Inspirasi Desain

Jenis Saluran Air Hujan yang Umum Digunakan di Rumah. Sudah Tahu?

27 Juli 2018
Saluran Air

Kehadiran saluran air hujan atau kerap disebut dengan talang air merupakan salah satu hal yang sangat penting di rumah. Talang dapat membantu mengalirkan air hujan berlebih ke tempat lain, sehingga rumah tidak mengalami rembes atau bahkan kebocoran. Kenali fungsi dan jenisnya lebih lanjut, yuk!

Saluran air hujan berada di luar rumah, tepatnya dipasang di sekitar atap rumah.

Selain yang terpasang secara horizontal, ada pula yang dipasang vertikal.

Fungsinya ialah menjadi penyalur air dari atas ke tempat yang diinginkan.

Material yang digunakan untuk dijadikan talang pun beragam.

Masing-masing dari bahan tersebut ada poin plus serta minusnya. Ini dia penjelasan lengkapnya.

#1 Saluran Air Hujan Berbahan Seng

Saluran Air

Talang dari material seng (zinc) adalah jenis yang paling umum digunakan di Indonesia.

Saluran air hujan yang satu ini mudah dibentuk dan juga punya harga yang relatif murah.

Di samping itu, talang seng praktis untuk diaplikasikan karena cepat dikerjakan dan bisa fleksibel mengikuti bentuk atap.

Baca Juga :  Inspirasi Desain Kamar Tidur Orang Tua dan Bayi yang Menyatu

Harga dari talang seng ini beragam tergantung ukuran dan ketebalan material yang digunakan.

Saat ini, harga material seng sendiri dijual sekitar Rp12.500 hingga Rp40.000 per meternya.

Harga tersebut belum termasuk ongkos pengerjaan pembuatan talang seng.

Adapun kekurangan dari talang air bermaterial seng ialah tak tahan karat.

Ketika hujan turun dalam intensitas tinggi, akan muncul suara berisik.

Selain itu, bila menggunakan material seng yang buruk maka masa pakainya pun tidak akan berlangsung lama.

Baca Juga: Wah! Hati-Hati Terkena Hukuman Akibat Saluran Air

#2 Talang Air Berbahan Logam Lainnya

Selain seng, material logam lainnya yang kerap dijadikan bahan membuat talang air ialah galvalum.

Galvalum sebenarnya masih bagian dari seng namun dengan penambahan aluminium.

Dibanding seng, material galvalum punya kekuatan dan ketahanan yang lebih baik.

Saluran Air

Pada dasarnya, bahan galvalum punya sifat anti karat, anti keropos, dan anti rayap.

Selain dijadikan atap, material ini pun bisa dibuat menjadi talang air.

Sama halnya dengan seng, talang saluran air berbahan galvalum juga punya sifat fleksibel.

Baca Juga :  Siap-siap! Wisma Atlet Asian Games Dilepas Rp280 Juta Per Unit

Galvalum dapat dibeli mulai dari Rp48 ribu hingga Rp80 ribu per meternya.

Saluran air hujan berbahan logam pun masih banyak lagi jenis materialnya.

Ada yang terbuat dari tembaga, timah, hingga baja.

Dibandingkan dengan seng dan galvalum, talang dengan bahan ini memiliki harga yang jauh lebih mahal.

#3 Talang Air Berbahan Plastik (PVC)

Saluran Air

Plastik dengan bahan dasar Poly Vinyl Chloride (PVC) merupakan material yang juga umum dipakai untuk membuat saluran air hujan.

Umumnya, talang air PVC tak perlu dirakit dan siap pasang karena sudah dijual dalam bentuk tertentu.

Harganya pun tak begitu mahal dibandingkan seng dan galvalum.

Ingin memasang jenis talang air dengan bahan PVC di rumah?

Sebelumnya perlu tahu dulu nih, Urbanites!

Saluran air hujan material PVC ini umumnya memiliki masa pakai satu hingga dua tahun.

Hal ini dikarenakan sifatnya yang tak tahan panas dan cuaca terlalu lama.

Bila terlalu lama dihantam panas dan hujan, material PVC yang tadinya lentur akan berubah kaku.

Baca Juga :  Aneh tapi Nyata! 7 Desain Ruang Makan Ini Seperti di Negeri Dongeng

Setelah itu, talang PVC pun jadi mudah retak dan mengalami kebocoran sehingga harus diganti dengan baru.

Baca Juga: 7 Cara Memanfaatkan Pipa PVC Sebagai Perabot Rumah. Unik!

#4 Talang Air Hujan Berbahan Beton

Sebelum adanya berbagai variasi material talang, saluran air hujan dibuat secara manual dengan desain seperti parit.

Bedanya, parit tersebut ukurannya tidak terlalu besar dan terletak di bagian atas rumah.

Bahan yang digunakan tentu saja batu bata, semen, dan juga cat anti air.

Saluran Air

Hingga saat ini, saluran air berbahan batu bata pun masih digunakan.

Bahkan ada yang menggantinya dengan material beton untuk alasan harga.

Kalau kamu sendiri pilih yang mana nih, Urbanites?

Semoga ulasan mengenai jenis-jenis saluran air alias talang di atas tadi bermanfaat untukmu ya!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like