunawa Pakal akan dibangun di dekat Polsek Pakal.

Sementara, rusunawa yang kedua akan dibangun di kompleks yang sama dengan Rusunawa Gunung Anyar yang lama.

Setiap gedung rusunawa yang terdiri dari lima lantai ini memiliki kapasitas hingga 100 unit.

Warga yang diprioritaskan untuk tinggal di rusun ini tentu adalah warga kelompok MBR yang telah masuk waiting list.

Dengan dibangunnya dua hunian vertikal ini, tentu dapat memangkas jumlah waiting list calon penghuni rusunawa.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di Portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari apartemen di Surabaya?

Bisa jadi The Rosebay Surabaya adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan apartemen idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts