Berita Ragam

Salatiga Jadi Kota Paling Toleran di Indonesia. Apa Bedanya dengan Kota Lain?

2 menit

Kota Salatiga kini mendapat gelar sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia tahun 2020. Predikat ini diberikan berdasarkan riset yang dilakukan lembaga Setara Institute.

Setara Institute kembali merilis daftar kota paling toleran di Indonesia.

Jika pada tahun 2018 Singkawang menempati urutan pertama, pada tahun 2020 giliran Kota Salatiga yang menempati urutan teratas sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Direktur Riset Setara Institute, Halili Hasan, mengatakan bahwa riset ini didasarkan pada asumsi bahwa semua masyarakat Indonesia memiliki sifat toleran.

“Indeks Kota Toleran itu didasari keyakinan bahwa masyarakat Indonesia itu toleran, tinggal yang membedakan satu kota dengan yang lain itu mengenai tata kelola,” ujar Halili, dikutip dari Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Lalu, apa yang membedakan Kota Salatiga dengan kota lainnya dan indikator apa saja yang digunakan?

Yuk, simak uraian di bawah ini!

Indikator Kota Paling Toleran

ilustrasi toleransi

Setara Institute menggunakan beberapa indikator penilaian dalam riset ini .

Setiap indikator tersebut pun memiliki bobot peniliaian yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah indikator penilaian Kota Paling Toleran versi Setara Institute:

  • Rencana pembangunan 10%;
  • Kebijakan diskriminatif 20%;
  • Peristiwa 20%;
  • Dinamika masyarakat sipil 10%;
  • Pernyataan pejabat publik pemerintah kota dan tindakan nyatanya 15%;
  • Heterogenitas agama 5%;
  • Inklusi sosial keagamaan 10%.

Salatiga Kota Paling Toleran

kota Salatiga kota paling toleran di Indonesia

Berdasarkan indikator penilaian tersebut, Kota Salatiga dinilai layak dikatakan sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Halili menjelaskan bahwa wujud toleransi itu bisa dilihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga.

“Praktik toleransi itu sesuatu yang memang diagendakan secara sistematis, direncanakan secara sistematis, bahkan tertuang dalam dokumen pokok di kota itu dalam lima tahun, dalam bentuk RPJMD,” ujar Halili.

Sebagai contoh, kata Halili, Kota Salatiga memiliki alokasi APBD untuk program kerukunan antarumat beragama.

Anggaran tersebut digunakan untuk membantu kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Menurut Halili, keberadaan FKUB sangat penting karena dapat menjadi fasilitator ketika ada konflik antarumat beragama.

Daftar Kota Paling Toleran di Indonesia

kota salatiga

Dalam penilaian indeks kota toleran, Setara Institute menggunakan skala dengan rentang nilai 1 sampai 7 untuk setiap indikatornya.

Angka 1 adalah angka paling rendah atau menggambarkan situasi paling buruk.

Sementara, angka 7 adalah nilai paling tinggi dan menggambarkan situasi paling baik.

Berikut adalah daftar kota paling toleran berdasarkan riset Setara Institute:

1. Salatiga (6,717).
2. Singkawang (6,450).
3. Manado (6,200).
4. Tomohon (6,183).
5. Kupang (6,037).
6. Surabaya (6,033).
7. Ambon (5,733).
8. Kediri (5,583).
9. Sukabumi (5,546).
10. Bekasi (5,530).

Respon Pejabat Publik Pengaruhi Penilaian

Halili menjelaskan bahwa respon pejabat publik atas sebuah konflik ikut mempengaruhi penilaian Setara Institute.

Dia mencontohkan saat tragedi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Wali Kota Surabaya saat itu, Tri Rismaharini langsung bertindak cepat.

Salah satu responnya adalah dengan meminta pihak sekolah menghibur dan mendampingi siswa pascateror bom bunuh diri tersebut.

Dia juga mengambil contoh dari tindakan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, atas tindakan sejumlah warga yang menolak pembangunan Gereja Katolik Santa Clara.

Saat itu Rahmat Effendi memasang badan dan tetap mengizinkan pembangunan gereja tersebut.

“Saya menolak dengan tegas saat itu. Saya bilang di depan mereka, lebih baik kepala saya ditembak daripada saya harus mencabut IMB gereja itu. IMB itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Rahmat, dikutip dari Kompas.com, 16 Maret 2017.

Halili mengatakan bahwa pernyataan itu sangat kuat dan berpengaruh untuk masyarakat di kotanya.

Dengan begitu, diharapkan semangat masyarakat mempromosikan toleransi semakin tinggi.

***

Semoga artikel ini menginspirasi Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Salatiga?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts